Laporan Liputan Workshop Sharing Experience of the Implementation of Korea Financial Management System
Jakarta, perbendaharaan.go.id &ndash Pengalaman adalah guru yang baik. Direktorat Jenderal Perbendaharaan termasuk yang menggunakan ungkapan tersebut. KeKuatan tekad para pimpinan DJPBN untuk meraih sukses dalam mengelola keuangan negara menjadi latar belakang terselenggaranya Workshop &ldquoSharing Experience of the Implementation of Korea Financial Management System&rdquo Senin, 9 Agustus 2010 di Jakarta.
&ldquoLearning from other countries experiences will improve our understanding in order to the objective,&rdquo kata K.A. Badaruddin, Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dalam sambutannya membuka acara workshop.
Korea Selatan adalah salah satu negara yang telah sukses menerapkan sistem informasi keuangan yang terintegrasi. Di Korea Selatan, sistem tersebut dinamakan dBrain (Digital Budget and Accounting System). Sekretaris DJPBN dalam sambutannya menyatakan bahwa sistem tersebut tidak dapat diciptakan dalam waktu yang singkat, perlu proses. &rdquoAs of now, Korea has been successfully implementing this new integrated system,&rdquo kata K.A. Badaruddin. &ldquoThe system itself was not made within a very short period. It&rsquos not a one night project. It was made through several transformation processes,&rdquo tambahnya lagi.
Pemilihan &lsquoguru&rsquo dari Korea Selatan ini disebabkan adanya kemiripan antara sistem yang diterapkan di Indonesia dengan sistem di negeri ginseng tersebut. Sebagaimana diketahui, Kementerian Keuangan tengah mengembangkan sistem pengelolaan keuangan terpadu yang disebut dengan SPAN.
&ldquoCurrently, as we all know, we are in the process of developing SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara), which in my understanding has a similar objective with dBrain, that is implementing Integrated Financial Management Information System called IFMIS,&rdquo kata orang nomor dua di Direktorat Jenderal Perbendaharaan ini.
SPAN sendiri diharapkan dapat diterapkan di beberapa Kementerian pada tahun 2012. &rdquoIt (SPAN-red) is expected that in the year 2012, this system will run not only in three Directorate Generals within the ministry of finance, Directorate General of Budget, Directorate General of Treasury and Secretariat General but also in some pilot line ministries,&rdquo jelas K.A. Badaruddin di hadapan para peserta workshop.
Acara workshop tersebut diikuti oleh Sekjen Kementerian Keuangan, Dirjen Anggaran, Staf Ahli Kemenkeu Bidang Penerimaan Negara, Staf Khusus Menkeu Bidang TI, Pejabat eselon II dan III DJPBN, Ketua PSSU-GFMRAP, Konsultan GFMRAP, Task Team Word Bank serta Tim SPAN Consultant. Hadir sebagai nara sumber acara workshop adalah delegasi dari Kementerian Strategi dan Keuangan Republik Korea yang dipimpin oleh Kwangho Kwon.
Dengan acara workshop ini diharapkan para peserta mendapatkan pelajaran dari pengalaman Pemerintah Republik Korea dalam mengelola keuangan negara. Diharapkan acara tersebut dapat menumbuhkan kesadaran, pemahaman dan rasa tanggung jawab yang sama bagi semua pemangku kepentingan. &ldquoI hope we can learn something from the experience that the Government of Korea had already taken,&rdquo kata K.A. Badaruddin. &ldquoRespectively, this would give a better view on implementing this critical project. It also important to us knowing how to bring the all stakeholders to have the same awareness, understanding and responsibility to achieve the objective,&rdquo lanjut Sekretaris DJPBN menutup kata sambutannya.
Oleh    : Bambang Kismanto, Novri H.S. Tanjung dan Sugeng Wistriono &ndash Media Center Perbendaharaan      









Sebuah organisasi pasti menginginkan ciri khusus yang dapat membedakan dengan organisasi lain. Begitu juga dengan DJPBN yang menginginkan seluruh pegawainya, termasuk pimpinannya, memiliki ciri khas sekaligus karakteristik yang berbeda dengan organisasi lainnya. &rdquoBudaya organisasi adalah ciri khas sekaligus karakteristik yang dijiwai dan ditampilkan oleh seluruh anggota organisasi, termasuk pimpinannya,&rdquo lanjut K. A. Badaruddin saat memberikan pengarahan kepada para peserta tadi pagi. &rdquoIdentitas organisasi yang bernilai keunggulan,&rdquo tambahnya lagi.
Workshop tersebut rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 9-11 Agustus 2010 di Hotel Mirah, Bogor. Para peserta yang akan dipandu oleh Bayu Setiadji dari GML Performance Consultant, akan membahas dan memberikan masukan mengenai nilai budaya, definisi dan indikator perilaku yang sudah dihasilkan tim penyusun berdasarkan rangkaian kegiatan pembentukan budaya organisasi selama ini. Agenda lainnya adalah menentukan rencana strategi internalisasi budaya organisasi di tubuh DJPBN.
Selain itu, KPPN Mobile dapat memberikan pembinaan kepada stakeholders yang memerlukan bimbingan dalam rangka pelaksanaan anggaran.
Bila seluruh komponen telah cukup dianggap laik, maka KPPN Mobile akan dibentuk pada KPPN yang dianggap memerlukan layanan tersebut. Kriteria yang menjadi pertimbangan pembentukan layanan KPPN Mobile memperhatikan letak dan kondisi geografis wilayah kerja, fasilitas moda transportasi umum, jumlah stakeholders yang dilayani, volume pengajuan SPM setiap hari, serta efisiensi dan efektivitas.
&ldquoI hope this meeting will bring a mutual benefit to all ASEAN member countries, so gaps in governmental accounting Standards will start to narrow, and consequently, financial reports of all ASEAN member countries become more transparent and accountable to their people,&rdquo ungkap Herry Purnomo dalam opening speech-nya.
Momentum kali ini bertujuan membentuk suatu forum antara Negara-negara anggota ASEAN untuk mendiskusikan kepentingan bersama dari setiap negara dalam hal standar akuntansi pemerintahan. Selain itu, melalui forum ini Negara anggota ASEAN dapat bertukar pengalaman, saling bekerja sama dalam pengembangan dan penerapan standar akuntansi pemerintahan. Negara anggota ASEAN juga akan berusaha untuk terwakili dan mempunyai bargaining power yang Kuat dalam organisasi atau badan pemerintahan/sektor publik internasional untuk mengakomodasi kepentingan negara-negara anggota ASEAN.
Pembicara dalam pertemuan ini adalah Chairman of Australian Accounting Standard Board, Kevin Stevensson Head of Finance and Budget of ASEAN Secretariat General, Remedios J. Pascual International Public Sector Accounting Standard Board Chair, Andreas Bergmann anggota Komite Kerja KSAP, Hekinus Manao Sekretaris Komite Kerja KSAP, Sonny Loho dan perwakilan dari semua negara ASEAN yang akan mempresentasikan pengalaman dan kondisi akuntansi pemerintahannya di negaranya masing-masing.
Pedoman pokok yang akan dilaksanakan Kanwil meliputi beberapa aspek. Diantaranya, menguji dan membandingkan pelaksanaan pekerjaan dengan peraturan perundangan, aplikasi serta SOP berkenaan. Kemudian, memberikan konsultasi, asistensi dan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di KPPN. Dalam hal ini, Herry Purnomo mengingatkan kepada para Kanwil untuk tidak sekedar mencari kesalahan, &ldquoPedoman pembinaan tentunya memberikan konsultasi, asistensi dan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di KPPN. Jadi, bukan mencari-cari kesalahan.&rdquo ujarnya. .
Guna proses percepatan penyerapan anggaran, Direktorat Pelaksanaan Anggaran meluncurkan aplikasi monev (monitoring dan evaluasi) penyerapan APBN. Aplikasi dalam bentuk web intranet tersebut, memfasilitasi Kanwil Ditjen Perbendaharaan dalam melakukan monitoring dan evaluasi penyerapan anggaran pada satuan kerja wilayah masing-masing. Satuan Kerja yang realisasinya rendah yaitu Satuan Kerja yang realisasi Belanja Barang dan Belanja Modalnya dibawah realisasi rata-rata secara nasional. Berdasarkan kriteria, terdapat 10.309 Satker dengan angka realisasi rendah, yang merupkan objek monev, atau 55.95 % dari total jumlah satker seluruh Indonesia.
LKPP merupakan kesatuan dari laporan keuangan kementerian/lembaga. &ldquoKualitas laporan keuangan kementerian/lembaga sangat mempengaruhi kualitas LKP,&rdquo kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo dalam sambutannya di Hotel Borobudur kemarin. Oleh karenanya diperlukan komitmen bersama kementerian/lembaga untuk mewujudkan cita-cita bersama. &ldquoTujuan Rakernas Akuntansi dan Pelaporan adalah terbangunnya forum interaksi kementerian/lembaga,&rdquo lanjutnya. &ldquoDisamping itu juga untuk membangun komitmen, serta transparansi dalam mengelola keuangan Negara,&rdquo jelas beliau. &ldquoRakernas ini juga untuk menyampaikan informasi arah pengembangan dan strategi akuntansi,&rdquo tambah menteri yang menggantikan Sri Mulyani Indrawati ini. 

