Liputan Kunjungan Kerja Menteri Keuangan ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali
Denpasar, perbendaharaan.go.id - Menteri Keuangan, Agus Martowardoyo memberikan pujiannya saat pertama kali memasuki ruangan front office KPPN Denpasar. Kegiatan tersebut mengawali kunjungan kerja beliau ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Bali hari Selasa (19/10).
&ldquoYang seperti inilah profil Kantor Pelayanan yang saya harapkan.&rdquo Puji Agus. Kesan yang terucap dari Menteri Keuangan tersebut terasa bagaikan angin yang menyejukkan ditengah harap-harap cemas seluruh jajaran pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Bali  tentang seperti apa kesan beliau ketika akan meninjau kondisi KPPN Denpasar dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Bali.
Di tengah kesibukan beliau, sosok number one di Kementerian Keuangan yang begitu enerjik itu menyempatkan diri untuk mengunjungi Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Setelah puas meninjau tampilan front office dan ruang kerja pegawai KPPN Denpasar, didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Bali, Ni Luh Putu Kumalawati dan jajaran pejabat Eselon III, Menteri Keuangan selanjutnya meninjau ruang Layanan Unggulan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali.
Satu persatu petugas Front Office Kanwil mendapat kesempatan untuk menerima jabat tangan erat dari Menteri Keuangan. Sangat jelas terpancar raut kebanggaan dari para pegawai ketika tangan dan mata mereka bertatap dengan Menteri Keuangan Republik Indonesia, pejabat yang selama ini hanya bisa mereka saksikan melaui media cetak maupun elektronik. Meski sebelumnya mereka sempat sangat terkaget-kaget karena pengumuman kedatangan Menkeu sangat mendadak.
Dalam kesempatan ramah tamah, beliau menyempatkan untuk mencicipi jajanan tradisional khas Bali dan menyampaikan keinginannya untuk suatu saat kembali mengunjungi Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali.
Sebelum meninggalkan Kanwil, beliau memberikan waktu untuk foto bersama. Tentu saja moment ini tidak disia-siakan oleh para pegawai untuk &ldquomenyusup&rdquo sedekat mungkin bersama Menkeu agar bisa diabadikan.
Kunjungan ini memang sangat singkat, hanya sekitar setengah jam beliau menengok &ldquoanak-anaknya&rdquo. Namun, sangat memberi arti bagi keluarga besar Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, apalagi kesan beliau terlihat sangat positif terhadap tampilan front office Kanwil dan KPPN.  
Senyum yang hangat, sapa ramah dan jabat tangan erat dari pucuk pimpinan kepada para front liner merupakan bentuk penghargaan, perhatian dan suntikan energi untuk tetap menjaga spirit meneruskan gelora reformasi birokrasi yang tak boleh padam. Memang bukan perkara gampang untuk senantiasa menjaga etos kerja dengan performa ekselen. Namun, salah satu indikator kualitas kerja seseorang, adalah respon terhadap pengawasan. Ada atau tidak ada pimpinan yang memonitor, apakah ada perbedaan output yang dihasilkan?
 
Kontributor : Djoko Julianto dan Heru P. Nugroho
Editor : Novri S.T. &ndash Media Center Ditjen Perbendaharaan










Menurut mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut, untuk menyukseskan agenda reformasi birokrasi yang telah dimulai sejak 2004, seluruh elemen di Kementerian Keuangan wajib menjaga kualitas yang tercermin dalam kerja profesional. "Ke depan, sudah saatnya kita tingkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan kekayaan negara melalui SDM yang berkualitas. Ini menjadi faktor utama keberhasilan Kemenkeu menjalankan tugas. Meningkat atau tidaknya kualitas negara tergantung kualitas individu yang bekerja di instansi ini," ujar beliau.
Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penyerahan Satya Lencana Karya, penyerahan piagam penghargaan kepada mantan pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Keuangan, dan penyerahan piala dan piagam penghargaan pemenang lomba dan pegawai berprestasi.
Dalam press release yang dikeluarkan oleh DJPBN disebutkan bahwa  sumber pinjaman Pemerintah kepada PDAM adalah dari penerusan pinjaman luar negeri (subsidiary loan agreement &ndash SLA), rekening dana investasi (RDI) dan rekening pembangunan daerah (RPD). &ldquoSecara total, Pemerintah telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp5,1 triliun kepada PDAM (dan Pemda),&rdquo jelas Menkeu. 
Persetujuan restrukturisasi ini merupakan awal dari proses penghapusan utang non pokok, dimana akan dilanjutkan dengan penghapusan bersyarat. Selanjutnya, PDAM dapat memperoleh fasilitas penghapusan mutlak apabila dalam jangka waktu minimal 2 tahun mampu menunjukkan kinerja penyehatan bisnis dalam kerangka penghapusan bersyarat. Adapun kriteria penghapusan bersyarat yang harus dipenuhi oleh PDAM meliputi delapan target yang telah ditentukan Pemerintah yaitu penyesuaian tarif, pengurangan tingkat kehilangan air, cakupan pelayanan, jumlah pegawai, jangka waktu penagihan, rugi laba, investasi dan saldo kas.
Promosi ini merupakan kepercayaan dari organisasi. Kepercayaan dari pimpinan. Kalau nggak percaya tentu nggak akan kami promosikan,&rdquo tambah beliau.
Kasus mengenai dokumen palsu mirip DIPA yang sempat mencuat beberapa hari yang lalu, juga tidak luput dari perhatian Dirjen Perbendaharaan. &ldquoKanwil juga perlu mewaspadai adanya kejahatan terutama menyangkut tupoksi kita. Jangan sampai terjadi lagi kasus DIPA palsu. Berbicaralah ke satker di daerah, jelaskan mengenai bentuk dokumen, alur dan sistem DIPA yang sebenarnya. Pelayanan di KPPN sudah cepat, jadi tidak perlu menerima tawaran dari calo anggaran,&rdquo pesannya kepada para pejabat yang baru saja diangkat sumpahnya itu. Beliau menambahkan, &ldquowalaupun kasus tersebut belum sampai membobol negara, kita harus memmperhatikan kualitas keamanan dan tetap melaksanakan SOP yang sudah ditentukan.&rdquo
Dalam kategori lagu pop wanita, Ditjen Perbendaharaan yang diwakili oleh Endang Mulyani berhasil merebut gelar juara dua. Endang adalah pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarata. Dalam Kategori ini, juara pertama diraih oleh Ditjen Pajak.
Laiknya ajang lomba bernyanyi di televisi, ajang tersebut berlangsung cukup meriah. Masing-masing direktorat lingkup Kemenkeu membawa suporter yang meramaikan jalannya lomba. Tidak lupa mereka membawa poster dan spanduk untuk mendukung jagoannya.
Sebaliknya, Agah Sugana merupakan satu-satunya pejabat eselon II yang kembali ke &ldquopangkuan&rdquo Ditjen Perbendaharaan. Digantikan oleh Pak BIG, panggilan akrab Bambang Isnaeni Gunarto, sebagai Kepala Biro Umum, Setjen Kemenkeu, Agah mendapatkan penugasan baru sebagai Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB.
&ldquoKita bekerja tidak hanya pandai dengan keilmuan kita, tetapi juga harus disertai dengan etika, karakter, dan juga kepribadian yang baik. Hal ini pun masih harus didukung dengan semangat untuk menjalankan dengan rasa patriotisme yang tinggi. Karena hal ini yang menjadi kebanggan kita, bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai pegawai negeri sipil, yaitu betu-betul bekerja yang terbaik, mengabdi untuk Negara, bagi masyarakat Indonesia secara luas. &rdquo Pesan Agus Martowardojo.
Direktur Sistem Perbendaharaan yang baru, Abdul Rahman Ritonga mengaku kaget dengan terpilihnya beliau dengan jabatan baru tersebut. &ldquoSebenarnya saya tahu persis (menjadi Dirketur Sistem Perbendaharaan, red) setelah tanda tangan absen. Jadi cukup kaget. Saya termasuk ikhlas menerima pekerjaan. Apa yang diberikan pimpinan saya terima dengan niat ikhlas.&rdquo Ujar Abdul Rahman Ritonga

