- Nasional
- Dilihat: 4064
From Russia To Bali: Kunjungan Delegasi The Federal Treasury Of Rusia Di Kanwil Ditjen Perbendaharaan ProVInsi Bali
Denpasar, perbendaharaan.go.id - Kanwil Ditjen Perbendaharaan Denpasar, Selasa (29/10) menerima kunjungan delegasi The Federal Treasury of Rusia di Gedung Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Denpasar. Dalam kunjungan tersebut, lima orang Delegasi yang dipimpin Alexey Popov, selaku Deputy Head of The Federal Treasury Rusia, didampingi oleh Direktur Transformasi Perbendaharaan, Paruli Lubis, dan beberapa Pejabat Eselon III di lingkungan Direktorat Transformasi Perbendaharaan diterima langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Ni Luh Putu Kumalawati.
Sebagai pengiring kedatangan para delegasi, beberapa pegawai Kanwil DJPBN Denpasar memainkan musik gamelan Bali. Kemudian acara penyambutan tamu dilanjutkan dengan pagelaran Tari Pendet sebagai "Ucapan Selamat Datang". Tarian yang sempat menuai kontroversi antara Indonesia dengan Malaysia tersebut mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari para delegasi yang datang ke Kanwil Denpasar.
Kunjungan delegasi The Federal Treasury of Rusia di Indonesia merupakan kunjungan balasan dari kunjungan rombongan Ditjen Perbendaharaan di Rusia beberapa bulan yang lalu. Studi banding kedua organisasi Treasury (Perbendaharaan, red) antar negara tersebut dilakukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai proses dan sistem terbaru dalam pengelolaan Keuangan Negara di Negara masing-masing.
Rangkaian acara penerimaan kunjungan delegasi Rusia tersebut dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pemaparan materi dalam bahasa Inggris oleh Ibu Ni Luh Putu Kumalawati. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan mengenai Struktur Organisasi dan Tata Kerja Ditjen Perbendaharaan, khususnya tugas pokok dan fungsi Kanwil sebagai instansi vertikal Ditjen Perbendaharaan. Selain itu Ibu Putu juga menjelaskan lebih lanjut mengenai proses bisnis pencairan dana yang dilakukan oleh KPPN.
Forum diskusi yang digelar setelah acara pembukaan, sebagian besar digunakan untuk membicarakan mengenai proses bisnis pencairan dana, sampai kepada hal yang bersifat teknis, seperti jenis-jenis dokumen apa saja yang digunakan. Pada kesempatan tersebut, diperlihatkan kepada para delegasi Rusia salah satu contoh dokumen DIPA.
Tidak hanya sebatas tatanan teori, secara praktis para delegasi mengunjungi KPPN Percontohan Denpasar yang berjarak tidak terlalu jauh dari Gedung Kanwil. Para delegasi menyempatkan diri untuk mengamati secara langsung proses bisnis pencairan dana yang dilakukan KPPN Percontohan Denpasar. Kepala KPPN Percontohan Denpasar, Tonny Kris Murjito, beserta jajaran pejabat Eselon IV turut menyambut sekaligus mendampingi kedatangan para delegasi.
Ruang Pelayanan KPPN Percontohan Denpasar yang pada saat kunjungan sedang sibuk dengan kegiatan pelayanan kepada satuan kerja, menjadi perhatian utama bagi para delegasi Rusia. Bahkan mereka sempat mengabadikan kegiatan-kegiatan pelayanan dengan kamera saku. Di ruang arsip aktif, para delegasi diperlihatkan contoh dokumen-dokumen yang terkait langsung dengan pencairan dana, seperti Surat perintah Membayar (SPM) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Meskipun keberadaan orang asing bukan merupakan suatu hal yang aneh di Pulau Bali, namun demikian, kehadiran orang asing di lingkungan KPPN cukup menjadi perhatian khusus bagi para pegawai, termasuk para tamu (satuan kerja, red) yang sedang datang di KPPN Percontohan Denpasar.
Kunjungan singkat delegasi The Federal Treasury of Rusia, diakhiri dengan tukar-menukar cinderamata yang secara simbolik dilakukan oleh Deputy Head of The Federal Treasury, Alexey Popov dengan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Ni Luh Putu Kumalawati. Diharapkan, kunjungan tersebut, dapat menjadi media pertukaran informasi yang melahirkan inspirasi dan inovasi dalam rangka perubahan dan penyempurnaan system pengelolaan keuangan di kedua Negara.
Kontributor Denpasar : Novri Hendri (novri.hendri[at]gmail.com)
 











Namun begitu kabar baiknya, mulai bulan Oktober 2009 akan diterapkan sistem database terintegrasi. Kedepannya nanti urusan yang terkait DIPA dapat lebih cepat diselesaikan karena adanya sumber database pagu yang sama. Sehingga diharapkan nantinya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih baik lagi khususnya di kantor-kantor daerah yang ada di dalam ruang lingkup kanwil masing-masing. Untuk perangkat lunak, sejak lama sudah disosialisasikan untuk menggunakan software atau perangkat lunak yang berlisensi, baik itu software yang dipakai langsung (software dasar/inti) seperti office automation dsb., maupun software pendukung untuk developer tools atau alat bantu pengembangan aplikasi atau software intinya. Selain sudah memiliki anggaran tersendiri untuk pembelian software berlisensi, DJPB juga sudah bekerja sama dengan pihak Pusintek-Setjen dalam pemenuhan kebutuhan akan pemanfaatan legal/licensed software yang disediakan oleh Pusintek yang berperan dalam urusan bidang TI untuk lingkup Departemen Keuangan.
Topik yang menjadi primadona rakor ini adalah pembahasan masalah Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). LKPP merupakan alat perencanaan, pelaksanaan dan pengambilan keputusan Pemerintah di bidang keuangan, untuk tingkat Kuasa BUN KPPN dan Kanwil DJPBN Provinsi Sumatera Utara. Hal yang sangat mengecewakan adalah menurut penilaian Kantor Pusat DJPBN, Kanwil DJPBN Provinsi Sumatera Utara hanya mendapatkan peringkat 25. Hal ini yang memacu kerja keras seluruh aparat di lingkup Kanwil dan KPPN, karena tidak lepas dari kegagalan KPPN dalam penyusunan LKPP. Namun ada satu nilai yang cukup menjadi kebanggaan dari nilai LKPP tingkat Kuasa BUN lingkup Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara, yaitu meningkatnya tingkat keakurasian LKPP yang mencapai rata-rata 96,94 % dimana pada tahun sebelumnya hanya mencapai rata-rata 91,88%. Kegagalan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara adalah dalam hal ketepatan waktu KPPN menyampaikan laporan, tingkat rekonsiliasi dan tingkat partisipasi yang masih kurang.
Peningkatan rekonsiliasi dilaksanakan dengan memberikan service excellence kepada mitra kerja KPPN dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara melalui penggunaan front office, di mana tiap-tiap bidang diwakili oleh pegawai front office yang memahami tupoksi setiap bidang dan menolak segala bentuk gratifikasi.
Tidak berbeda dengan manusia, dunia organisasi pun selalu dibayangi berbagai resiko, termasuk organisasi publik seperti Departemen Keuangan. Salah satu diantaranya resiko fiskal seperti APBN yang tidak berjalan dengan semestinya, subsidi membengkak, harga minyak naik atau perubahan kurs. &ldquoSelain resiko-resiko fiskal, ada juga resiko yang timbul karena hubungan pelayanan dengan pihak eksternal dan internal organisasi. Salah satunya adalah rasa ketidakpercayaan dari pengguna jasa atau kompetensi pegawai yang belum memadai,&rdquo ungkap beliau.
Sosialisasi PMK.191/PMK.09/2008 tentang Penerapan Manajemen Resiko di Lingkungan Departemen Keuangan ini berlangsung Kamis (20/8) di Gedung Prijadi Praptosuhardjo II (Gd eks MA). Dengan dihadiri seluruh pejabat eselon II dan eselon III kantor pusat Ditjen Perbendaharaan, pelaksanaan sosialisasi ini berjalan lancar dan sukses. Diakhir acara, Bapak K.A. Badaruddin mengingatkan agar seluruh eselon II menerapkan manajemen resiko dengan serius dan fokus. &rsquo&rsquoMulai dari perencanaan, penerapan hingga tahap evaluasi, selayaknya dilakukan dengan keseriusan dan focus, karena tanpa itu,sulit mencapai tujuan sebagaimana telah ditetapkan,&rsquo&rsquo pesannya.

