- Nasional
- Dilihat: 4077
Mempertahankan Nilai Indeks Kepuasan Layanan, Ditjen Perbendaharaan Adakan Pembekalan Penyuluh Perbendaharaan
Liputan Pembekalan Penyuluh Perbendaharaan Tahap II Angkatan I sampai dengan Angkatan III
Jakarta, perbendaharaan.go.id - Berdasarkan Survey Indeks Kepuasan Layanan yang dilakukan oleh IPB tahun 2011, Pelayanan Ditjen Perbendaharaan turun dengan nilai indeks 4.13 di tahun 2010 menjadi 4.03 di tahun 2011, namun nilai indeks tersebut masih tetap yang tertinggi dibandingkan Unit Eselon 1 lainnya yg memilliki kantor pelayanan di daerah. Penurunan ini dapat terjadi karena tidak seimbangnya kenaikan pelayanan Ditjen Perbendaharaan terhadap tuntutan stakeholders.
Sebagai salah satu upaya untuk kembali mempertahankan Indeks Kepuasan Layanan Ditjen Perbendaharaan, maka Ditjen Perbendaharaan menggelar Pembekalan Penyuluh Perbendaharaan. Kegiatan tersebut terlaksana atas kerja sama Direktorat Sistem Perbendaharaan bekerjasama dengan Sekretariat D
itjen Perbendaharaan sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Penyuluh Perbendaharaan
Dalam pembukaan di setiap angkatannya, Abdul Rahman Ritonga, Direktur Sistem Perbendaharaan, menyampaikan, &ldquoMelalui tenaga penyuluh perbendaharaan yang andal, diharapkan kita dapat semakin baik melaksanakan fungsi pembinaan kepada satuan kerja kementerian negara/ lembaga. Pemahaman satker akan tata cara pengelolaan keuangan negara, khususnya fungsi perbendaharaan negara akan meningkat dan otomatis akan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara. Dari sisi SDM, dengan adanya Penyuluh Perbendaharaan bersertifikat ini organisasi diuntungkan karena para Penyuluh adalah SDM yang terpilih dan punya tanggung jawab untuk senantiasa meningkatkan kemampuan teknis yang dimiliki untuk menunjang tugasnya sebagai Penyuluh Perbendaharaan&rdquo.
Pembekalan ini dilaksanakan melalui 3 angkatan, angkatan I pada tanggal 13 s.d 17 Februari 2012 sejumlah 56 orang pegawai, angkatan II pada tanggal 27 Februari s.d 2 Maret 2012 sejumlah 60 orang pegawai dan angkatan III tanggal 12 s.d 16 Maret 2012 sejumlah 60 orang pegawai. Masing-masing angkatan dibagi menjadi 2 kelas agar lebih efektif dalam penyampaian materinya. Sementara itu materi yang diajarkan adalah materi non presentation skill dan presentation skill. Materi non presentation skill terdiri dari tupoksi dan pedoman penyuluhan perbendaharaan, ceramah umum keuangan Negara, SPAN, dan sosialisasi peraturan terbaru dan motivasi pegawai, dengan narasumbernya adalah para pejabat kantor pusat Ditjen Perbendaharaan. Sedangkan untuk materi presentation skillterdiri dari teknik presentasi, teknik konsultasi dan teknik menyusun bahan presentasi yang disampaikan oleh konsultan/provider pakar public speaking.
Untuk mengetahui sejauh mana para peserta menyerap materi presentation skill yang telah diajarkan, di hari terakhir, masing - masing peserta di wajibkan untuk mempresentasikan sebuah materi dengan tema bebas, dihadapan peserta Pembekalan Penyuluh Perbendaharaan itu sendiri yang mana setiap presentasi dievaluasi tentang kekurangan dan kelebihannya.
Oleh: Sugeng Wistriono - Media Center Ditjen Perbendaharaan










pegawai dengan usia 50 tahun keatas terhadap minat pensiun sukarela. Melalui survey tersebut Ditjen Perbendaharaan dapat mengkalkulasikan kesiapan dana yang akan timbul, serta dampak-dampak lain yang dimungkinkan timbul.
Kasubdit Bimbingan Akuntansi Instansi Agung Kurniawan Purbohadi, dalam arahannya menjelaskan bahwa bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan negara di masing-masing kementerian negara/lembaga adalah adanya Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL). Tahun ini merupakan tahun yang penting karena semua kementerian negara/lembaga menargetkan untuk dapat mencapai opini terbaik Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk Laporan Keuangan Tahun 2011.
Paparan dan diskusi dengan peserta merupakan agenda yang dilakukan oleh masing - masing Kepala Bagian Sekretaris Ditjen PBN. Paparan Juga disampaikan oleh Kasubdit  dari Direktorat Sistem Perbendaharaan, dan Kasubdit dari Direktorat Transformasi Perbendaharaan, hal ini diselenggarakan sebagai wujud bahwa  KPPN Percontohan didukung oleh tekhnologi informasi yang lebih reliable yang disesuaikan dengan agenda piloting  implementasi SPAN sehingga dapat memberikan nilai tambah sebagai kantor pelayanan yang modern.
Setiap tahapan proses penerusan pinjaman diintegrasikan melalui database system. Secara otomatis, aplikasi SPAN menghilangkan proses penatausahaan penerusan pinjaman yang masih bersifat manual. 

