Liputan Kunjungan Dirjen Perbendaharaan Pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Pasca Gempa Bali.
Denpasar, perbendaharaan.go.id - Ditengah kesibukannya, Dirjen Perbendaharaan Agus Suprijanto  meluangkan waktunya untuk berkunjung ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Sabtu (15/10). Kunjungan tersebut dilakukan pasca terjadinya gempa yang menimpa Bali pada hari Kamis tanggal 13 Oktober 2011. Agus Suprijanto tiba di Bandara Ngurah Rai Denpasar pada sekitar pukul 18.30 WITA. Agus langsung menuju gedung Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali yang berlokasi di Gedung Keuangan Negara I Denpasar.
Dirjen Perbendaharaan dengan didampingi  Kepala Kanwil Ditjen perbendaharaan Provinsi Bali Ni Luh Putu Kumalawati beserta para Kepala Bidang dan Kepala Seksi, meninjau langsung kondisi gedung Kanwil Ditjen Perbandaharaan Provinsi Bali pasca terjadinya gempa. Setiap ruangan dari lantai 1 sampai dengan lantai 3 tak luput dari amatannya. Kondisi gedung Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali akibat gempa tidak terlalu parah dan membahayakan, walaupun pada beberapa bagian gedung  mengalami retak.
Sebagaimana dilansir oleh kompas.com, gempa yang menimpa wilayah Bali terjadi pada hari Kamis tanggal 13 Oktober 2011 pukul 11.16 WITA dengan keKuatan 6,8 SR dengan pusat gempa di 143 km barat daya Nusa Dua pada kedalaman 10 km.  Gempa susulan terjadi pada pukul 15.52 WITA dengan keKuatan 5,6 SR Pusat gempa susulan terjadi di 131 km barat daya Nusa Dua dan pada kedalaman 10 km.
Setelah melihat-lihat kondisi gedung Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali pasca gempa Bali, Agus Suprijanto masih meluangkan waktu sejenak untuk beramah tamah dengan para Kepala Bidang dan kepala Seksi. Keluarga besar Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali tampak merasa terhibur dan berbahagia dengan kunjungan orang nomor satu di Ditjen Perbendaharaan yang sangat peduli dan ingin segera mengetahui kondisi yang terjadi di Bali.
Oleh: Lili Khamiliyah - Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali









Pelatihan aplikasi perkantoran dilaksanakan serentak pada 30 kanwil dan 134 KPPN Non Percontohan selama dua bulan, Oktober &ndash November, bertempat di kantor masing-masing dan diikuti oleh kurang lebih 4.300 pegawai.
Peserta yang dipanggil pada Pembekalan Penyuluh Perbendaharaan telah melewati seleksi dari berbagai tahapan. Dari 1394 pegawai  yang mengikuti Ujian Online maupun Offline , terpilih 570 Pegawai yang berhak mengikuti Ujian Presentasi, kemudian dari jumlah tersebut disaring lagi dan akhirnya lulus untuk mengikuti pembekalan sebanyak 421 pegawai.
&rdquoSeperti kita ketahui bahwa laporan statistik yang berdasarkan international best practice akan sangat berguna bagi pemerintah dalam menginformasikan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki seperti hal-halnya negara-negara maju lainnya sehingga dalam jangka penjang dapat lebih meningkatkan kembali keuangan negara di Indonesia,&rdquo papar Yuniar Yanuar Rasyid.
Terkait pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penyerapan anggaran semester I, sampai dengan akhir bulan September 2011 kondisi penyerapan masih rendah, dari pagu total Kementerian Negara/Lembaga kondisi penyerapan baru sebesar 47,29 %. Penyebab rendahnya penyerapan anggaran semester I, berdasarkan hasil identifikasi disebabkan oleh proses pengadaan barang dan jasa, perencanaan yang tidak matang, sumber daya manusia tidak cukup memadai, kekurangan panitia pengadaan barang dan jasa yang bersertifikasi, serta nature satker (karakteristik). Sebagian besar permasalahan klasik tersebut merupakan permasalahan yang berulang setiap tahunnya.
Training ini dibuka oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat, Seto Utarko. Dalam welcome speech-nya, beliau memberikan apresiasi atas terpilihnya kota Bandung sebagai  penyelenggara Training Duta SPAN Unit Tahap II dan berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh kegiatan dengan baik .

Salah satu isu penting yang dibicarakan dalam rapat koordinasi SDM tahun 2011 adalah Program Pensiun Dini dengan Kompensasi Khusus (PPDK) sebagai upaya penataan pegawai untuk memenuhi kebutuhan SDM baik dari segi kuantitas dan kualitas. &ldquoPPDK merupakan salah satu alternatif exit strategy medium landing yang saat ini eligible ditempuh oleh Kementerian Keuangan&rdquo kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Tata Suntara.
&ldquoKami segenap jajaran Direktorat Jenderal perbendaharaan, dari Sabang sampai Merauke, secara ikhlas untuk meleburkan nilai-nilai Ditjen Perbendaharaan dengan nilai-nilai Kementerian Keuangan. Dengan mkomitmen yang Kuat, kami berikrar untuk mendukung, mengawal, dan menjalankan nilai-nilai Kementerian Keuangan,&rdquo ujar Dirjen Perbendaharaan dihadapan Menteri Keuangan.





