- Nasional
- Dilihat: 5714
Agus Suprijanto: Ditjen Perbendaharaan, Dulu ‘Musuh’ Sekarang Mitra Kerja Yang Disegani
Liputan Kunjungan Kerja Dirjen Perbendaharaan ke Provinsi Maluku Utara
Ternate, perbendaharaan.go.id - Selepas membuka Training Duta SPAN Unit di Makassar, sehari sesudahnya (Kamis, 4/8/2011) Dirjen Perbendaharaan Agus Suprijanto mengadakan kunjungan kerja ke Ternate, ibukota Provinsi Maluku Utara. Di Ternate Dirjen Perbendaharaan mengagendakan  untuk meresmikan gedung baru Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara, di samping mengadakan pertemuan ramah-tamah dengan segenap jajaran pegawai Ditjen Perbendaharaan yang bertugas di kota tempat benteng Santa Lucia yang terkenal itu berada.
Peresmian Gedung Baru Kanwil
Dalam acara peresmian gedung baru Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Gani Kasuba dan beberapa unsur Muspida Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate, Dirjen Perbendaharaan mengungkapkan keinginannya agar Kanwil Ditjen Perbendaharaan beserta unit vertikal Kemenkeu lainnya mampu menjadi representasi Kementerian Keuangan yang kredibel bagi daerah. Sebaliknya, ia juga mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, instansi vertikal kementerian negara/lembaga, perbankan, dunia usaha, dan masyarakat agar tugas dan fungsinya dapat berhasil, dan membawa manfaat bagi pembangunan di Provinsi Maluku Utara. &ldquoHubungan kerja dan tali persaudaraan yang baik akan memperkokoh komitmen dan semangat kita bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,&rdquo tandasnya.
D
irjen Perbendaharaan juga menekankan mengenai semakin pentingnya peran Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan dan KPPN. Ia berharap agar kinerja dua instansi vertikal Ditjen Perbendaharaan itu mampu ditingkatkan lebih baik lagi. &ldquoKanwil Ditjen Perbendaharaan harus mampu meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pelaksanaan APBN dengan melaksanakan fungsi pengesahan DIPA maupun revisi DIPA, pembinaan pengelolaan perbendaharaan negara, dan penyusunan pelaporan keuangan pemerintah tingkat wilayah. Demikian pula Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, dengan tugas utama pencairan dana APBN, penatausahaan penerimaan negara, dan penyusunan laporan keuangan, dituntut untuk berkarya dengan semakin profesional, mengutamakan pelayanan, mengefisienkan proses bisnis, dan meningkatkan akuntabilitas,&rdquo harapnya.
Poin penting lainnya yang disampaikan oleh Dirjen Perbendaharaan adalah mengenai Reformasi Birokrasi. Ia menyatakan bahwa perjalanan Ditjen Perbendaharaan dalam melakukan perubahan dan penyempurnaan merupakan sebuah perjalanan panjang dan penuh tantangan, dimulai dari Reformasi Manajemen Keuangan Negara, kemudian dilanjutkan dengan Reformasi Birokrasi, dan sekarang tengah memasuki tahap awal dari Transformasi Kelembagaan. Ia meminta kepada para stakeholder supaya turut mendukung komitmen perubahan itu secara sungguh-sungguh. &ldquoTidak akan ada celah secuil pun untuk berjalan mundur, dan tidak ada peluang sekelebat pun untuk menoleh ke belakang.  Kita harus maju terus ke depan dan mengawal spirit Reformasi Birokrasi,&rdquo tegasnya, yang disambut dengan tepuk-tangan penuh antusias dari para undangan.
Penataan Organisasi, Penyempurnaan Proses Bisnis dan Penyempurnaan Manajemen SDM yang menjadi pilar Reformasi Birokrasi, kata Dirjen Perbendaharaan, akan senantiasa dibarengi dengan pemenuhan sarana dan prasarana yang lebih representatif dalam mendukung lancarnya proses bisnis, termasuk penyediaan gedung kantor. Dengan semakin representatifnya sarana dan prasarana, harapnya, komitmen dalam peningkatan kualitas layanan akan senantiasa menjadi spirit dalam bekerja dan berkarya.
Sebelumnya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara Haryana menyatakan tekadnya untuk mengoptimalkan kinerja unit kerja yang dipimpinnya. &ldquoMeskipun masih terbilang muda, karena baru mulai beroperasi sejak November 2004, namun Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara berkomitmen penuh untuk menyejajarkan prestasi dan kinerjanya dengan kanwil Ditjen Perbendaharaan lainnya,&rdquo tegasnya.
Unit eselon II yang mempunyai komitmen layanan &ldquoMenuju Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara yang Profesional, Modern, dan Akuntabel guna Mewujudkan Manajemen Keuangan Pemerintah yang Efektif dan Efisien di Wilayah Provinsi Maluku Utara&rdquo ini secara organisasi membawahi dua KPPN, yakni KPPN Ternate dan KPPN Tobelo. Dana APBN yang dikelola sebesar Rp2,8 triliun, yang tersebar pada 317 satuan kerja.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan tugas Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara. &ldquoPemerintah Provinsi Maluku Utara beserta seluruh jajarannya bertekad untuk memberikan dukungan dengan sungguh-sungguh kepada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara agar dapat menjalankan tugasnya demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Maluku Utara,&rdquo serunya.
Berdiri di atas tanah seluas 4.865m2, gedung baru Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara terdiri atas dua lantai dengan luas bangunan 1.200m2. Bagian depan gedung ini menghadap ke sebelah barat ke arah Gunung Gamalama, sedangkan sisi belakangnya mengarah ke timur dengan Pulau Tidore, Pulau Maitara, dan Pulau Halmahera sebagai lanskapnya. Sebagaimana diketahui, Tidore dan Maitara merupakan gambar muka uang pecahan Rp1.000,-.
Malam Ramah Tamah
Selepas buka puasa bersama dan Sholat Tarawih berjamaah, Dirjen Perbendaharaan berkesempatan mengadakan acara ramah-tamah dengan para pegawai Ditjen Perbendaharaan yang bertugas di Ternate. Silaturahmi selama hampir dua jam itu antara lain dihadiri oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Sugianto selaku kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara periode sebelumnya. Sebagai sosok yang dari awal mula menyiapkan dan mengorganisasi pendirian gedung baru kanwil, ia diminta untuk menceritakan seluk beluk dan kronologi pendiriannya. &ldquoTernate sudah seperti kampung halaman bagi saya,&rdquo katanya.
Dalam kesempatan ini, Dirjen Perbendaharaan berkisah tentang perjalanan karir dan pengabdiannya di Ditjen Perbendaharaan, termasuk fase saat di mana ia harus melalang buana ke Washington DC sebagai salah satu wakil Indonedia pada Bank Dunia. Figur yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harminisasi Kebijakan (Pushaka) Sekjen Depkeu ini mengaku bahwa dirinya bukanlah &lsquoorang lain&rsquo di Ditjen Perbendaharaan. &ldquoSaya adalah orang asli Ditjen Perbendaharaan, yang dulunya bernama Ditjen Anggaran,&rdquo aku mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal ini.
Pada acara yang dihadiri pula oleh Kepala KPPN Tobelo tersebut, Dirjen Perbendaharaan berpesan agar seluruh jajaran pegawai Ditjen Perbendaharaan di Maluku Utara dapat memahami dan mengamalkan lima Nilai dan sepuluh Perilaku Utama yang menjadi karakter dan ciri khas pegawai Kementerian Keuangan, khususnya Ditjen Perbendaharaan. Lima nilai tersebut antara lain: integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan. Sedangkan sepuluh perilaku utama itu yakni: satu, bersikap jujur, tulus, dan dapat dipercaya dua, menjaga martabat dan tidak melakukan hal-hal tercela tiga, mempunyai keahlian dan pengetahuan yang luas empat, bekerja dengan hati lima, memiliki sangka baik, saling percaya dan menghormati enam, menemukan dan melaksanakan solusi terbaik tujuh, melayani dengan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan delapan, bersikap proaktif dan cepat tanggap sembilan, melakukan perbaikan terus-menerus dan sepuluh, mengembangkan inovasi dan kreativitas.
Dirjen Perbendaharaan juga mengungkapkan kegembiraannya atas atas perubahan luar biasa yang dicapai oleh Ditjen Perbendaharaan. Ia mengaku dapat merasakan hal itu justru ketika tengah bertugas di luar struktur Ditjen Perbendaharaan. Ia berkeyakinan bahwa segala hal yang telah dirintis dan diraih oleh Ditjen Perbendaharaan dapat dilanjutkan dan terus ditingkatkan di bawah kepemimpinannya. &ldquoMari bersama-sama kita pertahankan dan tingkatkan semua yang telah dicapai. Mari kita jadikan Ditjen Perbendaharaan menjadi sebuah institusi yang senantiasa dipercaya oleh publik. Dulu kita mungkin dianggap sebagai &lsquomusuh&rsquo oleh kementerian/ lembaga, tapi sekarang dan ke depan kita telah berubah menjadi mitra kerja yang disegani oleh stakeholder,&rdquo  ajaknya.
Di akhir sambutannya, Dirjen Perbendaharaan mengingatkan akan urgensinya seluruh pegawai Ditjen Perbendaharaan untuk dapat memahami Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN). Dikatakannya, bahwa SPAN adalah masa depan Ditjen Perbendaharaan. Semua harus memahami apa dan bagaimana SPAN. SPAN diciptakan agar kinerja kita dalam melaksanakan tugas dapat optimal, lebih efektif dan efisien. &ldquoAnda semua harus mencari tahu apa dan bagaimana SPAN melalui media apa saja, bisa internet atau intranet, dan lainnya,&rdquo ajaknya.
Di samping itu, ia juga menyampaikan mengenai sedang digodok dan akan diterapkannya Pensiun Dini dengan Kompensasi Khusus. &ldquoBagi yang telah berusia lima puluh tahun ke atas silakan memikirkan untuk mengikuti program  Pensiun Dini dengan Kompensasi Khusus. Mekanismenya sedang diolah, dan selekasnya nanti akan disosialisasikan,&rdquo terangnya.
Malam itu, waktu menunjukkan pukul 22.30 WIT. Angin cukup kencang bertiup dari Gunung Gamalama ke arah Selat Halmahera. Seakan menyuruh kita untuk segera bergegas, merampungkan banyak tugas kita yang tertunda. Esok harinya rombongan Dirjen Perbendaharaan akan melanjutkan perjalanan menuju ke Manado. strong>Hendy S. Yudhiyanto (Media Center Ditjen Perbendaharaan
)









Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Perbendaharaan menekankan pula mengenai pentingnya segenap pegawai Ditjen Perbendaharaan untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai dan perilaku-perilaku utama Kementerian Keuangan. Nilai dan Perilaku Utama Kementerian Keuangan tersebut, jelasnya, adalah hasil pembahasan maraton yang dilakukan oleh sebuah focus group beranggotakan 76 orang yang berasal dari seluruh unit eselon I Kementerian Keuangan. Nilai dan Perilaku Utama tersebut dirumuskan dengan sebuah kesadaran bahwa nilai-nilai yang selama ini berbeda antara unit-unit eselon I Kementerian Keuangan dianggap dapat mengganggu tercapainya integrasi.
Saat sesi interaktif, menanggapi pertanyaan salah seorang pegawai mengenai &lsquotidak adil&rsquo-nya pola grading yang berlaku saat sekarang, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Didyk Choiroel mengungkapkan bahwa akan diterbitkan sebuah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur tentang perhitungan kinerja dan pemberian tunjangan kinerja. PMK itu, katanya, akan diterapkan sebagai dasar hukum bagi bagaimana penghitungan kinerja dan pemberian tunjangan kinerja itu dilakukan sampai pada level individu.
Kasubbag AKKP, Muhammad Arif mewakili Kepala Bagian Administrasi Kepegawaian, dalam laporannya menyampaikan bahwa  pada tanggal 16-17 Juli 2011 dan 23- 24 Juli 2011 Setditjen Perbendaharaan telah melaksanakan pembekalan assessment center kepada lima calon KPPN Percontohan. Merupakan suatu hal yang baru dan belum pernah dilakukan sebelumnya dimana pegawai pada KPPN calon KPPN Percontohan medapatkan pembekalan sebelum mengikuti assessment center. Pembekalan merupakan suatu modal dasar yang sangat besar bagi pegawai KPPN dalam menempuh assessment center yang sesungguhnya.
Bahkan Siswo Sujanto, mantan Sekretaris Ditjen Perbendaharaan yang juga salah seorang founding father paket undang-undang bidang keuangan negara, mengungkapkan bahwa mustahil SPM fiktif bisa diproses menembus sistem aplikasi yang dipunyai oleh KPPN. Arsip data komputer SPM, katanya, harus mengandung kunci-kunci berupa inskripsi yang sesuai agar bisa diproses lebih lanjut oleh KPPN. Inskripsi itu hanya dapat diperoleh dari sistem aplikasi SPM yang dimiliki oleh satker. Artinya, tak ada peluang bagi SPM palsu atau fiktif untuk dicairkan dananya. Dengan kata lain, sesungguhnya SPM yang menjadi sumber masalah dalam kasus Agus dan Erfan tidaklah palsu atau fiktif!
Sebelumnya, pada kesempatan yang sama kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan Pardiharto beranalogi betapa semangat para Duta SPAN Unit mestilah sama dengan semangat Angkatan 45 yang mendirikan Indonesia 66 tahun lampau. &ldquoSebagai pejuang perubahan, Anda semua (para Duta SPAN Unit- red.) harus mempunyai semangat yang tinggi untuk membangun negeri ini seperti semangat yang dimiliki oleh para pejuang Angkatan 45 yang ditunjukkan 66 tahun lalu. Apalagi waktunya bersamaan, yaitu pada bulan Ramadhan dan Agustus,&rdquo tandasnya memberikan semangat kepada para Duta SPAN Unit yang hadir sebagai peserta training.
Dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh 30 pejabat eselon III dari 30 Kanwil Ditjen Perbendaharaan di seluruh Indonesia, dan 23 orang pejabat/pegawai lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali ini terungkap tekad bersama seluruh jajaran di Kanwil DJPBN untuk membumikan peran Ditjen Perbendaharaan sebagai guru bagi satker K/L agar pengelolaan keuangan negara kian baik dilaksanakan di seluruh satker K/L.
Semangat itulah yang kemudian kental mewarnai pelaksanaan Pembekalan Persiapan Pembentukan KPPN Percontohan Tahap V. Diikuti oleh 26 dari 29 pegawai KPPN Mamuju, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 16 s.d. 17 Juli, itu terkesan penuh dengan nuansa atensi dan antusiasme. Para peserta mengikuti mata acara demi mata acara dengan tekun dan sungguh-sungguh. Hal itu terbukti dengan berjalannya proses pembekalan dengan cukup interaktif. Materi kepegawaian yang disampaikan oleh Muhammad Arif, sesi kelembagaan yang dipandu oleh Syafriadi, dan persiapan assessment oleh instruktur dari ARA Indonesia tak dilewatkan oleh peserta tanpa mengemukakan pertanyaan dan tanggapan. Jadinya, pembekalan tersebut terselenggara dengan lumayan dinamis.
assessee pada suatu pekerjaan.  Assessment merupakan penggabungan dari berbagai unsur penilaian untuk memetakan kompetensi assessee, baik soft maupun hard competency sehingga assessee. Hasil assessment dapat memberikan gambaran mengenai pemetaan pegawai sesuai dengan kompetensi dan kinerjanya.
Pembekalan Persiapan Pembentukan KPPN Percontohan sendiri diselenggarakan agar pegawai dapat memahami materi yang akan diujikan dalam assessment calon pegawai KPPN Percontohan sehingga potensi kelulusannya dapat dioptimalkan. Di samping itu, para pegawai diharapkan dapat memahami substansi pembentukan KPPN Percontohan tahap V, seperti proses bisnis dan  standar pelayanan, sehingga dapat mempersiapkan diri menyongsong pelaksanaan KPPN Percontohan Tahap V pada bulan Oktober 2011.

