- Nasional
- Dilihat: 13135
Tahun 2012: Seluruh Unit KPPN Menjadi KPPN Percontohan
Liputan Rakor Pembentukan KPPN Percontohan Tahap VII
Sungai Liat, perbendaharaan.go.id &ndash Menyusul 42 KPPN Percontohan yang telah ada, Ditjen Perbendaharaan siap membentuk seluruh unit KPPN menjadi KPPN Percontohan pada tahun 2012. Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam Rapat Koordinasi Pembentukan KPPN Percontohan, pada tanggal 17 &ndash 18 Februari 2012, di Sungai Liat.
Menurut Sekretaris Ditjen Perbendaharaan Tata Suntara keputusan untuk membentuk KPPN Percontohan pada seluruh unit layanan terdepan Ditjen Perbendaharaan pada tahun 2012 ini, dilakukan untuk memenuhi tuntutan modernisasi seluruh KPPN. Modernisasi merupakan bagian transformasi kelembagaan sebagai kelanjutan proses reformasi birokrasi.
Dari sisi lain, pembentukan KPPN Percontohan Tahap VI s.d. VIII juga dilakukan untuk mendukung implementasi SPAN secara komprehensif. Implementasi tersebut meliputi sisi bisnis proses, teknologi informasi, dan change management and communication (CMC).
Tata Suntara menegaskan, walaupun memiliki latar belakang atau dasar kebijakan yang Kuat, pembentukan KPPN Percontohan pada seluruh KPPN di seluruh Indonesia bukan merupakan hal yang mudah. Tantangan-tantangan besar yang meliputi kesiapan SDM, penyediaan infrastruktur, hingga pelaksanaan layanan sesuai peraturan yang ada, membutuhkan komitmen yang sangat Kuat dari semua jajaran Ditjen Perbendaharaan.
Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan akan segera menyusun indikator-indikator pengukuran keberhasilan persiapan pembentukan KPPN Percontohan. Indikator tersebut adalah sebagai bentuk kesiapan dari sisi organisasi dan kinerja, kesiapan dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga kerangka waktu pemenuhannya. Berdasarkan pencapaian indikator-indikator kesiapan implementasi Pembentukan KPPN Percontohan pada masing-masing kantor, akan dilakukan evaluasi. Hasil evaluasi atas capaian indikator-indikator tersebut akan menjadi dasar penilaian terhadap kesiapan masing-masing KPPN menjadi KPPN Percontohan.
Dalam kesempatan tersebut, hadir seluruh Kepala Bagian Umum Kanwil dan Kepala KPPN wilayah Sumatera dan Kalimantan. Saat itu Tata Suntara meminta minta seluruh KPPN untuk berupaya optimal dan all out, memenuhi indikator tersebut sesuai batas waktu yang ditetapkan.
Oleh: Tonny W. Poernomo dan Novri H.S. Tanjung &ndash Media Center Ditjen Perbendaharaan










Billing systempenerimaan pajak merupakan tahap pertama implementasi MPN G2. PT. Pos Indonesia dan Bank Mandiri telah ditunjuk sebagai peserta ujicoba billing system penerimaan pajak. Wajib pajak peserta ujicoba ditetapkan di beberapa wilayah Kanwil DJP Bandung.
Dalam perjalanannya, kendala dan permasalahan muncul sehingga mempengaruhi aspek pelayanan terhadap para wajib pajak, wajib bayar, dan wajib setor. Untuk mencapai tujuan penatausahaan penerimaan negara yang lebih mudah, aman, cepat, akurat, dan efisien dalam rangka menghasilkan laporan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut terhadap MPN.
Senada dengan Sekjen Kementerian Keuangan, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Teknologi Informasi Bobby A.A. Nazief mengharapkan komitmen yang Kuat dari semua lini. &ldquoSolusi teknologi tidak melulu yang utama dalam sebuah sistem. Kuncinya justru bukan dari teknologi informasi, melainkan kolaborasi semua pihak.&rdquo ujar Bobby.
Menindaklanjuti amanat Presiden RI dalam Pidato Penyerahan DIPA Tahun 2012, pemerintah diminta untuk segera melakukan evaluasi hambatan regulasi dalam proses belanja barang dan modal. Untuk itu Ditjen Perbendaharaan berinisiatif melakukan usulan penyempurnaan Perpres 54 Tahun 2010.
Agus sangat fokus mendorong proporsionalitas proses pelaksanaan anggaran dengan rencana penarikan dana bagi setiap satker. Rencana penarikan dana yang disusun secara sistematis diharapkan dapat dilaksanakan dengan disiplin, sehingga membantu proses perencanaan kas secara nasional. Selanjutnya, perencanaan kas yang baik akan menunjang kualitas pengelolaan kas pemerintah.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan memliki 2.607 kegiatan dengan anggaran 570,2 miliar rupiah. Kegiatan tersebut tersebar di sekretariat dan tujuh direktorat. Sekretariat memiliki 1.191 kegiatan dengan dana 314 miliar rupiah, Dit PA 62 kegiatan dengan 12,6 miliar rupiah, Dit PKN 298 dengan 12 miliar. Sementara Dit SMI mengelola 224 kegiatan dengan 89,5 miliar, Dit PPK BLU 64 kegiatan dengan 6,7 miliar, Dit APK 258 kegiatan dengan 78,6 miliar, Dit SP 336 kegiatan, 20,8 miliar dan Dit TP mengelola 174 kegiatan dengan dana 34 miliar rupiah.
Selanjutnya Menteri Keuangan menjaring segala keluhan dan masukan secara langsung dari pejabat berkenaan. Berbagai permasalahan dan masukan kemudian disampaikan dalam suasana yang penuh keakraban, yang meliputi bidang perpajakan, perbendaharaan, kekayaan Negara, dan kepabeanan.
Kemudian,  Dra. Rina Robiati yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Program Pensiun &ndash Direktorat Pengelolaan Kas Negara, mendapat amanah baru sebagai Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Gorontalo. Sedangkan beberapa pejabat eselon II yang dialantik lainnya hanya mengalami pergeseran tempat tugas.

