Liputan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengalihan Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai kepada Satuan Kerja di Lingkungan POLRI
Jakarta, perbendaharaan.go.id - Direktorat Sistem Perbendaharaan menyelenggarakan kegiatan &ldquoSosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengalihan Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai kepada Satuan Kerja di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia&rdquo, pada tanggal 9 &ndash 11 April 2012, di di Hotel Grand Sahid Jaya. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mensukseskan pelaksanaan pengalihan pengelolaan administrasi belanja pegawai kepada satuan kerja di lingkungan Polri.
Dalam kegiatan ini Direktorat Sistem Perbendaharaan mengundang peserta dari 167 KPPN yang menangani belanja pegawai Polri, 30 Kanwil Ditjen Perbendaharaan, dan 10 satker Polri wilayah Jakarta.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Sistem Perbendaharaan, Abdul Rahman Ritonga. Dalam keynote speech-nya, Ritonga menyampaikan bahwa terlaksananya pengalihan pengelolaan administrasi belanja pegawai kepada satuan kerja di lingkungan Polri merupakan hasil kerjasama antara Ditjen Perbendaharaan dan Mabes Polri. &ldquoSemoga kerjasama ini juga dapat diteruskan pada tataran implementasi di daerah antara kanwil Ditjen Perbendaharaan dengan Polda maupun antara KPPN dengan Polres&rdquo, harapnya. Pada acara pembukaan, hadir pula Kepala Pusat Keuangan Mabes Polri (Kapuskeu) Brigjen Drs. Bambang Ghiri SE, MBA yang ikut memberikan sambutan.
Pada hari kedua, dilaksanakan pemaparan materi sekaligus tanya jawab terkait kebijakan, proses bisnis, dan aplikasi belanja pegawai Polri. Dalam acara ini juga peserta dilatih untuk dapat mengoperasikan aplikasi belanja pegawai Polri, yang pada malam sebelumnya telah diinstal di laptop masing-masing. Selain itu, pada malam harinya para peserta juga diberikan sosialisasi tentang PIN PPSPM. Di akhir acara, diberikan post-test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta atas materi sosialisasi dan bimtek.
Narasumber pada kegiatan ini semuanya berasal dari Direktorat Sistem Perbendaharaan, yaitu dari Subdit Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaaan, dan Subdit Pengembangan Aplikasi.
Kegiatan sosialisasi dan bimtek ditutup secara resmi oleh Direktur Sistem Perbendaharaan. Dalam kalimat penutupnya, Ritonga mengingatkan kembali tentang nilai-nilai Kementerian Keuangan yang harus selalu dipahami, dihayati dan diamalkan oleh segenap pegawai Kementerian Keuangan.
Oleh: Kontributor Direktorat Sistem Perbendaharaan










Delegasi Korsel yang ditugaskan untuk melakukan sharing mengenai Performance Based Budgeting, Mr Nowook Park, Ph.D. dari Korea Institute of Public Finance, didampingi oleh Kang Sukwon, Ph.D Deputi Direktur Sekretariat Bersama Indonesia-Korea mengawali kunjungannya dengan menyambangi Direktorat Jenderal Anggaran di pagi hari tanggal 11 April 2012. Menjelang siang, kedua delegasi tersebut mendatangi Ditjen Perbendaharaan dan disambut oleh beberapa pejabat Direktorat Pelaksanaan Anggaran sebagai delegasi Indonesia.
Di akhir pertemuan (11/4), delegasi Korsel menyatakan keseriusannya untuk membantu Indonesia meningkatkan kualitas sistem pelaksanaan anggaran dalam rangka Performance Based Budgeting. &ldquoKami akan membuat rekomendasi-rekomendasi yang akan kami tuangkan dalam sebuah paper&rdquo, ujar Mr Nowook Park, Ph.D penuh semangat. Menanggapi hal itu, delegasi Indonesia menyampaikan,&ldquoKami akan menunggu paper Anda.&rdquo
Uji coba layanan Mobile KPPN di Bali dipimpin oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Ni Luh Putu Kumalawati. Selain itu, uji coba tersebut dihadiri juga oleh seluruh Kepala KPPN dan Kepala Bagian Umum Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Ni Luh Putu Kumalawati berharap layanan Mobile KPPN mampu menjadi solusi atas kendala langkanya transportasi umum di Bali. &ldquoSeperti kita ketahui di Bali jarang angkutan kota, sehingga layanan Mobile KPPN mudah-mudahan menjadi solusi bagi satuan kerja atas kendala waktu dan jarak tempuh.&rdquo Ujarnya.
Sebelumnya, Bus operasional layanan Mobile KPPN diterima oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali pada hari Sabtu (7/4). Sejak diberangkatkan oleh Dirjen Perbendaharaan, Bus operasional layanan Mobile KPPN menempuh waktu 48 jam untuk sampai di Denpasar.
&ldquoKPPN dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan harus memegang peran utama dalam membentuk sumberdaya manusia yang amanah dan mempunyai kapabelitas tinggi&rdquo kata Ni Luh dalam sambutan pembukaan rakor tersebut. SDM yang berkualitas adalah sebuah kunci keberhasilan proses tranformasi yang sekarang terus bergulir. &ldquoyang lebih penting adalah proses transformasi di Ditjen Perbendaharaan harus sustainable&rdquo tambahnya.
Sementara itu, Dirjen Agus Suprijanto menyampaikan, Urgensi terhadap upaya-upaya optimalisasi dan perbaikan kualitas penyerapan anggaran sangat dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah dengan pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu terobosan yang dilakukan Ditjen Perbendaharaan untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah melalui penerapan konsep layanan mobile KPPN. &ldquoLayanan mobile KPPN diharapkan mampu meminimalisasi keterbatasan dalam memberikan pelayanan kepada para stakeholder karena kendala berbagai hal, diantaranya adanya hambatan letak dan kondisi geografis wilayah kerja stakeholder, dan keterbatasan fasilitas dan kondisi infrastruktur transportasi,&rdquo ujarnya.
Dalam acara pembukaan, hadir pula Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat Seto Utarko, General Manager PT Telkom Unit Enterprise Regional III Jawa Barat dan Banten Muhammad Subhan Iswahyudi, Direktur Telkom Professional Development Center (Telkom PDC) Raden Mohammad Kusno, dan beberapa pejabat lainnya dari Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan dan PT Telkom Tbk.
Kepala Subdit Bimbingan Akuntansi instansi Agung Kurniawan Purbohadi selaku ketua panitia penyelenggara dalam laporannya menyampaikan bahwa penyuluhan kali ini membahas materi-materi Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), Bagan Akun Standar (BAS), Akuntansi Hibah Langsung, Penatausahaan Piutang dan Akuntansi Penyisihan Piutang, serta materi mengenai sistem akuntansi baik dari sudut pandang teoritis maupun aplikasi sistem akuntansi.
Dalam Sambutannya, Direktur APK Yanuar Rasyid berharap para pejabat dan pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan terus meningkatakan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama terkait dengan system Akuntansi Pemerintahan, baik Sistem akuntasi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Lahirnya Peraturan Dirjen Perbendaharaan No.10/PB/2011 tentang Bimbingan Pelaksanaan Sistem Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan merupakan dasar hukum bagi Kanwil Ditjen Perbendaharaan untuk lebih aktif membantu satker-satker di kementerian negara/lembaga dalam membenahi laporan keuangan agar bisa menjadi baik semua. Selain itu, adanya Peraturan Dirjen Perbendaharaan No.6/PB/2011 tentang Penyuluh Perbendaharaan dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan No.29/PB/2011 tentang Pedoman Penyuluhan Perbendaharaan Lingkup Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan kepada Satuan Kerja kementerian negara/ lembaga menjadi penyedia sumber daya manusia penyuluhan yang handal dari Ditjen Perbendaharaan kepada satker-satker yang membutuhkan.
Agus menambahkan, statistik keuangan pemerintah yang diwujudkan oleh PUSAP akan menghasilkan jembatan untuk menerjemahkan informasi akuntansi kedalam bahasa yang lebih dimengerti dan sejalan dengan dengan system statistic makroekonomi. 

