- Nasional
- Dilihat: 6045
Empat Ribu Lebih Pegawai Ditjen Perbendaharaan Ikuti Pelatihan Aplikasi Perkantoran
Liputan Soft Launching Pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Gorontalo
Gorontalo, perbendaharaan.go.id - Pelaksanaan tugas-tugas di Direktorat Jenderal Perbendaharaan hampir semuanya telah menggunakan mesin komputer. Namun menurut hasil survey kesiapan perubahan yang dilaksanakan oleh Direktorat Transformasi Perbendaharaan, menempatkan 84% dari 5.402 responden pegawai lingkup Direktorat Jenderal Perbendaharaan tidak menguasai aplikasi windows, word dan excel. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk membenahi sumber daya manusianya yang berkaitan dengan pengusaan windows, word, dan ecxel tersebut.
&rdquoMenurut hasil survey yang dilakukan oleh Dit TP (Direktorat Transformasi Perbendaharaan &ndash red), delapan puluh empat prosen pegawai tidak menguasai aplikasi windows, word dan excel,&rdquo kata Kasubbag Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan Setditjen Perbendaharaan, Yovi Candra. 
&rdquoKegiatan ini adalah solusi terbaik untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi terhadap aplikasi tersebut,&rdquo tambahnya, saat menyampaikan laporannya pada acara soft launching pelatihan aplikasi perkantoran kemarin (18/10) di Gorontalo.
Pelatihan aplikasi perkantoran dilaksanakan serentak pada 30 kanwil dan 134 KPPN Non Percontohan selama dua bulan, Oktober &ndash November, bertempat di kantor masing-masing dan diikuti oleh kurang lebih 4.300 pegawai.
Untuk mengawali pelaksanaan pelatihan tersebut, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo telah melaksanakan soft launching pada hari Selasa, 18 Oktober 2011 di aula. Hadir dalam cara ini seluruh pegawai  Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo dan pejabat pada KPPN Gorontalo.
&ldquoPelatihan aplikasi perkantoran ini akan dilaksanakan di seluruh Indonesia dari bulan Oktober sampai dengan November 2011,&rdquo kata Yovi Candra. &ldquoDiperkirakan akan diikuti oleh lebih kurang 4.300-an pegawai, dengan trainer berasal dari pejabat dan pegawai pada unit terkait yang ditunjuk oleh kepala kantor dengan mempertimbangkan pengusaaan materi dan kemampuan untuk transfer knowledge,&rdquo kata Yovi Candra lagi.
Kegiatan pelatihan tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan bulan Maret lalu, yaitu training of trainers aplikasi perkantoran bagi pejabat/pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan. Output kegiatan training of trainer tersebut adalah melatih pegawai yang lain mengenai aplikasi perkantoran tersebut.
Untuk lebih meningkatkan intensitas dan kesungguhan pelaksanaan pelatihan, Sekretariat Ditjen Perbendaharan telah memberikan perhatian dalam bentuk  pemberian bantuan biaya penyelenggaraan dengan menerbitkan SKPA kepada seluruh Kanwil Ditjen PBN dan KPPN Non Percontohan.
Tujuan dari pelatihan ini disamping mencari solusi untuk menjawab hasil survey dari Direktorat Transformasi Perbendaharaan juga untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam mengoperasikan aplikasi perkantoran untuk menunjang pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan kinerja pegawai dapat meningkat. Dan lebih jauh lagi, nantinya direncanakan lagi untuk mengadakan pelatihan aplikasi-aplikasi lain yang digunakan pada Kanwil/ KPPN seperti aplikasi RKA-KL, SAK, SIMAK-BMN dan sebagainya. Hal ini sejalan dengan persiapan Ditjen Perbendaharaan dalam menyambut penerapan SPAN pada waktud dekat.
Plt. Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Gorontalo Yoyok Yulianto melalui sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan yang telah memfasilitasi kegiatan aplikasi perkantoran ini. Ia berharap pada masa-masa mendatang Kanwil Ditjen Perbendaharaan maupun KPPN senantiasa diberikan kesempatan untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan lainnya. Yoyok Yulianto juga berpesan agar pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Gorontalo dapat  mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh hingga selesai.
Pelatihan direncanakan akan dilaksanakan setiap hari Selasa dan Rabu di mini Treasury Learning Centre Kanwil DJPBN Gorontalo dengan  jumlah peserta sebanyak 22 pegawai termasuk 7 (tujuh) orang pejabat struktural  yang terbagi dalam dua kelas dangan 10 kali pertemuan tatap muka.
Oleh : Subarja & Benny Septialdi &ndash Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Gorontalo, Editor : Bambang kismanto









Peserta yang dipanggil pada Pembekalan Penyuluh Perbendaharaan telah melewati seleksi dari berbagai tahapan. Dari 1394 pegawai  yang mengikuti Ujian Online maupun Offline , terpilih 570 Pegawai yang berhak mengikuti Ujian Presentasi, kemudian dari jumlah tersebut disaring lagi dan akhirnya lulus untuk mengikuti pembekalan sebanyak 421 pegawai.
&rdquoSeperti kita ketahui bahwa laporan statistik yang berdasarkan international best practice akan sangat berguna bagi pemerintah dalam menginformasikan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki seperti hal-halnya negara-negara maju lainnya sehingga dalam jangka penjang dapat lebih meningkatkan kembali keuangan negara di Indonesia,&rdquo papar Yuniar Yanuar Rasyid.
Terkait pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penyerapan anggaran semester I, sampai dengan akhir bulan September 2011 kondisi penyerapan masih rendah, dari pagu total Kementerian Negara/Lembaga kondisi penyerapan baru sebesar 47,29 %. Penyebab rendahnya penyerapan anggaran semester I, berdasarkan hasil identifikasi disebabkan oleh proses pengadaan barang dan jasa, perencanaan yang tidak matang, sumber daya manusia tidak cukup memadai, kekurangan panitia pengadaan barang dan jasa yang bersertifikasi, serta nature satker (karakteristik). Sebagian besar permasalahan klasik tersebut merupakan permasalahan yang berulang setiap tahunnya.
Training ini dibuka oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat, Seto Utarko. Dalam welcome speech-nya, beliau memberikan apresiasi atas terpilihnya kota Bandung sebagai  penyelenggara Training Duta SPAN Unit Tahap II dan berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh kegiatan dengan baik .

Salah satu isu penting yang dibicarakan dalam rapat koordinasi SDM tahun 2011 adalah Program Pensiun Dini dengan Kompensasi Khusus (PPDK) sebagai upaya penataan pegawai untuk memenuhi kebutuhan SDM baik dari segi kuantitas dan kualitas. &ldquoPPDK merupakan salah satu alternatif exit strategy medium landing yang saat ini eligible ditempuh oleh Kementerian Keuangan&rdquo kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Tata Suntara.
&ldquoKami segenap jajaran Direktorat Jenderal perbendaharaan, dari Sabang sampai Merauke, secara ikhlas untuk meleburkan nilai-nilai Ditjen Perbendaharaan dengan nilai-nilai Kementerian Keuangan. Dengan mkomitmen yang Kuat, kami berikrar untuk mendukung, mengawal, dan menjalankan nilai-nilai Kementerian Keuangan,&rdquo ujar Dirjen Perbendaharaan dihadapan Menteri Keuangan.






