Liputan Pembukaan Rakernas Akuntansi dan Laporan Keuangan Tahun 2011
Jakarta, perbendaharaan.go.id &ndash Obsesi pemerintah untuk mendapatkan opini audit BPK terhadap LKP yang Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sepertinya semakin dekat. Sebagian besar Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) yang merupakan unsur LKPP telah medapatkan opini audit WTP dari BPK.
&ldquoPemerintah telah menerbitkan LKPP yang merupakan konsolidasi dari LKKL dan LK BUN sejak tahun 2004,&rdquo kata Menteri Keuangan Republik Indonesia, Agus D. W. Martowardojo, pada acara pembukaan Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Laporan Keuangan tahun 2011 di Jakarta (19/9) kemarin. &ldquoLKPP dan sebagian besar LKKL, saat ini telah mendapatkan opini audit yang cukup baik dari BPK, yaitu wajar dengan pengecualian dan wajar tanpa pengecualian,&rdquo lanjutnya.
Opini wajar tanpa pengecualian atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) adalah cita-cita besar pemerintah saat ini. Opini tersebut mempunyai makna bahwa pengelolaan keuangan pemerintah mempunyai kualitas yang baik. sementara itu, kualitas pengelolaan keuangan pemerintah yang baik adalah salah satu syarat tercapainya good governance.
Pemerintah memandang penting kualitas pengelolaan keuangan oleh kementerian/ lembaga. Wakil Presiden RI, Budiono, selalu mengamati dan mendorong setiap usaha yang dilakukan oleh instansi untuk mencapai kemajuan pengelolaan keuangan.
&ldquoSaya mengamati dan mendorong setiap langkah yang dilakukan instansi untuk melakukan langkah-langkah instansi untuk mencapai kemajuan pengelolaan keuangan,&rdquo kata Wakil Presiden RI, Budiono, saat membuka acara Rapat Kerja Akuntansi dan Laporan Keuangan tahun 2011 di Jakarta.
&ldquoInti dari laporan keuangan itu adalah ketertiban dalam menggunakan uang pemerintah, uang negara,&rdquo kata Budiono lagi. &ldquoLaporan keuangan yang berkualitas ini adalah basis dari good governance,&rdquo lanjutnya. &ldquoGood governcane  tidak aka nada jika laporan kuangan tidak berkualitas. Laporan kuangan adalah basis good governance, oleh karenanya memang mutlak harus berkualitas,&rdquo lanjutnya lagi.
Untuk mencapai pengeloalaan keuangan yang berkualitas diperlukan komitmen dari para pimpinan. Di samping itu, diperlukan langkah-langkah atau action plan serta adanya tugas yang jelas yang dilakukan oleh tim yang jelas pula.
&ldquoBagi para pimpinan instansi, tentu yang kita harapkan adalah komitmen. Komitmen dari pimpinan sangat mutlak diperlukan. Melakukan langkah-langkah untuk mencapai tingkat sasaran yang kita inginkan,&rdquo kata orang nomor dua di Indonesia ini.
&ldquoYang kedua,  adanya suatu rencana aksi yang jelas, action plan. Komitmen ada tetapi tidak ada action plan, tentu tidak akan optimal. Saya harapkan, setiap lembaga baik pusat maupun daerah punya action plan. Tentu, titik awalnya adalah hasil audit dari BPK,&rdquo terang Budiono.
 &ldquoYang ketiga perlu assignment, memberikan tugas. Pimpinan memberikan tugas kepada tim khusus untuk mengawal pelaksanaan action plan tersebut,&rdquo jelas Wapres Budiono.
Wapres Budiono juga memberikan perhatian secara khusus terhadap sumber daya manusia yang melaksanakan pengelolaan keuangan negara. Menurut laporan yang diterima oleh Wapres Budiono diketahui bahwa banyak instansi baik pusat maupun daerah yang menghadapi kendala pada sumber daya manusia yang melaksanakan pengelolaan keuangan negara.
&ldquoSaya mengetahui, dari laporan, ada banyak instansi, apalagi di daerah, masalah sumber daya manusia yang bisa  melaksanakan pengelolaan keuangan ini menjadi kendala,&rdquo kata Budiono.
&ldquoSumber daya manusia ini harus menjadi bagian dari action plan. Kalau ada kukurangan, maka harus ada aksi, apakah itu training, atau kalau memang mendesak, bisa minta bantuan kepada yang dalam tanda petik mempunyai kelebihan dalam kemampuan pengelolaan keuangan,&rdquo jelasnya.
&ldquoMasalah sdm ini bisa diatasi kalau satu dengan yang lain saling komunikasi, antara lain tadi ada komitmen dari Pak Menteri Keuangan, kalau ada intansi atau daerah memerlukan sdm sudah bisa langsung dipakai, bisa didrop dari kementerian keuangan,&rdquo kata Budiono lagi. &ldquoIni tentu tawaran yang sangat simpatik,&rdquo tambahnya.
Seperti tahun sebelumnya, pada rakernas tahun ini, kementerian keungan kembali memberikan apresiasinya kepada para pimpinan instansi yang berhasil memperoleh opini audit wajar tanpa pengecualian. Sebanyak 84 instansi mendapatkan penghargaan atas prestasi tersebut. Diantaranya adalah MPR, DPR, Kementerian Sekretaris Kabinet, Kepolisian, Kementerian Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi dll.
Oleh : Bambang Kismanto dan Tino A.P. &ndash Media Center Perbendaharaan