- Nasional
- Dilihat: 7019
Meniti Amanah, KPPN Mamuju Menuju Percontohan
Liputan Pembekalan Persiapan Pembentukan KPPN Percontohan Tahap V di Mamuju, Sulawesi Barat
Mamuju, perbendaharaan.go.id - Saat itu, Jumat, 15 Juli 2011, jarum jam di tangan saya menunjukkan pukul 10.55 WIB atau 11.55 WITA, waktu setempat.  Rombongan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan akhirnya sampai juga di Bandara Tampapadang, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Selepas turun dari pesawat Lion Air yang bertipe ATR 72 seri 500 berkapasitas 72 tempat duduk  itu, dari kejauhan kami disambut oleh lambang provinsi yang terlihat sakral. Di tengahnya terdapat ilustrasi perahu sande, perahu khas suku Mandar, penduduk asli dan mayoritas di Sulbar. Perahu tergambar mengarah ke depan dengan layar membuka ke kanan, seperti mengisyaratkan bahwa Sulbar selalu ingin maju menuju arah yang benar. Di bagian atas tertancap doe pakka (trisula), bak melambangkan kepribadian orang Mandar yang berani, jujur, dan adil. Di bagian bawah tertera ungkapan Mandar &ldquomellete diatonganan&rdquo, yang berarti &ldquoberjalan di atas kebenaran&rdquo atau &ldquomeniti amanah&rdquo. Sungguh, spirit perubahan itu telah kami rasakan bahkan ketika pertama kali kaki kami menjejak di sana.
Semangat itulah yang kemudian kental mewarnai pelaksanaan Pembekalan Persiapan Pembentukan KPPN Percontohan Tahap V. Diikuti oleh 26 dari 29 pegawai KPPN Mamuju, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 16 s.d. 17 Juli, itu terkesan penuh dengan nuansa atensi dan antusiasme. Para peserta mengikuti mata acara demi mata acara dengan tekun dan sungguh-sungguh. Hal itu terbukti dengan berjalannya proses pembekalan dengan cukup interaktif. Materi kepegawaian yang disampaikan oleh Muhammad Arif, sesi kelembagaan yang dipandu oleh Syafriadi, dan persiapan assessment oleh instruktur dari ARA Indonesia tak dilewatkan oleh peserta tanpa mengemukakan pertanyaan dan tanggapan. Jadinya, pembekalan tersebut terselenggara dengan lumayan dinamis.
Sebelumnya, dalam acara pembukaan Kepala Bagian Administrasi Kepegawaian Ludiro menyampaikan keinginannya agar para peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembekalan. &ldquoSaya berharap seluruh peserta berhasil dalam assessment nanti. Tidak ada alasan bagi siapa pun pegawai Ditjen Perbendaharaan untuk tidak ingin berhasil dalam assessment dengan harapan tidak dimutasi. Siapa yang menjamin kalau tidak lolos assessment tidak akan dimutasi,&rdquo ujarnya dengan nada retoris.
Kabag Administrasi Kepegawaian melanjutkan, bahwa capaian ideal dalam proses assessment tersebut bukanlah lulus atau tidak lulus, melainkan cocok atau tidak cocok  
assessee pada suatu pekerjaan.  Assessment merupakan penggabungan dari berbagai unsur penilaian untuk memetakan kompetensi assessee, baik soft maupun hard competency sehingga assessee. Hasil assessment dapat memberikan gambaran mengenai pemetaan pegawai sesuai dengan kompetensi dan kinerjanya.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan Pardiharto berusaha memberikan motivasi kepada para peserta. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas tingginya komitmen dan kinerja yang telah ditunjukkan oleh para pegawai KPPN Mamuju. &ldquoSaya sangat bangga kepada Anda semua,&rdquo katanya. &ldquoMeski kondisi fasilitas dan gedung kantor sangat minim, jauh tertinggal dibanding dengan kantor lain, Anda semua telah memberikan pelayanan yang optimal kepada para mitra kerja. Dedikasi Anda semua sangat tinggi dalam mengemban tugas. Saya yakin, setelah nanti menjadi percontohan, KPPN Mamuju akan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan,&rdquo lanjutnya disambut dengan tepuk tangan yang membahana dari semua yang hadir.
Tak ketinggalan, dalam kesempatan lain, Kepala KPPN Mamuju Yosie Tandapai mengajak kepada para pegawaianya untuk selalu bekerja dengan baik meski dengan fasilitas dinas yang serba terbatas. &ldquoSaya mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik dari rekan-rekan selama ini. Walaupun dengan penuh keterbatasan rekan-rekan telah bekerja dengan sebaik mungkin. Kita harus bersungguh-sungguh mengikuti assessment Agustus mendatang. Saya yakin, ke depan kita akan bekerja dengan lebih baik lagi.&rdquo Demikian pesannya ketika memberikan sambutan penutupan.
Pembekalan Persiapan Pembentukan KPPN Percontohan sendiri diselenggarakan agar pegawai dapat memahami materi yang akan diujikan dalam assessment calon pegawai KPPN Percontohan sehingga potensi kelulusannya dapat dioptimalkan. Di samping itu, para pegawai diharapkan dapat memahami substansi pembentukan KPPN Percontohan tahap V, seperti proses bisnis dan  standar pelayanan, sehingga dapat mempersiapkan diri menyongsong pelaksanaan KPPN Percontohan Tahap V pada bulan Oktober 2011.
Pembentukan KPPN Percontohan di Mamuju dilakukan seiring dengan semakin eksisnya Provinsi Sulbar yang beribukota di Mamuju. Seperti diketahui, Sulbar adalah daerah tingkat I baru hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan seperti diatur dalam Undang-Undang nomor 26 tahun 2004 tanggal 5 Oktober 2004 tentang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat. Di samping KPPN Mamuju, KPPN lain yang disiapkan untuk menjadi KPPN Percontohan yang baru adalah KPPN Manokwari, KPPN Tanjung Pinang, KPPN Jakarta III, dan KPPN Jakarta V.
Hendy S. Yudhiyanto (Media Center Ditjen Perbendaharaan), Rizki Wahyuni, Ridha Fithri Fathonah (KPPN Mamuju)
 









Selain itu, salah satu masalah keuangan negara dan daerah yang menjadi problematika saat ini adalah belanja bantuan sosial. Dalam praktiknya seringkali terjadi permasalahan terkait belanja bantuan sosial baik dalam penganggaran, pelaksanaan, maupun pertanggungjawabannya yang tidak sesuai ketentuan. Hal ini disebabkan antara lain karena adanya kecenderungan kementerian/ lembaga dan pemda untuk memperbesar belanja bantuan sosial padahal tidak terkait dengan risiko sosial serta kekurangjelasan aturan yang mendasarinya. Untuk mengatasi hal tersebut dan juga adanya permintaan dari DPR serta pemerintah, KSAP telah menyusun Buletin Teknis terbaru, yaitu Buletin Teknis Nomor 10 tentang Akuntansi Bantuan Sosial.
Sasaran dari acara bimbingan teknis kali ini adalah satker-satker BLU yang baru ditetapkan. Acara sengaja dilaksanakan di Yogyakarta setidaknya karena empat alasan. Pertama, sebagai kota perjuangan Yogyakarta diharapkan memberi inspirasi bagi satker BLU untuk terus berjuang mewujudkan cita-citanya. Kedua, sebagai kota pendidikan diharapkan para peserta terus bersemangat untuk mengikuti seluruh acara bimtek. Ketiga, sebagai kota budaya diharapkan para peserta mampu menginisiasi budaya organisasi yang harmonis dengan layanan masing-masing satker BLU. Dan keempat, sebagai kota ekonomi kerakyatan diharapkan Yogyakarta mampu mengingatkan seluruh satker BLU bahwa tujuan utamanya adalah memberikan layanan kepada masyarakat, bukan semata-mata mencari keuntungan.
Tata menyampaikan bahwa peran strategis Sekretariat Ditjen Perbendaharaan merupakan penunjang keberhasilan capaian Tupoksi Ditjen Perbendaharaan.  Untuk itu Tata meminta agar Sekretariat berperan aktif dalam menghadapi tantangan perubahan organisasi yang dinamis. &ldquoSeluruh jajaran sekretariat harus bisa menerjemahkan kondisi tersebut (perubahan, red), dalam bentuk kegiatan yang komperhensif dan terintegrasi serta memiliki value added yang cukup besar bagi organisasi,&rdquo  Tata menegaskan.
telah dilakukan penetapan melalui Keputusan Dirjen Perbendaharaan (Kepdirjen), implementasi layanan filial pada KPPN tahap I telah diujicobakan. Lokasi layanan filial dilakukan di lima tempat, yaitu, Sinabang, Namlea, Muara Teweh, Alor, dan Natuna. Sebelum memasuki prosesi launching, implementasi layanan filial memasuki tahapan pemenuhan sarana dan prasarana, juga evaluasi pelaksanaan layanan.
Sementera itu, dalam penyampaian keynote speech Yuniar Yanuar Rasyid menjelaskan bahwa PP Nomor  71 Tahun 2010 tentang SAP adalah PP yang fundamental yang mengusung amanat penerapan basis akrual selambat-lambatnya untuk pelaporan keuangan pemerintah tahun 2015. Sesuai dengan PP Nomor 71 Tahun 2010, penerapan SAP Berbasis Akrual dapat dilaksanakan secara bertahap. Ketentuan mengenai penerapan SAP Berbasis Akrual secara bertahap pada pemerintah pusat diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.
BPK menemukan adanya transaksi reversal yang tidak ada transaksi penggantinya. BPK juga menemukan adanya transaksi reversal yang ada transaksi penggantinya namun berbeda jumlah setor, beda NPWP, dan beda tanggal bukunya. 
&ldquoKalau disatker ada yang namanya Aplikasi Forecasting Satker (AFS), di KPPN dengan nama Aplikasi Forecasting KPPN (AFK) maka dikantor pusat mempunyai Cash Planning Information Network yang  melibatkan beberapa ditjen. Jadi selain mengumpulkan data dari KPPN, Ditjen Perbendaharaan dipusat juga mengumpulkan data-data dari selon I yang terlibat dalam pelaksanaan APBN, yang data-datanya akan digabungkan menjadi perencanaan kas nasional yang akan dipakai oleh Kementerian Keuangan - Ditjen Perbendaharaan untuk mengambil sebuah kebijakan&rdquo demikian Tata Suntara menjelaskan.

