- Nasional
- Dilihat: 19838
Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Memberi Motivasi KPPN Palopo Untuk Menjadi Percontohan
Liputan Kunjungan Kerja Wakil Ketua Komisi XI DPR RI ke KPPN Palopo
Palopo, perbendaharaan.go.id &ndash Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Ir. Hj. A.P.A. Timo Pangerang mengunjungi KPPN Palopo, Sabtu (28/7). Kedatangan Timo Pangerang yang merupakan putri daerah Kota Palopo merupakan rangkaian kunjungan kerjanya. Sebelumnya, Timo baru saja mengunjungi KPPN Pare-pare.
Timo terkesan dengan sambutan yang baik dari para pegawai KPPN Palopo, &ldquoLuar biasa, walaupun hari ini adalah hari libur, kalian tetap mau datang ke kantor untuk bertemu dengan saya, saya sangat senang,&rdquo Ucap Timo. Sehari sebelumnya Ia sudah mengadakan pertemuan dengan para kepala kantor perwakilan Kemenkeu (KPPN, KPP, KPKNL Palopo, red), namun Timo merasa perlu untuk meninjau secara langsung KPPN Palopo.
Diawal pertemuan, Timo menyapa para pegawai dengan bersalaman di ruang front office. Kemudian, dirinya berkeliling area KPPN Palopo yang sedang dalam proses renovasi. Kepala Kantor KPPN Palopo, Saor Silitonga, beserta para Pejabat Eselon IV terlihat mendampingi. Timo melihat sarana dan prasana, mulai dari aula, halaman belakang kantor, tempat parkir, ruang subbagian umum, ruang seksi pencairan dana, seksi bank/ giro pos, seksi verifikasi dan akuntansi, dan berakhir di ruang kepala kantor.
Kepala KPPN Palopo mengawali sambutannya dengan penjelasan tugas dan fungsi KPPN Palopo, &ldquoKPPN Palopo da-lam mengemban tugas melayanani satker-satker dari Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur. Berkat kerja keras semua pihak, realisasi anggaran pada Semester I TA 2012 mencapai 45%. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, KPPN Palopo senantiasa berpedoman pada Nilai-Nilai Kementerian Keuangan&rdquo. Timo pun memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. &ldquoSaya berharap KPPN Palopo benar-benar siap menjadi KPPN Percontohan.&rdquo
Sebagai wakil rakyat yang berasal dari Kota Palopo, Timo terlihat antusias ketika memberikan motivasi kepada para pegawai dan agar tetap bekerja berlandaskan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan, seraya meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, &rdquoKalian tidak boleh bosan memberikan pelayanan kepada masyarakat, bersinergi, terutama pelayanan kepada pemerintah daerah yang penuh dinamika, misalnya petugas pengelola keuangan yang sering mengalami pergantian, mereka mesti diajar berulang-ulang&rdquo. Dirinya juga menyampaikan bahwa para pegawai KPPN Palopo walupun sebagian besar sudah senior, agar mempunyai semangat muda dalam menyongsong implementasi SPAN. Ada harapan besar dari masyarakat terhadap Kementerian Keuangan untuk membuktikan bahwa reformasi birokrasi sudah berada dalam jalur yang sejati. Ia mengharapkan dan mendoakan agar para pegawai KPPN Palopo terhindar dari perbuatan yang merugikan negara.
Timo Pangerang juga mengajak para pegawai untuk berdiskusi dan mendengar aspirasi para pegawai. Berbagai aspirasi telah disampaikan dan berbagai wacana telah didiskusikan selama kurang lebih dua jam. Setelah berdiskusi, beliau meninggalkan KPPN Palopo untuk bertemu para konstituen di daerah Sulawesi Selatan.
Oleh: Adi Setiawan &ndash Kontributor KPPN Palopo (edited by novri)
 










Setelah itu, Timo mengadakan diskusi kepada para pegawai KPPN Parepare di Aula KPPN, dimulai dengan menyapa dan berkenalan satu persatu para pegawai, &rdquosaya ingin berkenalan satu persatu untuk mengetahui bidang tugas kalian selaku Pelayan Masyarakat yang berintegritas,&rdquo ucap Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI
Pada tahap Grand Final, peserta diuji kemampuannya untuk merancang bangun sebuah aplikasi dengan beberapa database, referensi, dan  parameter lainnya yang telah ditentukan. Jenis Aplikasi yang dapat pilih oleh peserta telah ditentukan oleh Tim Juri. Selanjutnya, Peserta mempersentasikan hasil karyanya dihadapan penguji.
Agus memberikan perhatian selanjutnya  terhadap hal penataan dan pengelolaan arsip di KPPN. Ia memberikan apresiasi kepada kantor  lingkup Ditjen Perbendaharaan yang sudah menerapkan  e-filling dalam pengelolaan arsip. Ia pun berharap hal itu bisa menjadi contoh bagi kantor lainnya di lingkup Kementerian Keuangan.
Kesempatan itu, Sesditjen juga memaparkan perkembangan SPAN yang telah dilalui dengan indikasi beberapa milestone misalnya Penyempurnaan CoA, Deployment Infrastruktur IT, dan Aktivasi Database dan General Ledger, &ldquonantinya dalam waktu dekat yang akan dilakukan adalah Training, Pilotting dan Roll Out yang harus dicapai melalui strategi yang baik,&rdquo ucap Sesditjen
Ternyata seminar ini menjadi acara yang menarik dan menjadi perhatian penting, tak kurang dari 75 peserta dari seluruh pengelola SDM eselon I lingkup Kementerian Keuangan ikut hadir. Mereka ingin mengetahui bagaimana strategi pengelolaan SDM masa depan saat teknologi informasi betul-betul menjadi motor penggerak organisasi. Karena seperti Ditjen Perbendaharaan sendiri yang bekerja sama dengan Ditjen Anggaran saat ini sedang mengembangkan Sistem Perbendaharaan dan Anggaaran Negara (SPAN), Ditjen Pajak juga sedang mempersiapkan Project of Indonesian Tax Administration Reform (PINTAR), dan Ditjen Bea dan Cukai yang telah menjalankan Indonesian National Single Window (INSW).
Dalam setiap kesempatan beliau selalu menekankan pengelolaan kearsipan. Penataan arsip sudah bagus tetapi perlu dirapikan lagi dengan menerapkan e-filling. Pesannya agar seluruh pegawai Ditjen Perbendaharaan Wilayah Sumut dapat memberi perhatian lebih dalam peningkatan pengelolaan arsip. Sehingga dilihat enak dan sewaktu-waktu dicari mudah ditemukan. Front Office maupun Middle Office perlu adanya keseragaman dalam lay out maupun persepsi mengenai SOP.
Dengan penajaman fungsi tersebut, pegawai Ditjen Perbendaharaan diharapkan dapat meningkatkan kapasitasnya. Sebagai contoh, dengan adanya ketentuan harga satuan, pembagian keuangan antara pusat dan daerah, PUSAP, serta berbagai macam paket peraturan, maka KPPN dan Kanwil harus dapat menjawab dan memberikan pemahaman mendasar. Pegawai Ditjen Perbendaharaan harus dapat menginformasikan ke satker, termasuk tentang formulasi pembagian keuangan yang memerlukan koordinasi dengan pemda. 

