- Nasional
- Dilihat: 5638
Sekretaris Ditjen Perbendaharaan MereSMIkan KPPN Malang Menjadi KPPN Percontohan
Liputan Soft Launching KPPN Percontohan Tahap VI di KPPN Malang
Malang,perbendaharaan.go.id - Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, Tata Suntara, menghadiri acara soft launching KPPN Percontohan di KPPN Malang pada hari Selasa (2/10). Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Hari Utomo, Plt. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Didyk Choiroel, Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setditjen Perbendaharaan, serta Heru Pudyo Nugroho, Kabag Umum Setditjen Perbendaharaan.
Soft launching KPPN Percontohan juga dilakukan dibeberapa tempat lainnya. Setelah melalui proses panjang, Ditjen Perbendaharaan meresmikan 134 KPPN non Percontohan menjadi KPPN Percontohan selama bulan Oktober 2012. Dengan demikian, maka seluruh KPPN se-Indonesia yang berjumlah 176 sudah menjadi KPPN Percontohan. Meskipun, pada dasarnya pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) KPPN Percontohan sudah dilaksanakan oleh seluruh KPPN sejak tahun 2007 silam.
Soft Launching KPPN Percontohan di KPPN Malang merupakan peresmian simbolis terhadap seluruh KPPN di wilayah Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur. Berlokasi di halaman KPPN Malang, acara ini dihadiri oleh seluruh Kepala KPPN dalam wilayah Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Kepala Satuan Kerja lingkup KPPN Malang, para pimpinan Muspida Kota Malang dan Kabupaten Malang, perwakilan Satuan Kerja mitra KPPN Malang, Kepala Cabang Bank dan Pos mitra KPPN Malang, serta Kepala Cabang PT. Taspen dan PT. Askes.
&ldquoLaunching KPPN Percontohan ini merupakan momentum penting bagi seluruh keluarga besar Ditjen Perbendaharaan. Impian kami untuk memiliki kantor layanan yang menerapkan proses bisnis modern, sumber daya manusia yang be
rkualitas dan handal serta nyaman di seluruh Indonesia telah terwujud, meskipun masih terdapat beberapa hal yang memerlukan penyempurnaan. KPPN Percontohan ini merupakan persembahan bagi perbaikan layanan kepada seluruh stakeholder kami,&rdquo ujar Tata Suntara, mengawali sambutannya sebelum meresmikan KPPN Malang menjadi KPPN Percontohan.
&ldquoSejak berjalannya reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan, Ditjen Perbendaharaan selalu berkomitmen dalam menjalankan reformasi birokrasi terebut. Salah satu komitmen tersebut kami wujudkan dalam implementasi KPPN Percontohan ini&rdquo. Imbuh Tata Suntara menjelaskan lebih lanjut.
Sejalan dengan komitmen reformasi birokrasi (penyempurnaan Proses Bisnis , Pen
ataan Organisasi, dan Manajemen SDM - red), Ditjen Perbendaharaan memperoleh berbagai prestasi tingkat nasional, yaitu pertama Survey Kepuasan Stakeholder yang diselenggarakan UI dan IPB menempatkan Ditjen Perbendaharaan dengan angka tertinggi selama empat tahun berturut-turut yaitu mulai tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011, kedua Ditjen Perbendaharaan mendapatkan Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden pada tahun 2008 dan 2010, keempat peringkat pertama pada Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK) yang diselenggarakan oleh KPK pada tahun 2010, kelima Survey Integritas Layanan pada tahun 2010 dan 2011 oleh KPK dengan nilai tertinggi, dan keenam adalah KPPN Semarang II sebagai Kantor Pelayanan Terbaik tingkat Kementerian Keuangan di tahun 2011, sedangkan ditahun 2012 ini mewakili Kementerian Keuangan untuk memperebutkan Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden.
&ldquo&hellip dimulai di tah
un 2007 kami melaksanakan implementasi KPPN Percontohan Tahap I melalui 18 KPPN di beberapa ibukota propinsi. Pada saat itu, Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani Indrawati berkenan meresmikan KPPN Jakarta II dan secara simbolis meresmikan 17 KPPN lainnya menjadi KPPN Percontohan,&rdquo Tata Suntara Menjelaskan.
Sementara itu Kepala KPPN Malang, Teguh Dwi Nugroho, dalam sambutannya melaporkan &ldquoUntuk ditetapkan menjadi KPPN Percontohan, KPPN Malang telah menjalani proses tahapan-tahapan yang meliputi penyempurnaan standara layanan dimana sejak tahun 2007 telah menerapkan SOP KPPN Percontohan, melakukan penyempurnaan standar sarana dan prasarana kerja berupa perbaikan layout dan images building dan tahapan yang paling krusial adalah 92 perse
n pegawai KPPN Malang telah memenuhi standar kompetensi jabatan pegawai yang diseleksi melalui test assessment yang diselenggarakan oleh kantor pusat Ditjen Perbendaharaan&rdquo.
Diakhir acara, para undangan berkesempatan untuk mengunjungi langsung Front Office KPPN Malang. Satuan kerja berharap layout yang modern dan pelayanan yang profesional menjadi kombinasi yang sempurna untuk sebuah kantor layanan yang didam-idamkan oleh masyarakat.
 
Catatan Redaksi :
- KPPN Percontohan tahap I : ada 18 KPPN Percontohan diresmikan tahun 2007 yaitu KPPN : (1) Medan II, (2) Palembang, (3) Jakarta I, (4) Jakarta II, (5) Bandung II, (6) Semarang II, (7) Yogyakarta, (8) Surabaya II, (9) Pontianak, (10) Banjarmasin, (11) Denpasar, (12) Mataram, (13) Kupang, (14) Makassar II, (15) Gorontalo, (16) Manado, (17) Ambon, dan (18) Jayapura 
- KPPN Percontohan tahap II : ada 9 KPPN Percontohan diresmikan tahun 2008 yaitu : (1) Banda Aceh, (2) Padang, (3) Pekanbaru, (4) Pangkal Pinang, (5) Serang, (6) Palangkaraya, (7) Samarinda, (8) Kendari, dan (9) Palu
- KPPN Percontohan tahap III : ada 5 KPPN Percontohan diresmikan tahun 2008 yaitu KPPN : (1) Ternate, (2) Jakarta IV, (3) Bandar Lampung, (4) Banda Aceh, (5) Jambi
- KPPN Percontohan tahap IV : ada 5 KPPN Percontohan diresmikan tahun 2009 yaitu KPPN : (1) Medan I, (2) Bandung I, (3) Semarang I, (4) Surabaya I, (5) dan Makassar I
- KPPN Percontohan tahap V : ada 5 KPPN Percontohan diresmikan tahun 2011 yaitu KPPN : (1) Mamuju, (2) Manokwari, (3) Tanjung. Pinang, (4) Jakarta III, dan (5) Jakarta V.
- KPPN Percontohan tahap VI : ada 134 KPPN Percontohan diresmikan tahun 2012 yaitu KPPN yang tersebar di seluruh Indonesia.
Oleh : Sugeng Wistriono &ndash Media Center Ditjen Perbendaharaan.
























Untuk mendapat informasi terkini mengenai perkembangan organisasi Ditjen Perbendaharaan dan mempersiapkan SDM lulusan program beasiswa Ditjen Perbendaharaan kembali ke dunia kerja, Ditjen Perbendaharaan memberikan pembekalan kepada para pegawai lulusan beasiswa internal Ditjen Perbendaharaan, sejak 17 s.d 19 September 2012 di Treasury Learning Center (TLC).
Sementara itu, Plt. Kepala bagian Pengembangan Pegawai Ludiro menyampaikan, para pegawai lulusan tugas belajar seyogyanya mempunyai komitmen untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan dalam dunia kerja, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap penyelesaian permasalahan yang ada di dalam organisasi Ditjen Perbendaharaan. Ia menambahkan, bahwa tentu saja hal itu bisa terlaksana jika para pegawai mempunyai komitmen dan integritas yang tinggi terhadap Ditjen Perbendaharaan.
Menghadapi penilaiaan KPPN Sidoarjo telah mempersiapan berbagai macam inovasi antara lain Forum Kerjasama Kemitraan (FKK), Kartu Konfirmasi Kebenaran Setoran Penerimaan Negara (K3SPN). &ldquoJuga dalam kesehariannya para pegawai menerapkan formula pelayanan 7s, Senyum, salam, sapa, sigap, sopan, santun dan sukses&rdquo kata kepala KPPN Sidoarjo Sidrojul Munir dalam presentasinya. 





Proses penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tata Cara Pelaksanaan APBN yang telah berlangsung sejak tahun 2005,kini telah memasuki tahap akhir dan diharapkan peraturan itu dapat diundangkan menjadi peraturan pemerintah pada akhir tahun ini.
Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo Rina Robiati menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini bertujuan untuk memberikan reward atas keberhasilan dan usaha yang telah dijalankan oleh masing-masing instansi pemerintah baik Instansi Vertikal maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBN. &ldquoKami berharap penyelenggaraan Treasury Awards Tahun 2012 ini dapat memperbaharui semangat dan komitmen para penyelenggara keuangan Negara di semua satker Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk terus melakukan usaha peningkatan transparansi dan akuntabilitas di bidang pengelolaan keuangan negara melalui akuntansi dan pelaporan keuangan,&rdquo ungkapnya.
Salah satu kategori khusus yang baru diberikan di tahun ini adalah penyerapan anggaran Semester I Tahun Anggaran 2012. Penghargaan untuk kategori ini diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan semangat satker dalam mengelola APBN sehingga anggaran yang dikelolanya dapat terserap dengan baik dan dapat dengan cepat dirasakan multiplier effect-nya oleh masyarakat.
Bolango, Djadid Al Katiri dalam sambutannya, &ldquoSaya sangat yakin metode penilaian yang dilakukan tim penilai benar-benar obyektif dan akurat&rdquo. &ldquoIni terbukti, selain mendapat Treasury Award Tahun 2012 sebagai terbaik pertama kategori pelaporan keuangan Semester I TA 2012 dan terbaik kedua kategori pelaporan keuangan TA 2011 untuk UAPPA-W instansi vertikal, BP DAS Bone Bolango juga meraih peringkat pertama Laporan Keuangan Terbaik se-Kementerian Kehutanan&rdquo, tegas beliau. Pernyataan Kepala BP DAS Bone Bolango tersebut semakin meningkatkan kepercayaan para undangan yang hadir terhadap metode penilaian tim penilai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo.
hun 2012 secara sukses mampu menghadirkan konsep baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, sehingga menginspirasi para anggota panitia lainnya untuk mengusulkan berbagai ide dan gagasan yang patut dipertimbangkan mengenai gambaran konsep acara untuk tahun-tahun berikutnya. 
Berdasarkan pengamatan terhadap proses restrukturisasi pinjaman berdasarkan PMK No.120/PMK.05/2008 masih ditemukan banyak kendala dalam penyelesaian pinjaman tersebut yang mengakibatkan progress restrukturisasi utang PDAM berjalan lambat. Untuk itu, telah dilakukan perubahan regulasi/peraturan untuk penyelesaian piutang negara PDAM maupun Pemerintah Daerah dengan diterbitkannya PMK No.114/PMK.05/2012. Secara garis besar perubahan pada PMK No.114/PMK.05/2012 antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut: penyederhanaan proses restrukturisasi utang PDAM, perampingan struktur komite restrukturisasi utang PDAM, bersifat wajib bagi PDAM yang sampai saat ini masih memiliki tunggakan, penyelesaian utang PDAM yang sebelumnya tidak dapat terjaring melalui PMK sebelumnya dan penyesuaian dengan kondisi terkini.
rsebut kemudian dilanjutkan dengan penyampain materi oleh para nara sumber yaitu Noor Faisal Achmad, SE.Ak. Msc, PhD, kasubdit pelaksanaan penerusan pinjaman dan pemberian pinjaman daerah Dit. SMI yang memaparkan tentang substansi PMK No.114/PMK.05/2012. Kemudian, Materi selanjutnya disampaikan oleh Noviansyah dari Ditjen Kekayaan Negara yang memaparkan tentang pengeloloaan piutang negara, I Nyoman Satriana, Ak.MM Direktur Pengawasan BUMD BPKP yang memaparkan tentang penilaian kinerja dan kesehatan PDAM dan diakhiri oleh penyampaian materi tentang penyusunan Business Plan oleh Ir.Joko Nursito, MM.MP Kasubdit Investasi Dit.Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.
Dari 42,2 % total penyerapan anggaran Satker/SKPD di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, penyerapan terbesar adalah belanja bantuan sosial mencapai 71,1%, belanja barang sebesar 22,6%, dan belanja modal sebesar 6,3% sebagaimana terlihat pada grafik berikut ini :
rkait dengan adanya Dana Keistimewaan yang akan diterima oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai konsekuensi logis telah disahkannya Undang Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rapat paripurna DPR R.I. pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2012.
&ldquoJadi saya mengharapkan bagi para pegawai yang belum memenuhi standar kompetensi yang telah ditentukan, tidak perlu cemas, tetap bekerja sesuai dengan posisinya dan harap untuk lebih mempersiapkan diri lagi untuk mengikuti assessment ulang&rdquo, papar Tata menjelaskan lebih rinci.
Pada acara tersebut para pegawai yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan sharing mengenai pekerjaan sehari-hari dan lingkup tata organisasi dengan moderator langsung Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat. 

