Soft Launching Implementasi KPPN Percontohan Lingkup Kanwil DJPBN Prov. Jawa Barat
Purwakarta, perbendaharaan.go.id &ndash &ldquoSOP (Standard Operating Procedure-red) adalah binatang yang paling sulit dilaksanakan,&rdquo ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Dadan Koswara dalam sambutannya mewakili Bupati Kab. Purwakarta yang tidak dapat hadir pada acara soft launching Implementasi Kantor Pelayanan Perbendaharaan (KPPN) Percontohan Lingkup Kanwil DJPBN Prov. Jawa Barat di KPPN Purwakarta hari Rabu (17/10). Seloroh Dadan langsung disambut dengan gemuruh tawa para hadirin termasuk Direktur Jenderal Perbendaharaan.
&ldquoSOP tidak hanya sekedar sistem tetapi juga menyangkut sumber daya manusia, sarana prasarana dan teknologi,&rdquo lanjut Dadan sambil menyampaikan beberapa fakta lapangan untuk membandingkan apa yang sudah dan sedang dilakukan oleh instansinya dengan apa yang sudah dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan. Menyadari bahwa jajaran Kabupaten Purwakarta masih perlu belajar banyak mengenai menjalankan good governance, Dadan menyampaikan bahwa &ldquoKami akan berguru dari KPPN mengenai bagaimana melaksanakan SOP.&rdquo
Mulai dengan yang sederhana
Menjawab kerisauan Sekda Kab. Purwakarta, Direktur Jenderal Perbendaharaan, Agus Suprijanto menyampaikan bahwa tidak ada yang sulit dalam pembuatan dan pelaksanaan SOP. &ldquoMulai dengan yang sederhana, tulis apa yang kita kerjakan, lalu kerjakan apa yang kita tulis,&rdquo terang Agus menjelaskan apa yang telah dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan selama ini. &ldquoKemudian pastikan bahwa kita konsisten untuk melaksanakan SOP tersebut dan mendokumentasikannya,&rdquo tutur Agus lebih lanjut.
&ldquoSelain dapat membuat pekerjaan menjadi lebih efisien, SOP dapat juga memberikan perlindungan hukum bagi para pegawai kita yang melaksanakan pekerjaan tersebut,&rdquo jelas Agus lebih lanjut mengenai bagaimana SOP apabila diikuti dengan benar dapat menjadi salah satu payung hukum dalam melindungi pegawai dari sanksi yang muncul di kemudian hari.
Menarik apabila menyimak apa ya
ng disampaikan Dirjen Perbendaharaan dihadapan para pimpinan Muspida Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang, seperti Ketua DPRD, Komandan Distrik Militer, Ketua Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri pada hari itu. &ldquoKPPN Percontohan ini merupakan persembahan bagi perbaikan layanan kepada seluruh stakeholder kami,&rdquo ucap Agus setelah menjelaskan pentingnya acara soft launching KPPN Percontohan seperti yang dilakukan di Purwakarta sebagai momentum dari hasil kerja keras Ditjen Perbendaharaan membangun kantor layanan modern yang menerapkan proses bisnis sederhana, SDM yang berkualitas dan informasi teknologi informasi.
Saung Pinter: sebuah inovasi
Dalam salah satu poin sambutannya, Dirjen Perbendaharaan memb
erikan penghargaan khusus kepada KPPN Purwakarta, selain layanan mobile KPPN, dan website KPPN juga Sarana Unggulah Penuh Interaktif (Saung Pinter), sebuah inovasi yang &lsquodijual&rsquo KPPN Purwakarta dalam memberikan edukasi kepada satker yang membutuhkan penanganan khusus sebagai bentuk layanan terbaik bagi mitra kerjanya.&rdquoSaya sangat mengapresiasi hal tersebut, dan semoga inovasi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan layanan terbaik bagi mitra kerja KPPN Purwakarta,&rdquo puji Agus.
Dalam acara yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, mewakili Kepala Polisi Resor Purwakarta sebagai salah satu Satker yang dilayani oleh KPPN Purwakarta, Putu Segarsari menyampaikan rasa terima kasih atas penetapan KPPN Purwakarta sebagai kantor percontohan. &ldquoSelama ini kami merasa terbantu dengan pelayanan yang diberikan oleh KPPN Purwakarta.&rdquo Mendengar hal tersebut Plt. Kepala Kanwil DJPBN Prov. Jawa Barat, Edi Sumaridi tersenyum puas.
Kegiatan yang diselenggarakan mewakili peluncuran KPPN di seluruh Jawa Barat yaitu KPPN Bekasi, KPPN Karawang, KPPN Bogor, KPPN Sukabumi, KPPN Garut, KPPN Cirebon, KPPN Kuningan, KPPN Tasikmalaya, dan KPPN Sumedang tersebut ditutup dengan pengguntingan pita simbolis tanda peluncuran KPPN Percontohan Purwakarta dilakukan oleh Setda Kab. Purwakarta, Dadan Koswara mewakili Bupati Purwakarta dan Ketua DPRD Purwakarta, Ucok Ujang Wardi.
Setelah itu, acara langsung dipandu oleh Kepala KPPN Purwakarta, Sugeng Winarno yang menjelaskan kepada para pimpinan Muspida atau yang mewakili mengenai alur dokumen dari pengajuan SPM sehingga menjadi SP2D. Acara yang dilakukan mulai ruang tunggu front office, middle office, dan back office hingga aula pertemuan juga dihadiri oleh Kepala Bagian Organisasi Tata Laksana, Dydik Choiroel dan seluruh Kepala KPPN lingkup Kanwil DJPBN Prov. Jawa Barat.
Napak Tilas ke KPPN Karawang
Setelah melakukan press conference dengan TVRI Purwakarta, PWI dan beberapa media cetak di Purwakarta, Dirjen Perbendaharaan melanjutkan lawatannya ke KPPN Karawang. Acara yang sebenarnya tidak diagendakan sebelumnya tersebut, tidak ubahnya perjalanan napak tilas bagi Agus Suprijanto yang pernah menjalani promosi jabatan eselon III sebagai Kepala KPPN Karawang tahun 1997-1998.
Kedatangan Agus Suprijanto disambut oleh Kasubbag Umum, Sentot Priambodo selaku Plt. Kepala KPPN Karawang. Beberapa pegawai yang mengenal Agus menyambutnya dengan suka cita. Sebuah kesempatan berharga bertemu dengan petinggi Dirjen Perbendaharaan yang dulu sempat meluangkan waktu sehari-harinya bersama di Karawang. Agus kemudian tidak melewatkan waktu ketika ditawarkan Sentot untuk meninjau kantor yang pernah menjadi saksi perjalanan karirnya. &ldquoSudah banyak perubahan ya,&rdquo ujar Agus mengomentari sebagian besar ruangan KPPN Karawang terutama front office-nya.
Oleh : TWP - Media Center Ditjen Perbendaharaan











Tata Suntara melanjutkan, bahwa sejalan dengan usaha-usaha pemerintah dalam peningkatan transparansi dan akuntabilitas publik, penerapan Statistik Keuangan Pemerintah akan semakin memperKuat kredibilitas pemerintah di bidang pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, hal itu akan menguatkan pengakuan di kancah perekonomian internasional, ditandai dengan meningkatnya peringkat Investasi Indonesia ke level &ldquoInvestment Grade&rdquo.
Dalam kesempatan tersebut, Pejabat dari Australian Department of Finance and Deregulation (DOFAD) dan Australian Bureau of Statistics (ABS) memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai praktik-praktik terbaik (best practice) mengenai pengembangan dan penerapan sistem Statistik Keuangan Pemerintah dan kendala yang dihadapi. Pembelajaran tersebut akan menghasilkan perumusan lesson learnt yang dapat diaplikasi dalam pengembangan sistem Statistik Keuangan Pemerintah Indonesia.
Selanjutnya, Herry Purnomo mengatakan, &ldquokegiatan ini tidak sesederhana judulnya yaitu pelimpahan penandatangan DIPA dari Ditjen PBN kepada DJA, namun ternyata dalam pelaksanaannya memerlukan beberapa kajian dan pembahasan yang cukup rumit&rdquo. Namun demikian, Herry berharap agar beberapa perbedaan pandangan yang ada bisa dicarikan titik temu persamaan sebagai bagian dari sinergi Kementerian Keuangan.
Selepas rehat sholat Jumat dilakukan simulasi ujicoba penelaaahan RKA-K/L-DIPA secara online yang melibatkan pihak unit eselon I dalam hal ini Kantor Pusat Ditjen PBN, petugas DJA sebagai penelaah dan Kanwil Ditjen Prov. D.I. Yogyakarta selaku satker.
Dalam acara Soft Launching Implementasi KPPN Percontohan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah seperti Walikota Lhokseumawe,Bupati Aceh Utara, Bupati Bireuen, Ketua DPRK dari Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Unsur Muspida Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Bireuen. Sebagi wujud partisipasi dan kontribusi dukungan implementasi KPPN Percontohan, Walikota Lhokseumawe menyampaikan sambutannya bahwa KPPN Lhokseumawe selalu memberikan arahan dan bimbingan kepada Satker di wilayah kerjanya dalam rangka pengelolaan keuangan negara di daerah. Selain itu, ia juga berharap agar KPPN selalu komitmen untuk selalu meningkatkan kinerja pelayanan dan menjalankan fungsinya secara secara transparan dan akuntabel.
&ldquoMemang mudah untuk membuat sesuatu, akan tetapi akan lebih sulit untuk menjaganya. Saya berpesan, marilah kita terus menjaga komitmen kita untuk memberikan pelayanan terbaik bagi stakeholder dan demi terlaksananya reformasi birokrasi. Jangan sampai usaha keras kita rusak oleh tindakan yang melanggar kode etik pegawai&rdquo, demikian disampaikan oleh Direktur PPKBLU, Zamhari, dalam sambutan Soft Launching Implementasi KPPN Percontohan Tahap VI tersebut.
Direktur PPKBLU juga berpesan agar KPPN selalu berupaya untuk melakukan inovasi-inovasi dalam rangka mempercepat dan meningkatkan layanan sepanjang inovasi tersebut sesuai Standard Operating Procedures (SOP) dan tidak menyalahi aturan yang berlaku. Selain itu, Direktur PPKBLU juga berharap agar mitra kerja KPPN dan para pemangku kepentingan lain (stakeholder) selalu memberikan dukungan dalam melakukan reformasi birokrasi dengan cara tidak memberikan gratifikasi kepada pegawai kami dalam bentuk apapun serta kritik dan saran yang mebangun dari mitra kerja KPPN sangat diperlukan agar pelayanan publik yang dilakukan KPPN semakin lebih baik.
ran, daya serap anggaran yang dilakukan satker, perencanaan kas maupun kinerja Bank/Pos selaku mitra kerja KPPN. Untuk memotivasi kinerja tersebut diwujudkan dengan memberikan penghargaan kepada MIN Meurah Mulia Kab. Aceh Utara selaku Juara Kategori Satker dengan Kinerja Pelaporan Terbaik, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kab. Aceh Utara selaku Satker dengan Daya Serap dan Perencanaan Kas Terbaik, dan BNI Cabang Lhokseumawe selaku Bank/Pos Persepsi Mitra Kerja KPPN Lhokseumawe Terbaik. Sebagai wujud implementasi KPPN Percontohan telah dinyatakan dilaksanakan di seluruh KPPN di Lingkungan Kanwil Prov.Aceh, Direktur PPK BLU selaku wakil Direktur Jenderal Perbendaharaan melakukan pengguntingan pita di pintu masuk KPPN Lhokseumawe.
akukan kegiatan soft launching di KPPN Lhoseumawe rombongan kembali ke Banda Aceh dan melakukan pertemuan kepada seluruh pegawai pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Aceh dan KPPN Banda Aceh pada esok harinya. Dalam Kegiatan pertemuan tersebut, disamping Direktur memberikan arahan, juga dilakukan diskusi tanya jawab yang dipimpin oleh Kepala Bagian OTL dengan didampingi oleh Kasubag Tata Laksana Bagian OTL dan Kasubag Mutasi Bagian Administrasi Kepegawaian serta dimoderatori oleh Kepala Bidang PP Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Aceh. Dalam diskusi, para pegawai sangat antusias dalam menanggapi hal-hal yang berkaitan dengan proses bisnis perbendaharaan, pengelolaan kinerja, sistem pengendalian internal, pengelolaan SDM dan tata kelola KPPN Percontohan. Dan seluruh pertanyaan dapat dijelaskan secara jelas kepada seluruh pegawai, sehingga pegawai merasa puas atas hasil diskusi tanya jawab dimaksud.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. D.I. Yogyakarta, Hendro Baskoro memaparkan bagaimana reformasi yang dilaksanakan oleh Ditjen Perbendaharaan, yang meliputi 3 pilar yaitu Penataan organisasi , Penyempurnaan Proses Bisnis serta Pengembangan SDM.
&ldquoUntuk Tahun 2012, Bappenas fokus pada Reformasi Perbendaharaan Negara, dimana pemantauan dan evaluasi diarahkan pada program modernisasi KPPN Percontohan&rdquo demikian diungkapkannya.
Narasumber kegiatan kali ini berasal dari Tim Direktorat Sistem Perbendaharaan. Materi yang diberikan terkait dengan infrastruktur SPAN, mulai dari jaringan, router, modem, switch hingga komputer dan printer yang dipakai untuk SPAN. Selain itu, para supervisor juga diberikan materi security awareness dan setting aplikasi SPAN. 
Tata Suntara menjelaskan bahwa workshop kali ini bukan bertujuan untuk menakut-nakuti jabatan PPK atau Panitia Pengadaan Barang dan Jasa, dia berpesan &ldquoTetaplah menjalankan tugas sebagai panitia pengadaan Barang dan Jasa dengan sebaik-baiknya sesuai dengan koridor hukum dan peraturan yang berlaku, dan pergunakan sistem yang ada seperti Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan, dan kemudian jangan pernah untuk berhenti mempelajari Perpres 54/2010 dan perubahannya dalam Perpres No. 70/2012 karena sering juga kerugian Negara yang diakibatkan dari pengadaan Barang dan Jasa ini bukan disengaja, melainkan karena ketidakpahamannya mengenai Peraturan Presiden ini.&rdquo 
erlangsung di Jakarta (4/10), sedangkan tahap II akan diselenggarakan di Aula Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur pada hari Senin, (8/10).

