- Nasional
- Dilihat: 5549
User Acceptance Test (UAT) SPAN Training
Liputan UAT SPAN Training
Jakarta, perbendaharaan.go.id - &ldquoSemoga setelah Training UAT SPAN, defect aplikasi SPAN berada pada tingkat very low. Selain itu aplikasi ini bisa memenuhi kebutuhan proses bisnis pada KPPN Khusus Jakarta VI, serta aplikasi SPAN dapat menjadi tonggak sejarah bagi pengelolaan keuangan di masa yang akan datang.&rdquoDemikian harapan yang disampaikan oleh peserta dari KPPN Khusus Jakarta VI, Fawzia Anshary A.
TrainingUAT SPAN yang dilaksanakan pada tanggal 25-28 Maret 2013 di Treasury Learning Center (TLC) Jakarta telah berlangsung dengan lancar. Tujuan training adalah memberikan bekal kepadapara peserta UAT, sehingga mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar untuk melaksanakan skenario pengujian aplikasi.
Peserta training terdiri atas 152 orang, gabungan peserta dari Ditjen Perbendaharaan, Ditjen Anggaran, Ditjen Perimbangan Keuangan, Ditjen Kekayaan Negara, Ditjen Pengelolaan Utang, Inspektorat Jenderal Kemenkeu, serta Pusintek Kemenkeu. Untuk Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan diwakili oleh beberapa pegawai dari Sekretariat dan masing-masing Direktorat. Kantor Instansi vertikal Ditjen Perbendaharaan diwakili dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan  DKI Jakarta, KPPN Jakarta I s.d VI. Para peserta tersebut dibagi dalam 6 ruang kelas sesuai dengan modul yang akan disampaikan.
Sebelumnya, pelatihan diawali dengan acara Kick Off di Gedung Prijadi Praptosuhardjo II kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan UAT SPAN Training di gedung TLC. Rangkaian aktivitas training meliputi kegiatan Overview dan Proses Bisnis Pelatihan Berbasis Modul, Pelaksanaan dan Pendampingan Skenario Pelatihan Berbasis Modul, Overview Proses Bisnis dan Skenario Cross Module, Pelaksanaan dan Pendampingan Skenario Cross Module. Setiap ruang kelas para peserta didampingi oleh fasilitator (PIC Modul SPAN, red), Team Leader serta Dokumenter setiap modul.
Di sela-sela acara, terlihat dari kehadiran Staf Khusus Bidang Teknologi Informasi Kemenkeu Boby A.A Nazief, Direktur Transformasi Perbendaharaan Sudarto, dan para pejabat Ditjen Perbendaharaan. Hal itu sebagai bentuk dukungan dari para pimpinan terhadap training ini.
  Tanya jawab, masukan, diskusi antar peserta, fasilitator maupun dari tim LG-CNS menjadi dinamika dan penghangat suasana Training UAT SPAN. Beberapa kendala pun dirasakan para peserta, karena masih dalam tahap perkenalan. Hal tersebut adalah hal yang normal dan wajar. Tetapi kalimat dari salah seorang peserta, Fawzia Anshary A &ldquoala bisa karena biasa&rdquo merupakan kalimat motivasi yang patut kita contoh untuk mensukseskan SPAN.
Oleh: Teguh DP &ndash Kontributor Direktorat TP








Dijelaskan lebih lanjut bahwa acara ini merupakan acara pembukaan serangkaian acara UAT yang akan segera dilanjutkan dengan kegiatan Training UAT SPAN dan UAT SPAN.
Menyinggung peran Kanwil Ditjen Perbendaharaan,  Menteri Keuangan meminta Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Perimbangan Keuangan agar bersinergi melakukan pembinaan terhadap pengelolaan keuangan daerah melalui Kanwil Ditjen Perbendaharaan. Lebih lanjut, dirinya pun meminta Ditjen Perbendaharaan, Ditjen Anggaran, Ditjen Perimbangan Keuangan dan BKF bekerjasama mendukung Kanwil Ditjen Perbendaharaan sebagai pengelola fiskal di daerah.
Tata Suntara menambahkan, bidang baru tersebut mengemban tugas sebagai pelaksana pembinaan proses bisnis, supervisi, implementasi, dan bimbingan teknis operasional aplikasi pada KPPN, penilaian kinerja dan pemenuhan standar tata kelola KPPN, pemantauan pengendalian intern, pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin, dan tindak lanjut hasil pengawasan, serta perumusan rekomendasi perbaikan proses bisnis.
Sementara itu, Kepala Bagian OTL Sekretariat Ditjen Perbendaharaan Didyk Choiroel menyampaikan, tugas Kanwil Ditjen Perbendaharaan kedepan berubah menjadi lebih strategis dan bersifat analitis. &ldquoraker ini sebagai salah satu bagian dari rangkaian program capacity building dan pembekalan bagi pejabat/pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan atas tugas dan fungsi baru,&rdquo  ujarnya.
&ldquoTerpilihnya IFMIS atau SPAN sebagai salah satu tema pokok APEC 2012 dan 2013 menunjukkan bahwa Treasury Reform merupakan concern bersama di antara negara-negara APEC. Mengingat pentingnya SPAN, kehadiran pimpinan di sini memberikan dukungan sepenuh hati bagi seluruh elemen yang terlibat dalam pengembangan SPAN sehingga dapat melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin.&rdquo, tutur Direktur Jenderal Perbendaharaan.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Anggaran Herry Purnomo mendukung implementasi Kanwil Ditjen Perbendaharaan menjadi representasi Kementerian Keuangan di daerah.  Menurut Herry, spending review yang dilakukan Ditjen Perbendaharaan akan menjadi input pembahasan alokasi anggaran kementerian/ lembaga di Ditjen Anggaran.
Sementara itu, Dirjen Perbendaharaan Agus Suprijanto, dalam keynote speech-nya  menyampaikan bahwa saat ini sektor pemerintah telah memiliki strategi pemanfaatan Teknologi Informasi melalui e-government. Namun, Agus melanjutkan, karena besarnya cakupan sektor-sektor pemerintahan, teknologi informasi belum bisa digunakan untuk seluruh bentuk layanan publik. SPAN merupakan salah satu contoh yang menjadi prioritas dalam program e-government. 

