- Nasional
- Dilihat: 5619
Direktur Apk Mengajak Seluruh Kementerian/Lembaga Bersinergi Mencapai Akuntabilitas
Liputan Penyuluhan Sistem Akuntansi Instansi Tahun 2013
Jakarta, perbendaharaan.go.id &ndash Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (Direktorat APK) menyelenggarakan Penyuluhan Sistem Akuntansi Instansi tahun 2013, pada tanggal 20-22 Maret 2013. Kegiatan diikuti oleh seluruh kementerian/lembaga yang masing-masing diwakili seorang petugas SAK dan seorang petugas SIMAK-BMN. Total jumlah peserta yang hadir adalah 174 orang dari 83 Kementerian/Lembaga.
Denny F. Singawiria, Kasubdit Bimbingan Akuntansi Instansi Direktorat APK selaku Ketua Penyelenggara, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyuluhan tersebut digelar dengan tujuan mendorong terwujudnya persepsi yang sama bagi seluruh Kementerian Negara/Lembaga dalam rangka pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara memberikan pengetahuan dan ketrampilan yang memadai bagi pengelola keuangan dan pengelola barang pada Kementerian Negara/Lembaga dalam rangka pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara mendorong terwujudnya sinergi antara pembina dan penyusun LKKL dan mendorong terwujudnya LKKL dan LKPP Tahun Anggaran 2013 dengan opini terbaik.
Yuniar Yanuar Rasyid, Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, dalam sambutannya mengajak para peserta agar bersama-sama bersinergi dengan Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat APK di bidang pengelolaan keuangan negara terutama di bidang akuntansi pemerintahan demi pencapaian akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah yang lebih baik di masa depan. Disamping itu, Yuniar juga mengharapkan agar Penyuluhan SAI tahun 2013 ini dapat memberi kontribusi yang berharga bagi perbaikan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara dengan terwujudnya pelaporan keuangan yang baik.
Materi dalam penyuluhan SAI dibagi dalam 2 kelompok, yaitu materi fungsional dan materi aplikasi. Materi fungsional dipaparkan oleh narasumber dari Subdit Bimbingan Akuntansi Instansi dan dari Subdit Sistem Akuntansi. Materi yang diberikan adalah materi yang masih menjadi kendala dalam penyusunan Laporan Keuangan antara lain:
1. Mekanisme pengelolaan Hibah Langsung, baik bentuk Uang maupun bentuk Barang/Jasa/Surat Berharga
2. Tata Cara Perhitungan dan Pengungkapan Penyisihan Piutang
3. Latar Belakang dan Tata Cara Penyajian Informasi Akrual
4. Analisa Laporan Keuangan dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan yang berkualitas.
Sedangkan materi aplikasi dipaparkan oleh narasumber dari Subdit Pengembangan Aplikasi Direktorat Sistem Perbendaharaan. Materi yang diberikan mulai dari Aplikasi Persediaan, Aplikasi SIMAK-BMN sampai dengan Aplikasi SAKPA Tahun 2013. Dalam Aplikasi SIMAK-BMN ditekankan tentang Penyusutan Aset Tetap dan penerapannya dalam Aplikasi yang akan dilaksanakan mulai Semester I Tahun 2013.
Untuk efektivitas penyampaian materi, maka peserta dibagi dalam 4 (empat) kelas, yaitu 2 (dua) kelas SAK dan 2 (dua) kelas SIMAK-BMN. Acara berjalan dengan lancar dan penuh antusias dengan banyaknya pertanyaan, usulan dan masukan yang diajukan oleh peserta kepada para narasumber. Pada akhir materi, diselenggarakan post-test dengan hasil baik (nilai rata-rata 87,46). Kepada lima peserta dengan nilai terbaik diberikan penghargaan berupa souvenir cantik dari panitia. Kelima peserta tersebut adalah:
1. Dony Fitriandi dari Kementerian Kehutanan
2. Maman Sulaeman dari Kementerian Perhubungan
3. Muhammad Imron dari Kementerian Perindustrian
4. Yosef Kristiantoro dari Kementerian Riset dan Teknologi
5. Ririn Sundary dari Kementerian Riset dan Teknologi.
Pada akhir acara penyuluhan SAI, diumumkan telah dibukanya forum secara informal yang beralamatkan di dapurlaporan.homegoo.com yang dapat diikuti oleh semua Kementerian/Lembaga. Diharapkan dengan adanya forum ini, para peserta dapat menjadi anggota dan berperan aktif di dalamnya terutama dalam diskusi penyusunan laporan keuangan.
Oleh: Kontributor Direktorat APK











Selanjutnya, Menteri Keuangan memasuki satu per satu ruang middle office hingga back office. Disana Agus D.W. Martowardojo memberikan apresiasi atas kerapihan kantor tersebut. &ldquoTerima kasih, kantornya sudah rapi,&rdquo pujinya kepada para pegawai KPPN Surabaya.
Sebelumnya, pelatihan diawali dengan acara Kick Off di Gedung Prijadi Praptosuhardjo II kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan UAT SPAN Training di gedung TLC. Rangkaian aktivitas training meliputi kegiatan Overview dan Proses Bisnis Pelatihan Berbasis Modul, Pelaksanaan dan Pendampingan Skenario Pelatihan Berbasis Modul, Overview Proses Bisnis dan Skenario Cross Module, Pelaksanaan dan Pendampingan Skenario Cross Module. Setiap ruang kelas para peserta didampingi oleh fasilitator (PIC Modul SPAN, red), Team Leader serta Dokumenter setiap modul.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa acara ini merupakan acara pembukaan serangkaian acara UAT yang akan segera dilanjutkan dengan kegiatan Training UAT SPAN dan UAT SPAN.
Menyinggung peran Kanwil Ditjen Perbendaharaan,  Menteri Keuangan meminta Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Perimbangan Keuangan agar bersinergi melakukan pembinaan terhadap pengelolaan keuangan daerah melalui Kanwil Ditjen Perbendaharaan. Lebih lanjut, dirinya pun meminta Ditjen Perbendaharaan, Ditjen Anggaran, Ditjen Perimbangan Keuangan dan BKF bekerjasama mendukung Kanwil Ditjen Perbendaharaan sebagai pengelola fiskal di daerah.
Tata Suntara menambahkan, bidang baru tersebut mengemban tugas sebagai pelaksana pembinaan proses bisnis, supervisi, implementasi, dan bimbingan teknis operasional aplikasi pada KPPN, penilaian kinerja dan pemenuhan standar tata kelola KPPN, pemantauan pengendalian intern, pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin, dan tindak lanjut hasil pengawasan, serta perumusan rekomendasi perbaikan proses bisnis.
Sementara itu, Kepala Bagian OTL Sekretariat Ditjen Perbendaharaan Didyk Choiroel menyampaikan, tugas Kanwil Ditjen Perbendaharaan kedepan berubah menjadi lebih strategis dan bersifat analitis. &ldquoraker ini sebagai salah satu bagian dari rangkaian program capacity building dan pembekalan bagi pejabat/pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan atas tugas dan fungsi baru,&rdquo  ujarnya.
&ldquoTerpilihnya IFMIS atau SPAN sebagai salah satu tema pokok APEC 2012 dan 2013 menunjukkan bahwa Treasury Reform merupakan concern bersama di antara negara-negara APEC. Mengingat pentingnya SPAN, kehadiran pimpinan di sini memberikan dukungan sepenuh hati bagi seluruh elemen yang terlibat dalam pengembangan SPAN sehingga dapat melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin.&rdquo, tutur Direktur Jenderal Perbendaharaan.

