Kunjungan Kerja Komisi XI DPR-RI Ke Kementerian Keuangan Lingkup Provinsi Bengkulu
Bengkulu, perbendaharaan.go.id - Tim dari Komisi XI DPR-RI yang dipimpin oleh Dr. Harry Azhar Aziz, M.A. melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bengkulu, khususnya ke instansi vertikal lingkup Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu, Senin (15/4), di aula KPPN Bengkulu. Kunjungan kerja Komisi yang membidangi Keuangan di DPR-RI tersebut merupakan yang pertama kali di Provinsi Bengkulu.
Kedatangan Tim Komisi XI DPR-RI pukul 14.00 WIB disambut oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Bengkulu, selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu, Drs.Supriyo, S.IP.,M.H., didampingi oleh Direktur Pelaksanaan Anggaran Drs. Haryana, M.Soc.Sc, Kakanwil Ditjen Pajak Provinsi Lampung dan Bengkulu Peni Hirjanto, Ak, M.BA. , Kakanwil Ditjen Kekayaan Negara Provinsi Bengkulu dan Lampung Ischak Ismail, S.H, M.Hum serta para pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu.
Acara diawali dengan sambutan serta perkenalan jajaran pejabat Kementerian Keuangan se Provinsi Bengkulu oleh Drs.Supriyo S.IP.,M.H, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan Anggota Tim Komisi XI DPR-RI oleh Dr. Harry Azhar Aziz M.A.. Harry menyampaikan bahwa tujuan dari kunjungan kerja tersebut adalah untuk mencari informasi tentang kinerja serta pelaksanaan reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan mengingat peran Kementerian Keuangan sangat strategis dalam struktur pemerintahan Republik Indonesia. Dalam pemaparan tersebut Harry juga menyampaikan kemungkinan pemisahan Ditjen Pajak dari Kementerian Keuangan untuk memperKuat dan memaksimalkan fungsi Ditjen Pajak di masa yang akan datang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan masing-masing Unit Eselon I Kemenkeu Provinsi Bengkulu oleh para Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Kantor.
Pemaparan tersebut antara lain mengenai tingkat Penyerapan dana APBN pada instansi vertikal Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu T.A 2011 s.d. 2012, Penerimaan Pajak di Provinsi Bengkulu selama tiga tahun terakhir, Target dan Realisasi penerimaan Bea Cukai Provinsi Bengkulu tahun 2010 s.d. 2012, jumlah asset/kekayaan negara yang berada di Provinsi Bengkulu, serta pelaksanaan dan indikator keberhasilan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu.
Setelah mendengar dan memberi tanggapan atas pemaparan dari masing-masing unit, Tim Komisi XI DPR-RI melalui Ketua Tim menutup acara Rapat Kunjungan Kerja dengan beberapa kesimpulan dan masukan untuk pembanding dalam rangka pelaksanaan salah satu tugas Komisi XI DPR-RI dalam rangka mempersiapkan, menyusun, dan menyempurnakan RUU Bidang Keuangan Negara. Seluruh Rangkaian acara tersebut diakhiri dan ditutup dengan tukar menukar cinderamata dan foto bersama.
Oleh: Bagong Iswanto & Wahyu Purnomo








&ldquoDiantara tantangan perekonomian domestik yang ada, tekanan terberat datang dari sisi fiskal terkait potensi pelebaran defisit APBN 2013 yang melampaui batas yang telah ditentukan dalam UU 17/2003 yaitu 3% dari PDB,&rdquo papar Budiarso Teguh Widodo.
(peneliti pada BKF), Ragil Kuncoro, Ak.,M.Sc. (Kabid Kebijakan Pajak dan PNBP II BKF) dan Prof. Dr. Abdul Halim, MBA., Akt. (Dosen FEB UGM).
Dikesempatan yang sama, dalam sambutannya Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengingatkan bahwa negara berkembang, termasuk Indonesia tidak terlepas dari risiko defisit neraca perdagangan karena masih lemahnya permintaan dari pasar global, dan resiko defisit keseimbangan primer karena belanja tidak dapat ditutup dari penerimaan. Hal itu sesuai dengan hasil kajian ekonomi makro dunia tahun 2013 oleh World Bank, IMF dan The Economist. The Economist mengindikasikan pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi global berkisar antara 3,4%, dan masih diwarnai oleh risiko.
Dalam arahannya, Direktur Sistem Perbendaharaan, Iskandar, menyatakan bahwa pemanfaatan TIK saat ini merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, terlebih bagi organisasi yang besar seperti Ditjen Perbendaharaan. Penyelesaian tugas Ditjen Perbendaharaan, seperti proses pembayaran dalam pelaksanaan APBN, penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara, penyusunan LKPP, Laporan Realisasi APBN, dan lainnya menjadi contoh pentingnya menjaga keberadaan TIK Ditjen Perbendaharaan agar dapat berfungsi dengan baik. Terlebih dalam waktu dekat SPAN akan segera diimplementasikan yang membutuhkan partisipasi dan dukungan kita semua untuk menyukseskannya. Untuk mendukung kelancaran tugas di kantor masing-masing, maka peralatan TIK harus dapat berfungsi dengan baik. Kepada para peserta bimtek diminta untuk mengikuti bimtek dengan sungguh-sungguh namun tetap menjaga kondisi kesehatan agar dapat mengikuti bimtek dari awal hingga akhir dan kembali ke kantor masing-masing tetap dalam keadaan sehat.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perbendaharaan Agus Suprijanto menyampaikan harapannya, agar temuan-temuan dari BPK telah selesai ditindaklanjuti dengan baik dan tidak menjadi temuan audit lagi pada laporan keuangan tahun 2012 dan tahun-tahun berikutnya. Agus juga mengharapkan agar seluruh kementerian/lembaga dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dengan melakukan perencanaan dan penganggaran, pelaksaanaan, dan pertanggungjawaban anggaran dengan baik. Terkait dengan pelaksanaan anggaran, diharapkan agar kementerian/lembaga mempercepat realisasi anggaran agar tidak menumpuk di akhir tahun anggaran dengan tetap memperhatikan efisiensi dan efektivitas dalam pencapaian tujuan dan pelayanan kepada masyarakat.
Yuniar Yanuar Rasyid, Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, dalam sambutannya mengajak para peserta agar bersama-sama bersinergi dengan Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat APK di bidang pengelolaan keuangan negara terutama di bidang akuntansi pemerintahan demi pencapaian akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah yang lebih baik di masa depan. Disamping itu, Yuniar juga mengharapkan agar Penyuluhan SAI tahun 2013 ini dapat memberi kontribusi yang berharga bagi perbaikan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara dengan terwujudnya pelaporan keuangan yang baik.
Selanjutnya, Menteri Keuangan memasuki satu per satu ruang middle office hingga back office. Disana Agus D.W. Martowardojo memberikan apresiasi atas kerapihan kantor tersebut. &ldquoTerima kasih, kantornya sudah rapi,&rdquo pujinya kepada para pegawai KPPN Surabaya. 

