- Nasional
- Dilihat: 6085
Satu Jam Bersama Menteri Keuangan
Liputan  kunjungan kerja  Menteri Keuangan ke KPPN Surakarta
Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo melakukan kunjungan kerja ke KPPN Surakarta, Senin (16/7). Agus terlihat meninjau seluruh ruangan KPPN sambil menyapa para pegawai KPPN Surakarta dengan berjabat tangan. Kedatangan Menteri Keuangan disambut secara sederhana oleh Kepala KPPN Surakarta Asri  Isbandiah Hadi. Terlihat pula turut menyambut, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Bjardianto Pudjiono dan Hendro Baskoro.
Pada saat meninjau  front office, Agus berdialog  dengan beberapa petugas satuan kerja terkait dengan pengajuan pencairan dana  ke KPPN. Dirinya meminta tanggapan dari satuan kerja atas pelayanan yang diberikan oleh KPPN. Pada saat yang sama, mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut  mengingatkan  kepada petugas front office KPPN untuk selalu memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh satuan kerja dengan berlandaskan nilai &ndash nilai Kementerian Keuangan.
Memasuki ruang midlle office , Agus Martowardoyo  terkesan dengan layout dan kerapian ruangan.  &ldquoTidak harus barang baru,  yang ada saja apabila  dikelola dengan baik akan terwujud kantor yang nyaman  hal tersebut merupakan cerminan budaya disiplin pada Kementerian Keuangan, &ldquo demikian dia berpesan.
Agus memberikan perhatian selanjutnya  terhadap hal penataan dan pengelolaan arsip di KPPN. Ia memberikan apresiasi kepada kantor  lingkup Ditjen Perbendaharaan yang sudah menerapkan  e-filling dalam pengelolaan arsip. Ia pun berharap hal itu bisa menjadi contoh bagi kantor lainnya di lingkup Kementerian Keuangan.
Selanjutnya pada saat meninjau Aula KPPN,  Agus Martowardoyo memberikan arahan kepada para pejabat pengelola keuangan di wilayah kerja KPPN Surakarta yang diundang   dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Penyerapan Anggaran Semester I Tahun Anggaran 2012.  Dirinya berpesan bahwa dana APBN yang jumlahnya selalu naik setiap tahun dan pada tahun 2012 ini mencapai   Rp.1.5 triliun  harus dapat dikelola dengan baik secara transparan, professional dan akuntabel. Menurutnya, apabila dokumen sudah lengkap maka segera ajukan tagihan ke KPPN jangan menunggu hingga deadline akhir tahun anggaran sehingga pegawai KPPN harus bekerja sampai larut malam karena imbas adanya realisasi satker yang ditunda-tunda.
Pada akhir kunjungannya,  dilakukan  foto bersama dengan seluruh pegawai KPPN. Pertemuan itu ditutup dengan seruan yel-yel  kebanggaan seluruh pegawai KPPN Surakarta,    &lsquo&rsquoKPPN Surakarta  selalu pintar, yes,yes,yes !&rsquo&rsquo    Menteri Keuangan beserta rombongan meninggalkan KPPN Surakarta, setelah satu jam meninjau KPPN .
 
Kontributor : Tim Reportase KPPN Surakarta (edited by Novri)








Kesempatan itu, Sesditjen juga memaparkan perkembangan SPAN yang telah dilalui dengan indikasi beberapa milestone misalnya Penyempurnaan CoA, Deployment Infrastruktur IT, dan Aktivasi Database dan General Ledger, &ldquonantinya dalam waktu dekat yang akan dilakukan adalah Training, Pilotting dan Roll Out yang harus dicapai melalui strategi yang baik,&rdquo ucap Sesditjen
Ternyata seminar ini menjadi acara yang menarik dan menjadi perhatian penting, tak kurang dari 75 peserta dari seluruh pengelola SDM eselon I lingkup Kementerian Keuangan ikut hadir. Mereka ingin mengetahui bagaimana strategi pengelolaan SDM masa depan saat teknologi informasi betul-betul menjadi motor penggerak organisasi. Karena seperti Ditjen Perbendaharaan sendiri yang bekerja sama dengan Ditjen Anggaran saat ini sedang mengembangkan Sistem Perbendaharaan dan Anggaaran Negara (SPAN), Ditjen Pajak juga sedang mempersiapkan Project of Indonesian Tax Administration Reform (PINTAR), dan Ditjen Bea dan Cukai yang telah menjalankan Indonesian National Single Window (INSW).
Dalam setiap kesempatan beliau selalu menekankan pengelolaan kearsipan. Penataan arsip sudah bagus tetapi perlu dirapikan lagi dengan menerapkan e-filling. Pesannya agar seluruh pegawai Ditjen Perbendaharaan Wilayah Sumut dapat memberi perhatian lebih dalam peningkatan pengelolaan arsip. Sehingga dilihat enak dan sewaktu-waktu dicari mudah ditemukan. Front Office maupun Middle Office perlu adanya keseragaman dalam lay out maupun persepsi mengenai SOP.
Dengan penajaman fungsi tersebut, pegawai Ditjen Perbendaharaan diharapkan dapat meningkatkan kapasitasnya. Sebagai contoh, dengan adanya ketentuan harga satuan, pembagian keuangan antara pusat dan daerah, PUSAP, serta berbagai macam paket peraturan, maka KPPN dan Kanwil harus dapat menjawab dan memberikan pemahaman mendasar. Pegawai Ditjen Perbendaharaan harus dapat menginformasikan ke satker, termasuk tentang formulasi pembagian keuangan yang memerlukan koordinasi dengan pemda.
Dalam keynote speech-nya, Direktur PPK BLU Drs. Zamhari, M.Ec menyampaikan bahwa pertumbuhan satker yang menerapkan pola PK BLU memberi tantangan pembinaan tersendiri, dimana tantangan pembinaan ini harus mampu dijawab oleh Ditjen Perbendaharaan selaku pembina keuangan agar peran strategis BLU dalam mengejawantahkan penganggaran yang efektif dan efisien dapat terwujud. Lebih lanjut Direktur PPK BLU juga menyampaikan bahwa program utama dan mendesak yang dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan saat ini adalah melakukan monitoring dan evaluasi satker BLU. Monitoring dan evaluasi satker BLU ini dimaksudkan untuk menilai efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan satker BLU. Secara khusus, monev satker BLU bertujuan untuk menyusun daftar satker BLU bermasalah sebagai masukan bagi proses pembinaan


