- Nasional
- Dilihat: 5722
Setditjen Datang, Inspirasi Dan Motivasi Tercerahkan
Liputan Kunjungan Setditjen Perbendaharaan ke Medan
Medan, perbendaharaan.go.id &ndash Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, Tata Suntara membuka acara PPAKP Kelas Managerial (7/5). Kesibukannya sebagai Setditjen tidak menyurutkan niat dan langkahnya, menyempatkan diri melakukan silaturahim untuk lebih dekat dan akrab dengan pegawai Kanwil Prov. Sumut, KPPN Medan I, dan KPPN Medan II. Beliau tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk meraup berkah dari manfaat silaturahim yang dapat memperpanjang umur dan memperlancar rejeki.
Setditjen tiba di KPPN Medan I sekitar pukul 13.30 WIB. Beliau langsung melakukan peninjauan keseluruh ruangan, dimulai dari front office kemudian ke middle office, back office, aula, perpustakaan, termasuk ruang arsip. Beliau didampingi Kepala Kanwil &lsquoBakhtaruddin&rsquo, Kepala KPPN Medan I &lsquoRia Hot Juanita Simbolon&rsquo, Kepala KPPN Medan II &lsquoZaid Ibrahim&rsquo, dan Para Kabid. Begitu hangat menyalami dan berinteraksi dengan semua pegawai. Beliau bertemu dengan teman lama &lsquoSintong Sibuea&rsquo 15 tahun yang lalu bersama-sama di KPPN Bengkulu.
Dalam setiap kesempatan beliau selalu menekankan pengelolaan kearsipan. Penataan arsip sudah bagus tetapi perlu dirapikan lagi dengan menerapkan e-filling. Pesannya agar seluruh pegawai Ditjen Perbendaharaan Wilayah Sumut dapat memberi perhatian lebih dalam peningkatan pengelolaan arsip. Sehingga dilihat enak dan sewaktu-waktu dicari mudah ditemukan. Front Office maupun Middle Office perlu adanya keseragaman dalam lay out maupun persepsi mengenai SOP.
Selesai melakukan peninjauannya, Tata Suntara melakukan pertemuan dengan seluruh pegawai Kanwil Prov. Sumut, KPPN Medan I, dan KPPN Medan II. Beliau berpesan agar para pegawai bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas. Kerjasama harus selalu dijaga dan dipelihara. Para pegawai didorong untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensinya. Beliau mengharapkan semua pegawai bisa lulus assesment KPPN Percontohan. Apabila dalam kenyataan ada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, maka harus dapat diterima dengan keikhlasan dan kebesaran jiwa. Tidak perlu bersedih hati. Ada hikmah tersembunyi yang belum kita ketahui dibalik setiap kejadian.
Setditjen juga menyampaikan akan adanya penajaman fungsi threasury. Dengan akan diserahkannya DIPA ke DJA, bukan berarti pekerjaan kita akan berkurang. Pekerjaan yang lain masih banyak yang memerlukan konsentrasi dan kompetensi. Ada Sebagian tugas DJA dan DJPK di daerah akan ditangani oleh Kanwil DJPBN. Konsentrasi Ditjen Perbendaharaan yang akan dikembangkan adalah : Disbursement Plan, Cash Forecasting, Spending Review, Management Investasi, BLU, Cash Management, dan Dealing Room. Piloting dan rollout SPAN pada bulan Juni 2012 serta penggunaan Accrual Accounting secara penuh pada tahun 2013 sebagai amanat UU, harus dipersipakan dan disikapi dengan baik.
Dengan penajaman fungsi tersebut, pegawai Ditjen Perbendaharaan diharapkan dapat meningkatkan kapasitasnya. Sebagai contoh, dengan adanya ketentuan harga satuan, pembagian keuangan antara pusat dan daerah, PUSAP, serta berbagai macam paket peraturan, maka KPPN dan Kanwil harus dapat menjawab dan memberikan pemahaman mendasar. Pegawai Ditjen Perbendaharaan harus dapat menginformasikan ke satker, termasuk tentang formulasi pembagian keuangan yang memerlukan koordinasi dengan pemda.
Walau pertemuan hanya berlangsung selama 1 jam, namun begitu hangat dan berkesan. Sempat ada pertanyaan yang menggelitik dari Warnoto tentang adanya peraturan mengenai batas-batas waktu penyampaian SPM di satu sisi tetapi di sisi lain mengapa harus ada dispensasi. Serta pertanyaan tentang banyaknya retur dari Bank Operasional.
Pembinaan Setditjen serasa oase ditengah padang pasir nan gersang. Atasan seyogyanya dapat membangkitkan semangat bawahan. Pimpinan harus bisa menciptakan pemimpin. Berlaku adil, obyektif, dan jauh dari interest pribadi. Pegawai dimotivasi untuk selalu belajar dan terus belajar. Kita diinspirasi tentang hakekat hidup dan kehidupan yang sementara. Hidup yang sebentar janganlah dibuat susah. Beribadah, belajar, berusaha, bersemangat, berdoa, bersabar, bersyukur, dan bertawakkal sebagai modal utama untuk menghilangkan segala macam stress yang melanda.
Pada kesempatan kali ini Sekretaris Ditjen Perbendaharaan didamping oleh Kepala Bagian Administrasi Kepegawaian, Ludiro dan Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Didyk Choiroel.
Oleh : Warnoto &ndash Kontributor KPPN Medan I
Editor : Bambang Kismanto &ndash Media Center Perbendaharaan











Dalam keynote speech-nya, Direktur PPK BLU Drs. Zamhari, M.Ec menyampaikan bahwa pertumbuhan satker yang menerapkan pola PK BLU memberi tantangan pembinaan tersendiri, dimana tantangan pembinaan ini harus mampu dijawab oleh Ditjen Perbendaharaan selaku pembina keuangan agar peran strategis BLU dalam mengejawantahkan penganggaran yang efektif dan efisien dapat terwujud. Lebih lanjut Direktur PPK BLU juga menyampaikan bahwa program utama dan mendesak yang dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan saat ini adalah melakukan monitoring dan evaluasi satker BLU. Monitoring dan evaluasi satker BLU ini dimaksudkan untuk menilai efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan satker BLU. Secara khusus, monev satker BLU bertujuan untuk menyusun daftar satker BLU bermasalah sebagai masukan bagi proses pembinaan
Kepala Bagian Administrasi Kepegawaian, Ludiro, yang pada kesempatan penutupan acara mewakili sekretaris Ditjen Perbendaharaan menyampaikan bahwa aplikasi yang telah dibuat tersebut dapat dikembangkan lagi dengan menampung berbagai permasalahan yang terjadi secara komprehensif, &ldquoAplikasi yang distandarisasi secara nasional akan dapat digunakan untuk menunjang tupoksi kita dan dapat dipergunakan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan atau KPPN di seluruh Indonesia,&rdquo tuturnya.
Materi yang diujikan kepada para calon penerima beasiswa adalah Tes Potensi Akademik (TPA), psikotest, dan Bahasa Inggris. Menurut panitia penyelenggara, format penilaian psikotest tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, penilaian psikotes lebih komperhensif dan terintegrasi. Metodelogi yang digunakan sebagai dasar penilaian psikotest adalah paper and pencil test, leaderless group discussion, serta interview. Dalam hal penilaian psikotest, Ditjen Perbendaharaan menggandeng PT Daya Makara Universitas Indonesia sebagai consultant. Selain itu, Ditjen Perbendaharaan bekerja sama juga dengan LBI-FIB UI sebagai consultant Bahasa Inggris dan Koperasi BAPENAS sebagai consultant TPA.
eserta dipengaruhi oleh beberapa hal. Disaat bersamaan, beasiswa yang digelar PPSDM &ndash BPPK masih dalam proses, sehingga sebagian besar peminat beasiswa tidak bisa mendaftar pada dua jenis seleksi beasiswa. Selanjutnya, secara administrative, pembatasan umur dalam penerimaan seleksi beasiswa tahun ini berbeda. Jika sebelumnya batas maksimal untuk penerima program sarjana berumur 35 tahun, pada tahun ini menjadi 30 tahun. Sedangkan, untuk penerima program pasca sarjana di tahun sebelumnya batas maksimal berumur 40 yahun, saat ini menjadi 35 tahun.
Selain itu, Agus Suprijanto menambahakan Implementasi SPAN yang ditargetkan berjalan pada tahun 2013, dengan piloting dan roll out mulai tahun 2012 ini, juga menjadi tantangan tersendiri yang harus disikapi dengan komprehensif dan strategik. Kunci keberhasilan SPAN bukan hanya ditentukan oleh teknologi informasi, namun juga dukungan struktur organisasi yang modern dan efektif maupun SOP yang memadai dan dilaksanakan oleh SDM dengan kuantitas dan kualitas yang memadai.
Masih dalam rangkaian acara rakorwil juga, dilaksanakan penandatanganan IKU Kemenkeu Three antara Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua dengan para pejabat Eselon III. Forum Rakorwil juga telah berhasil menjadi media perekat silaturahmi jajaran Ditjen Perbendaharaan di tanah Papua. Panitia menyelenggarakan outbond game untuk seluruh peserta Rakorwil sebagai cerminan implementasi nilai &ndash nilai kementerian keuangan.
am hari, Dirjen Perbendaharaan menyampaikan arahan kepada para jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua. Dirinya menyampaikan latar belakang pembahasan APBN-P dan implikasinya pada perekonomian. Lebih lanjut, Agus Suprijanto menjelaskan percepatan penyerapan anggaran terkait dengan aplikasi RPA serta pelaksanaan monev yang tidak sekedar pada dana saja namun juga output yang dihasilkan. Agus Suprijanto mengingatkan pula persiapan roll out SPAN yang memerlukan kompetensi Teknologi Informasi dari pegawai Ditjen Perbendaharaan, dan persiapan launching KPPN Percontohan. 

