- Nasional
- Dilihat: 4064
FGD Direktorat SMI Bersama LPPM IPB
 Liputan FGD FGD Direktorat SMI Bersama LPPM IPB di Kabupaten Maros
Maros, perbendaharaan.go.id - Direktorat Sistem Manajemen Investasi (Direktorat SMI) Ditjen Perbendaharaan bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pelaksanaan Kredit Program Skema Subsidi Bunga, Rabu (1/8) di Kabupaten Maros. Kegiatan FGD tersebut dihadiri oleh Pejabat dan pegawai Direktorat SMI, Peneliti dari LPPM IPB yaitu DR. Nunung Nuryantono dan DR. Ekawati Sriwahyuni, Perbankan sebagai penyalur kredit program, kepala dinas instansi terkait dari pemerintah daerah Kabupaten Maros, serta perwakilan koperasi debitur, perwakilan petani, peternak, nelayan, sebagai penerima kredit program.
Acara yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Maros ini dilaksanakan di Pendopo Kantor Bupati Maros dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maros, Ir. H. Baharuddin, MM. Dalam sambutannya Baharuddin menyampaikan agar kalangan perbankan di Kabupaten Maros ikut berpartisipasi memberikan kredit kepada usaha kecil mikro (UKM) agar dapat pemberdayaan masyarakat dan membantu pertumbuhan ekonomi.
Direktorat SMI mengungkapkan, tujuan diadakannya FGD ini adalah untuk Menggali informasi terkait pelaksanaan kredit program skema subsidi bunga yang selama ini terjadi. Selain itu, Direktorat SMI bermksud menggali informasi permasalahan yang timbul dan penyebab kurang optimalnya pelaksanaan kredit program skema subsidi bunga. Dengan demikian, diharapkan masukan mengenai skema terbaik dalam pelaksanaan kredit program skema subsidi bunga ke depan bisa dicapai.
Menurut pihak Direktorat SMI, selama ini pelaksanaan kredit program skema subsidi bunga belum optimal karena kurangnya sosialisasi yang memadai, sehingga banyak penerima kredit program menganggapnya bukan pinjaman tetapi bantuan yang tidak perlu dibayar kembali. Program ini juga kurang melibatkan pimpinan pemerintah daerah setempat yang dapat berfungsi sebagai penjamin pinjaman secara moral. Ditambah, program ini belum ada pengawasan, monitoring dan evaluasi yang memadai.
Dengan adanya kegiatan ini Dirketotar SMI berupaya secara aktif melaksanakan kredit program skema subsidi bunga secara efektif dan optimal guna memajukan perekenomoian daerah setempat.
Sementara itu Kanwil Ditjen Perbendaharaan yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Perbendaharaan Dra. Marni Misnur, MM. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara FGD dilakukan untuk membahas kajian pelaksanaan kredit program skema subsidi bunga dan membahas permasalahan-permasalahan yang merupakan kendala di lapangan atas pelaksanaan kredit program subsidi bunga maupun non subsidi. Menurutnya, program ini merupakan salah satu komponen guna mewujudkan tujuan negara yang bukan hanya merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa yang secara terus menerus melaksanakan pembangunan yang dilakukan baik oleh pemerintah, swasta, perbankan maupun kelompok masyarakat.
Selain itu, dirinya mengharapkan pada pertemuan tersebut dapat digali informasi terkait pelaksanaan dan permasalahan yang timbul serta memberikan masukan yang terbaik dalam rangka pelaksanaan kredit program skema subsidi bunga ke depan. Dengan dukungan semua komponen termasuk dari Kepala Daerah setempat serta monitoring dan evaluasi yang melibatkan Kanwil Ditjen Perbendaharaan di daerah maka diharapkan pelaksanaan kredit program skema subsidi bunga akan berhasil dan bermanfaat untuk mencapai masyarakat adil, makmur dan sejahtera &ldquoBaldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur". Tegasnya. Kegiatan pemaparan dan diskusi berjalan dinamis dengan adanya tanggapan dan masukan dari para peserta diskusi serta bimbingan dari Tim LPPM IPB. Selain itu juga disebarkan kuisioner kepada nasabah penerima kredit program untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
Kegiatan FGD ini diarahkan untuk dapat memberikan output berupa hasil kajian yang melengkapi keseluruhan kajian yang meliputi pelaksanaan, permasalahan, akar masalah, dan rekomendasi terkait kredit program skema subsidi bunga.
Acara diakhiri dengan pemberian cenderamata dari pihak Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sulawesi Selatan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Maros, begitupun sebalikanya. Sebagai bagian dalam rangkaian FGD ini, Tim dari Direktorat SMI didampingi oleh petugas dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan melakukan survey lapangan yaitu dengan mengunjungi para kelompok petani dan peternak di Kabupaten Maros.











Kepala KPPN Palopo mengawali sambutannya dengan penjelasan tugas dan fungsi KPPN Palopo, &ldquoKPPN Palopo da-lam mengemban tugas melayanani satker-satker dari Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur. Berkat kerja keras semua pihak, realisasi anggaran pada Semester I TA 2012 mencapai 45%. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, KPPN Palopo senantiasa berpedoman pada Nilai-Nilai Kementerian Keuangan&rdquo. Timo pun memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. &ldquoSaya berharap KPPN Palopo benar-benar siap menjadi KPPN Percontohan.&rdquo
Setelah itu, Timo mengadakan diskusi kepada para pegawai KPPN Parepare di Aula KPPN, dimulai dengan menyapa dan berkenalan satu persatu para pegawai, &rdquosaya ingin berkenalan satu persatu untuk mengetahui bidang tugas kalian selaku Pelayan Masyarakat yang berintegritas,&rdquo ucap Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI
Pada tahap Grand Final, peserta diuji kemampuannya untuk merancang bangun sebuah aplikasi dengan beberapa database, referensi, dan  parameter lainnya yang telah ditentukan. Jenis Aplikasi yang dapat pilih oleh peserta telah ditentukan oleh Tim Juri. Selanjutnya, Peserta mempersentasikan hasil karyanya dihadapan penguji.
Agus memberikan perhatian selanjutnya  terhadap hal penataan dan pengelolaan arsip di KPPN. Ia memberikan apresiasi kepada kantor  lingkup Ditjen Perbendaharaan yang sudah menerapkan  e-filling dalam pengelolaan arsip. Ia pun berharap hal itu bisa menjadi contoh bagi kantor lainnya di lingkup Kementerian Keuangan.
Kesempatan itu, Sesditjen juga memaparkan perkembangan SPAN yang telah dilalui dengan indikasi beberapa milestone misalnya Penyempurnaan CoA, Deployment Infrastruktur IT, dan Aktivasi Database dan General Ledger, &ldquonantinya dalam waktu dekat yang akan dilakukan adalah Training, Pilotting dan Roll Out yang harus dicapai melalui strategi yang baik,&rdquo ucap Sesditjen
Ternyata seminar ini menjadi acara yang menarik dan menjadi perhatian penting, tak kurang dari 75 peserta dari seluruh pengelola SDM eselon I lingkup Kementerian Keuangan ikut hadir. Mereka ingin mengetahui bagaimana strategi pengelolaan SDM masa depan saat teknologi informasi betul-betul menjadi motor penggerak organisasi. Karena seperti Ditjen Perbendaharaan sendiri yang bekerja sama dengan Ditjen Anggaran saat ini sedang mengembangkan Sistem Perbendaharaan dan Anggaaran Negara (SPAN), Ditjen Pajak juga sedang mempersiapkan Project of Indonesian Tax Administration Reform (PINTAR), dan Ditjen Bea dan Cukai yang telah menjalankan Indonesian National Single Window (INSW). 

