- Nasional
- Dilihat: 3818
Penganugerahan Treasury Awards Tahun 2012 Di Kanwil Ditjen Perbendaharaan ProVInsi Gorontalo
Gorontolo, perbendaharaan.go.id - Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo menganugerahkan Treasury Awards Tahun 2012 kepada para satuan kerja (satker) berprestasi, Kamis (20/9), di Ballroom Hotel Maqna Gorontalo. Acara yang dihadiri oleh para kepala satuan kerja instansi vertikal, kepala dinas, pejabat daerah Provinsi Gorontalo dan Bupati Boalemo mendapat tanggapan yang sangat positif karena menunjukkan apresiasi yang tinggi dari Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan atas kerja keras satker-satker di wilayah Provinsi Gorontalo dalam upaya mencapai opini laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Hal tersebut terungkap dalam ucapan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Winarni Monoarfa yang juga turut memberikan sambutan. &ldquoPemprov melalui Gubernur Gorontalo memberikan apresiasi dan penghargaan yang sangat tinggi atas diselenggarakannya acara ini di mana kegiatan ini adalah salah satu kegiatan dalam rangka implementasi 9 program percepatan reformasi birokrasi di Indonesia khususnya di bidang keuangan negara,&rdquoujar beliau.
Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo Rina Robiati menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini bertujuan untuk memberikan reward atas keberhasilan dan usaha yang telah dijalankan oleh masing-masing instansi pemerintah baik Instansi Vertikal maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBN. &ldquoKami berharap penyelenggaraan Treasury Awards Tahun 2012 ini dapat memperbaharui semangat dan komitmen para penyelenggara keuangan Negara di semua satker Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk terus melakukan usaha peningkatan transparansi dan akuntabilitas di bidang pengelolaan keuangan negara melalui akuntansi dan pelaporan keuangan,&rdquo ungkapnya.
Acara ini merupakan agenda rutin tahunan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo yang telah diselenggarakan sejak tahun 2010, hanya saja baru di tahun 2012 ini menggunakan istilah Treasury Awards. Pada dua periode sebelumnya, penghargaan hanya diberikan untuk dua kategori yaitu Pelaporan Keuangan terbaik untuk Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) instansi vertikal dan Koordinator UAPPA-W. Sedangkan pada tahun 2012 ini, tidak tanggung-tanggung, panitia menyediakan 13 trophy kepada para pemenang terbaik untuk masing-masing kategori.
Jamaluddin Ambo Dai, Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo selaku Ketua Panitia Treasury Awards Tahun 2012 mengutarakan bahwa jumlah kategori pada tahun ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya disebabkan oleh tingkat pengelolaan keuangan yang makin besar sehingga membutuhkan kategori-kategori khusus di samping standar penilaian yang juga makin selektif.
Salah satu kategori khusus yang baru diberikan di tahun ini adalah penyerapan anggaran Semester I Tahun Anggaran 2012. Penghargaan untuk kategori ini diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan semangat satker dalam mengelola APBN sehingga anggaran yang dikelolanya dapat terserap dengan baik dan dapat dengan cepat dirasakan multiplier effect-nya oleh masyarakat.
Berbeda pula dengan tahun-tahun sebelumnya, pada acara kali ini, panitia penyelenggara sengaja menghadirkan konsep baru dengan memberikan sentuhan entertainment seperti penayangan video dan penggunaan iringan musik baik untuk pembukaan maupun pembacaan nominasi dan pemenang. Sejumlah undangan menyampaikan rasa kagumnya atas konsep acara yang baru pertama kalinya diselenggarakan oleh instansi pemerintah di Provinsi Gorontalo.
Mengenai metode penilaian, Jamaluddin Ambo Dai mengatakan dalam presentasi ketua panitia, &ldquoPara pemenang yang berhasil meraih penghargaan sesuai kategori telah melalui tahapan seleksi yang sangat obyektif&rdquo. Pria berdarah Bugis ini yang juga berperan sebagai MC untuk sesi pembacaan nominasi dan pemenang serta penyerahan penghargaan mengungkapkan bahwa hasil penilaian dari tim penilai yang melibatkan seluruh bidang pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo dijamin 100 persen obyektif, akurat, transparan, dan akuntabel.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Bone
Bolango, Djadid Al Katiri dalam sambutannya, &ldquoSaya sangat yakin metode penilaian yang dilakukan tim penilai benar-benar obyektif dan akurat&rdquo. &ldquoIni terbukti, selain mendapat Treasury Award Tahun 2012 sebagai terbaik pertama kategori pelaporan keuangan Semester I TA 2012 dan terbaik kedua kategori pelaporan keuangan TA 2011 untuk UAPPA-W instansi vertikal, BP DAS Bone Bolango juga meraih peringkat pertama Laporan Keuangan Terbaik se-Kementerian Kehutanan&rdquo, tegas beliau. Pernyataan Kepala BP DAS Bone Bolango tersebut semakin meningkatkan kepercayaan para undangan yang hadir terhadap metode penilaian tim penilai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo.
Sehubungan dengan rencana penyelenggaraan di tahun-tahun berikutnya, Jamaludin Ambo Dai sangat yakin konsep Treasury Awards Tahun 2013 nanti dapat lebih baik lagi mengingat Treasury Awards Ta
hun 2012 secara sukses mampu menghadirkan konsep baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, sehingga menginspirasi para anggota panitia lainnya untuk mengusulkan berbagai ide dan gagasan yang patut dipertimbangkan mengenai gambaran konsep acara untuk tahun-tahun berikutnya.
Di balik suksesnya penyelenggaraan Treasury Awards Tahun 2012, Rina Robiati berharap dengan diselenggarakannya acara ini dapat semakin meningkatkan motivasi satker-satker di wilayah kerja Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan guna mencapai opini wajar tanpa pengecualian demi terwujudnya Laporan Keuangan Pemerintah yang transparan dan akuntabel.
Berikut rincian kategori beserta penerima penghargaan dalam ajang Treasury Awards Tahun 2012:

 
 








Berdasarkan pengamatan terhadap proses restrukturisasi pinjaman berdasarkan PMK No.120/PMK.05/2008 masih ditemukan banyak kendala dalam penyelesaian pinjaman tersebut yang mengakibatkan progress restrukturisasi utang PDAM berjalan lambat. Untuk itu, telah dilakukan perubahan regulasi/peraturan untuk penyelesaian piutang negara PDAM maupun Pemerintah Daerah dengan diterbitkannya PMK No.114/PMK.05/2012. Secara garis besar perubahan pada PMK No.114/PMK.05/2012 antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut: penyederhanaan proses restrukturisasi utang PDAM, perampingan struktur komite restrukturisasi utang PDAM, bersifat wajib bagi PDAM yang sampai saat ini masih memiliki tunggakan, penyelesaian utang PDAM yang sebelumnya tidak dapat terjaring melalui PMK sebelumnya dan penyesuaian dengan kondisi terkini.
rsebut kemudian dilanjutkan dengan penyampain materi oleh para nara sumber yaitu Noor Faisal Achmad, SE.Ak. Msc, PhD, kasubdit pelaksanaan penerusan pinjaman dan pemberian pinjaman daerah Dit. SMI yang memaparkan tentang substansi PMK No.114/PMK.05/2012. Kemudian, Materi selanjutnya disampaikan oleh Noviansyah dari Ditjen Kekayaan Negara yang memaparkan tentang pengeloloaan piutang negara, I Nyoman Satriana, Ak.MM Direktur Pengawasan BUMD BPKP yang memaparkan tentang penilaian kinerja dan kesehatan PDAM dan diakhiri oleh penyampaian materi tentang penyusunan Business Plan oleh Ir.Joko Nursito, MM.MP Kasubdit Investasi Dit.Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum.
Dari 42,2 % total penyerapan anggaran Satker/SKPD di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, penyerapan terbesar adalah belanja bantuan sosial mencapai 71,1%, belanja barang sebesar 22,6%, dan belanja modal sebesar 6,3% sebagaimana terlihat pada grafik berikut ini :
rkait dengan adanya Dana Keistimewaan yang akan diterima oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai konsekuensi logis telah disahkannya Undang Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rapat paripurna DPR R.I. pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2012.
&ldquoJadi saya mengharapkan bagi para pegawai yang belum memenuhi standar kompetensi yang telah ditentukan, tidak perlu cemas, tetap bekerja sesuai dengan posisinya dan harap untuk lebih mempersiapkan diri lagi untuk mengikuti assessment ulang&rdquo, papar Tata menjelaskan lebih rinci.
Pada acara tersebut para pegawai yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan sharing mengenai pekerjaan sehari-hari dan lingkup tata organisasi dengan moderator langsung Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat.
gus saat tiba dilokasi.
Untuk memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan, sementara pelayanan KPPN Rangkasbitung dipindahkan ke aula. Sebagian dokumen yang basah karena tekena dampak bencana terpaksa dijemur.
itjen Perbendaharaan sudah tidak dapat diragukan lagi dan dapat menjadi contoh bagi ditjen yang lain. &ldquoBahkan orang-orangnya (Pegawai Ditjen Perbendaharaan - red) pun bisa dipergunakan diseluruh Kementerian Keuangan bahkan di luar Kementerian Keuangan,&rdquo imbuhnya.
informasi bahwa KPPN Pontianak selalu melakukan perbaikan dan peningkatan layanan publik demi pelaksanakan reformasi birokrasi dan penerapan nilai-nilai Kementerian Keuangan. Hal tersebut memacu para pegawai untuk memberikan pelayanan tidak hanya sebatas standar yang telah ditetapkan, tetapi dengan menciptakan inovasi - inovasi baru yaitu Loket Khusus untuk perbaikan SPM serta untuk pelayanan kepada satker berprestasi sehingga pada saat pengajuan SPM tidak perlu mengambil nomer antrian.
Locker SP2D/SPM inilah yang mendapatkan apresiasi dari Arif Budiman, Kepala Cabang Bank Mandiri Cabang Ngurah Rai Pontianak pada saat diberikan kesempatan oleh tim penilai untuk menyampaikan testinomi terhadap pelayanan KPPN Pontianak, &ldquoBanyak hal-hal yang menginspirasi kami karena KPPN Pontianak juga memberikan pelayanan dari sudut pandang keamanan stakeholder (Locker Helm-red) dan dari sudut pandang proses (Locker SP2D/SPM-red), hal ini bisa meng-efesienkan atrian karena stakeholder/nasabah yang sifatnya rutin dengan mengambil langsung SP2D yang bersangkutan dan ini sangat ingin saya coba pada bank kami&rdquo kata Arif Budiman pada saat menyampaikan testinomi.
jadi peserta pemilihan Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat Kementerian Keuangan dapat melakukan perbaikan dan peningkatan layanan publik, Ditjen Perbendaharan memberikan SKPA kepada KPPN Surakarta, KPPN Pontianak, dan KPPN Sidoarjo. Hal ini diharapkan agar dapat menjadi motivasi/semangat tambahan bagi peserta dan untuk masa yang akan datang diharapkan juga menjadi motivasi oleh KPPN diseluruh Indonesia untuk berlomba-lomba memperbaiki dan meningkatkan layanannya.
Sedangkan Indeks Kepuasan Masyarakat dengan bobot 40% yang terdiri kemudahan prosedur, kesesuaian persyaratan dengan jenis layanan, kedisiplinan, tanggungjawab, kemampuan petugas, kecepatan pelayanan, kesponan dam keramahtamahan petugas, kesesuaian biaya yang dibayar dengan yang ditetapkan, ketepatan penyelesaian layanan, dan kenyamanan lingkungan.
Terhadap materi presentasi dan inovasi dari KPPN Pontianak Tata Suntara memberikan apresiasi yang positif dan bangga terhadap hasil testinomi dari satker yang secara keseluruhan menyatakan puas terhadap pelayanan KPPN Pontianak. &ldquoKita jangan terus terlalu puas dulu, tetapi kita harus terus meningkatkan pelayanan kita dan melaksanakan inovasi-inovasi, jangan berhenti sampai disini saja &ldquo pesan Tata Suntara. 

Melalui e-Billing system, transaksi penerimaan negara dapat dilakukan melalui ATM ataupun internet banking. Hal tersebut merupakan terobosan pemerintah dalam memudahkan transaksi penerimaan Negara.
Sementara itu, Sekjen Kementerian Keuangan K.A. Badaruddin dalam keynotespeech menyampaikan bahwa Penerimaan Negara merupakan pilar utama laju pembangunan Bangsa kita. Oleh karena itu, kecepatan dan kepastian diterimanya setoran penerimaan negara sudah selayaknya menjadi perhatian Pemerintah. Oleh karena itu, melalui program pengembangan Sistem MPN, sejak Tahun 2008 lalu, Kementerian Keuangan telah berupaya keras untuk menciptakan suatu sistem Penerimaan Negara yang dapat menjamin kemudahan, kenyamanan, dan rasa aman bagi masyarakat pembayar pajak dan pembayar kontribusi lainnya kepada Negara.
Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh KPPN Surakarta tidak lepas dari adanya keinginan dan semangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa dan stakeholder. Menurut Asri, yang pertama harus ditekankan adalah memberikan motivasi pada para pegawai di lingkungan KPPN Surakarta sehingga mindsetnya dapat sejalan dengan cita-cita reformasi birokrasi Kemenkeu. Dengan demikian, para pegawai pada akhirnya mau dan mampu berpikir serta bertindak sesuai nilai-nilai Kemenkeu dalam memberikan pelayanan. 







