Liputan Seleksi Hasil Karya Teknologi Informasi Tahun 2012 Tahap II
Jakarta, perbendaharaan.go.id &ndash Seleksi Hasil Karya Teknologi Informasi Tahun 2012 Tahap II digelar Ditjen Perbendaharaan selama 5 hari (7 - 11 Mei 2012). Kegiatan tersebut merupakan tempat untuk sharing dan uji coba terhadap aplikasi - aplikasi yang telah dibuat oleh beberapa pegawai dari KPPN dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan. Pada kesempatan itu pula, para peserta mempresentasikan aplikasi hasil ciptaannya. Ajang ini menjadi rangsangan bagi para pegawai Ditjen Perbendaharaan untuk membuat berbagai karya Informasi Teknologi (IT).
Seleksi Hasil Karya Teknologi Informasi Tahun 2012 merupakan seleksi terhadap aplikasi yang telah dibuat oleh pegawai Ditjen Perbendaharaan. Dari tahap pertama, peserta mengirimkan hasil karyanya ke kantor pusat yang selanjutnya akan diseleksi oleh Tim Pusat. Dari tahap pertama ini diperoleh 39 peserta mengirimkan hasil karyanya sebanyak 48 macam aplikasi. Kemudian, hasil seleksi telah mengerucut menjadi 17 peserta dengan hasil karyanya sebanyak 25 macam aplikasi.
Kepala Bagian Administrasi Kepegawaian, Ludiro, yang pada kesempatan penutupan acara mewakili sekretaris Ditjen Perbendaharaan menyampaikan bahwa aplikasi yang telah dibuat tersebut dapat dikembangkan lagi dengan menampung berbagai permasalahan yang terjadi secara komprehensif, &ldquoAplikasi yang distandarisasi secara nasional akan dapat digunakan untuk menunjang tupoksi kita dan dapat dipergunakan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan atau KPPN di seluruh Indonesia,&rdquo tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Didyk Choiroel, menyampaikan bahwa dengan akan diserahkannya beberapa kewenangan DJA dan DJPK ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan diharapkan beberapa aplikasi yang telah dibuat ini dapat digunakan sebagai alat penunjang terhadap tupoksi di Kanwil atau di KPPN yang nantinya mempunyai tugas yang bertambah pula. Sehingga proses bisnis dengan partner IT yang mendukung tupoksi menjadi salah satu solusi untuk menghadapi tugas yang bertambah tersebut.
Sementara itu, disisi lain dikantor pusat juga telah dilakukan pemetaan IT terhadap aplikasi yang beredar di Ditjen Perbendaharaan. Pemetaan IT ini digunakan sebagai upaya untuk mengakomodir beragam aplikasi yang ada didaerah.
Adapun pemetaan yang pertama, menurut Didyk adalah Proses Bisnis, yang akan dilaksanakan sepenuhnya oleh SPAN yang rollout-nya akan dilaksanakan paling lambat bulan Juli 2012. Sedangkan yang kedua dan ketiga adalah Administrasi dan Layanan, dibagian inilah aplikasi yang dibuat atau dikembangkan oleh pegawai Ditjen Perbendaharaan akan difungsikan sebagai pendukung proses bisnis (SPAN).
Oleh: Sugeng Wistriono &ndash Media Center Ditjen Perbendaharaan








Materi yang diujikan kepada para calon penerima beasiswa adalah Tes Potensi Akademik (TPA), psikotest, dan Bahasa Inggris. Menurut panitia penyelenggara, format penilaian psikotest tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, penilaian psikotes lebih komperhensif dan terintegrasi. Metodelogi yang digunakan sebagai dasar penilaian psikotest adalah paper and pencil test, leaderless group discussion, serta interview. Dalam hal penilaian psikotest, Ditjen Perbendaharaan menggandeng PT Daya Makara Universitas Indonesia sebagai consultant. Selain itu, Ditjen Perbendaharaan bekerja sama juga dengan LBI-FIB UI sebagai consultant Bahasa Inggris dan Koperasi BAPENAS sebagai consultant TPA.
eserta dipengaruhi oleh beberapa hal. Disaat bersamaan, beasiswa yang digelar PPSDM &ndash BPPK masih dalam proses, sehingga sebagian besar peminat beasiswa tidak bisa mendaftar pada dua jenis seleksi beasiswa. Selanjutnya, secara administrative, pembatasan umur dalam penerimaan seleksi beasiswa tahun ini berbeda. Jika sebelumnya batas maksimal untuk penerima program sarjana berumur 35 tahun, pada tahun ini menjadi 30 tahun. Sedangkan, untuk penerima program pasca sarjana di tahun sebelumnya batas maksimal berumur 40 yahun, saat ini menjadi 35 tahun.
Selain itu, Agus Suprijanto menambahakan Implementasi SPAN yang ditargetkan berjalan pada tahun 2013, dengan piloting dan roll out mulai tahun 2012 ini, juga menjadi tantangan tersendiri yang harus disikapi dengan komprehensif dan strategik. Kunci keberhasilan SPAN bukan hanya ditentukan oleh teknologi informasi, namun juga dukungan struktur organisasi yang modern dan efektif maupun SOP yang memadai dan dilaksanakan oleh SDM dengan kuantitas dan kualitas yang memadai.
Masih dalam rangkaian acara rakorwil juga, dilaksanakan penandatanganan IKU Kemenkeu Three antara Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua dengan para pejabat Eselon III. Forum Rakorwil juga telah berhasil menjadi media perekat silaturahmi jajaran Ditjen Perbendaharaan di tanah Papua. Panitia menyelenggarakan outbond game untuk seluruh peserta Rakorwil sebagai cerminan implementasi nilai &ndash nilai kementerian keuangan.
am hari, Dirjen Perbendaharaan menyampaikan arahan kepada para jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua. Dirinya menyampaikan latar belakang pembahasan APBN-P dan implikasinya pada perekonomian. Lebih lanjut, Agus Suprijanto menjelaskan percepatan penyerapan anggaran terkait dengan aplikasi RPA serta pelaksanaan monev yang tidak sekedar pada dana saja namun juga output yang dihasilkan. Agus Suprijanto mengingatkan pula persiapan roll out SPAN yang memerlukan kompetensi Teknologi Informasi dari pegawai Ditjen Perbendaharaan, dan persiapan launching KPPN Percontohan.
Secara spesifik, &lsquoberubah&rsquo di sini di antaranya adalah berubah untuk memberikan pelayanan yang lebih berkualitas, berubah untuk lebih meminimalkan biaya, dan berubah untuk mengurangi rentang birokrasi-.
Pada hari kedua, dilaksanakan pemaparan materi sekaligus tanya jawab terkait kebijakan, proses bisnis, dan aplikasi belanja pegawai Polri. Dalam acara ini juga peserta dilatih untuk dapat mengoperasikan aplikasi belanja pegawai Polri, yang pada malam sebelumnya telah diinstal di laptop masing-masing. Selain itu, pada malam harinya para peserta juga diberikan sosialisasi tentang PIN PPSPM. Di akhir acara, diberikan post-test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta atas materi sosialisasi dan bimtek.
Delegasi Korsel yang ditugaskan untuk melakukan sharing mengenai Performance Based Budgeting, Mr Nowook Park, Ph.D. dari Korea Institute of Public Finance, didampingi oleh Kang Sukwon, Ph.D Deputi Direktur Sekretariat Bersama Indonesia-Korea mengawali kunjungannya dengan menyambangi Direktorat Jenderal Anggaran di pagi hari tanggal 11 April 2012. Menjelang siang, kedua delegasi tersebut mendatangi Ditjen Perbendaharaan dan disambut oleh beberapa pejabat Direktorat Pelaksanaan Anggaran sebagai delegasi Indonesia.
Di akhir pertemuan (11/4), delegasi Korsel menyatakan keseriusannya untuk membantu Indonesia meningkatkan kualitas sistem pelaksanaan anggaran dalam rangka Performance Based Budgeting. &ldquoKami akan membuat rekomendasi-rekomendasi yang akan kami tuangkan dalam sebuah paper&rdquo, ujar Mr Nowook Park, Ph.D penuh semangat. Menanggapi hal itu, delegasi Indonesia menyampaikan,&ldquoKami akan menunggu paper Anda.&rdquo
Uji coba layanan Mobile KPPN di Bali dipimpin oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Ni Luh Putu Kumalawati. Selain itu, uji coba tersebut dihadiri juga oleh seluruh Kepala KPPN dan Kepala Bagian Umum Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Ni Luh Putu Kumalawati berharap layanan Mobile KPPN mampu menjadi solusi atas kendala langkanya transportasi umum di Bali. &ldquoSeperti kita ketahui di Bali jarang angkutan kota, sehingga layanan Mobile KPPN mudah-mudahan menjadi solusi bagi satuan kerja atas kendala waktu dan jarak tempuh.&rdquo Ujarnya.
Sebelumnya, Bus operasional layanan Mobile KPPN diterima oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali pada hari Sabtu (7/4). Sejak diberangkatkan oleh Dirjen Perbendaharaan, Bus operasional layanan Mobile KPPN menempuh waktu 48 jam untuk sampai di Denpasar. 

