- Opini
- Dilihat: 1896
Satu Lembar yang Terlupakan: antara Efisiensi dan Ilusi Perencanaan (Catatan Peran Penting Halaman III DIPA)
Oleh: Riedho Hizwar, Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan
Dalam pengelolaan anggaran negara, ada satu jenis dokumen yang tidak pernah viral. Ia tidak diperebutkan dalam debat politik, tidak dibahas di gelar wicara malam, bahkan nyaris tidak terdengar dalam pidato-pidato pemerintahan. Namun, diam-diam, dokumen ini memegang kendali atas jalannya miliaran hingga triliunan rupiah yang mengalir dari kas negara. Dokumen itu bernama Halaman III Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Bagi sebagian orang, Halaman III DIPA mungkin hanya satu halaman yang harus disiapkan saat awal tahun. Satu lembar yang menyertai DIPA, yang penting ada agar proses pencairan dapat segera dilaksanakan. Tidak sedikit yang mengisinya dengan rumus rata per bulan, praktis dan aman alasannya. Namun, barangkali kita lupa, bahwa setiap baris di dalam Halaman III DIPA adalah janji. Janji tentang kapan program akan berjalan, janji tentang seberapa siap kita mengeksekusi anggaran, dan lebih penting lagi merupakan janji kepada publik bahwa uang mereka tidak akan sia-sia.













