Liputan " Kick Off &rdquo UAT SPAN
Jakarta, perbendaharaan.go.id - Ditjen Perbendaharaan menggelar acara Kick-Off User Acceptance Test(UAT) SPAN, Senin (25/3), di Gedung Prijadi  Praptosuhardjo II, Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan. Hadir beberapa pejabat lingkup Unit Eselon I Kementerian Keuangan dan para pesertaTraining UAT yang nantinya akan ikut dalam UAT SPAN.
Setelah melalui perjalanan panjang, proses pengembangan SPAN sudah sampai pada tahap User Acceptance Test (UAT). UAT merupakan mekanisme persetujuan calon pengguna atas hasil pengembangan suatu aplikasi. UAT SPAN yang akan dilaksanakan adalah UAT terhadap SPAN EBS yang akan diterapkan untuk proses transaksi pengeluaran anggaran negara dan pelaporan di Ditjen Perbendaharaan serta unit yang terkait BA 999.
&ldquoMelalui Kick Off UAT SPAN ini diharapkan para calon pengguna SPAN dapat memahami betul betapa pentingnya proses pelaksanaan UAT serta apa saja yang perlu dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan UAT SPAN&rdquo, jelas Suharman selaku ketua panitia, saat memberikan sambutannya.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa acara ini merupakan acara pembukaan serangkaian acara UAT yang akan segera dilanjutkan dengan kegiatan Training UAT SPAN dan UAT SPAN.
&ldquoKhusus untuk hari ini, kita berkumpul bersama-sama mengantarkan SPAN memasuki tahap akhir pengembangannya, yaitu User Acceptance Test (UAT)&rdquo ungkap Agus Suprijanto, Direktur Jenderal Perbendaharaan saat memberikan arahan.
Agus Suprijanto menambahkan bahwa seluruh fungsionalitas yang dijanjikan oleh pengembang, dalam hal ini LG-CNS, akan diuji oleh para calon penggunanya untuk memastikan sistem yang dibangun dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, pengujian ini sangat penting oleh karena itu peserta harus fokus dan mendedikasikan waktu semaksimal mungkin. Ia sendiri juga akan ikut mengawal perkembangan UAT setiap harinya.
&ldquoSaya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang terpilih untuk mengikuti UAT SPAN. Dengan terpilihnya Saudara-saudara sebagai tester, berarti pimpinan unit Saudara percaya dengan kapasitas dan kompetensi Anda sekalian. Ikutilah rangkaian pelaksanaan UAT dengan sungguh-sungguh dan konsekuen !&rdquo Begitu Agus kepada peserta dan dilanjutkan dengan prosesi penyematan pin SPAN kepada dua perwakilan peserta.
Direktur Transformasi Perbendaahraan turut melanjutkan dengan paparan mengenai program SPAN serta overview UAT kemudian disambung dengan paparan mekanisme UAT oleh Manager LG CNS, Mr. Hak Joo Choi. Pelaksanaan UAT rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 8 April 2013 setelah Training UAT dan direncanakan akan berlangsung selama dua bulan, bertempat di Aula Direktorat Transformasi Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pelaksanaan Training UAT sendiri akan berlangsung selama 4 hari pada 25 - 28 Maret 2013, bertempat di Treasury Learning Center(TLC) Jakarta. Selesai acara, para pesertaTraining UAT langsung menuju ke TLC untuk mengikutiTraining UAT. 
Oleh: Kontributor Direktorat TP








Menyinggung peran Kanwil Ditjen Perbendaharaan,  Menteri Keuangan meminta Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Perimbangan Keuangan agar bersinergi melakukan pembinaan terhadap pengelolaan keuangan daerah melalui Kanwil Ditjen Perbendaharaan. Lebih lanjut, dirinya pun meminta Ditjen Perbendaharaan, Ditjen Anggaran, Ditjen Perimbangan Keuangan dan BKF bekerjasama mendukung Kanwil Ditjen Perbendaharaan sebagai pengelola fiskal di daerah.
Tata Suntara menambahkan, bidang baru tersebut mengemban tugas sebagai pelaksana pembinaan proses bisnis, supervisi, implementasi, dan bimbingan teknis operasional aplikasi pada KPPN, penilaian kinerja dan pemenuhan standar tata kelola KPPN, pemantauan pengendalian intern, pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin, dan tindak lanjut hasil pengawasan, serta perumusan rekomendasi perbaikan proses bisnis.
Sementara itu, Kepala Bagian OTL Sekretariat Ditjen Perbendaharaan Didyk Choiroel menyampaikan, tugas Kanwil Ditjen Perbendaharaan kedepan berubah menjadi lebih strategis dan bersifat analitis. &ldquoraker ini sebagai salah satu bagian dari rangkaian program capacity building dan pembekalan bagi pejabat/pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan atas tugas dan fungsi baru,&rdquo  ujarnya.
&ldquoTerpilihnya IFMIS atau SPAN sebagai salah satu tema pokok APEC 2012 dan 2013 menunjukkan bahwa Treasury Reform merupakan concern bersama di antara negara-negara APEC. Mengingat pentingnya SPAN, kehadiran pimpinan di sini memberikan dukungan sepenuh hati bagi seluruh elemen yang terlibat dalam pengembangan SPAN sehingga dapat melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin.&rdquo, tutur Direktur Jenderal Perbendaharaan.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Anggaran Herry Purnomo mendukung implementasi Kanwil Ditjen Perbendaharaan menjadi representasi Kementerian Keuangan di daerah.  Menurut Herry, spending review yang dilakukan Ditjen Perbendaharaan akan menjadi input pembahasan alokasi anggaran kementerian/ lembaga di Ditjen Anggaran.
Sementara itu, Dirjen Perbendaharaan Agus Suprijanto, dalam keynote speech-nya  menyampaikan bahwa saat ini sektor pemerintah telah memiliki strategi pemanfaatan Teknologi Informasi melalui e-government. Namun, Agus melanjutkan, karena besarnya cakupan sektor-sektor pemerintahan, teknologi informasi belum bisa digunakan untuk seluruh bentuk layanan publik. SPAN merupakan salah satu contoh yang menjadi prioritas dalam program e-government.
Sejak tahun 2007, PPAKP telah mendidik dan melatih 27.141 orang. Direncanakan tahun 2013 akan memberikan pelatihan dan pendidikan kepada 3.390 orang. Tenaga pengajar memiliki peran penting sehingga perlu adanya standarisasi kompetensi para tenaga pengajar.

