Liputan Bimtek Pemeliharaan Jaringan dan Komputer Tahun Anggaran 2014
Bandung Perbendaharaan.go.id - Direktur Sistem Perbendaharaan, R. M. Wiwieng Handayaningsih membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemeliharaan Jaringan dan Komputer Tahun Anggaran 2014, Senin (2/6), di Bandung. Kasubdit Pengelolaan Basis Data dan Dukungan Teknologi Informasi, Suharman menyampaikan tujuan dari pelaksanaan bimtek tersebut adalah peningkatan keahlian bagi para peserta dalam menangani permasalahan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di kantor masing-masing.
Bimtek tersebut dilaksanakan selama lima hari, pada tanggal 2 s.d. 6 Juni 2014, di Hotel Grand Aquila Bandung. Kegiatan ini diikuti sebanyak 215 peserta yang merupakan supervisor/tenaga teknis perwakilan dari 33 Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan 182 KPPN.
Dalam sambutannya, Wiwieng menyampaikan bahwa teknologi informasi dan komuniskasi saat ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh tata kerja Ditjen Perbendaharaan. Ia menambahkan bahwa teknologi informasi dan komuniskasi adalah partner atau mitra dan tidak lagi hanya sebagai tools dalam modernisasi pengelolaan keuangan negara.
Oleh karenanya, Wiwieng menyatakan bahwa investasi dibidang TIK tidak bisa ditawar-tawar lagi, khususnya investasi untuk SDM. &ldquoSDM memegang peranan penting dalam mendukung pengelolaan TIK yang baik, &ldquoThe Man Behind The Gun&rdquo.
Bimtek Pemeliharaan Jaringan dan Komputer Tahun Anggaran 2014 merupakan kesinambungan dari Bimtek Pemeliharaan Jaringan dan Komputer sebelumnya. Namun demikian, mulai Tahun 2014, SPAN telah diimplementasikan pada beberapa KPPN secara bertahap. Hal tersebut tentunya membutuhkan penanganan TIK yang mumpuni agar operasional SPAN dapat berjalan lancar. Selain itu, sejalan dengan kebijakan integrasi TIK di Kementerian Keuangan, Ditjen Perbendahharaan sejak tahun 2012 telah mengintegrasikan pengelolaan internet dan data center ke Unit TIK Pusat di Setjen Kementerian Keuangan cq.Pusintek. Untuk jasa layanan intranet Ditjen Perbendaharaan telah diintegrasikan ke Pusintek mulai tahun 2014 termasuk pembiayaannya.
Oleh : Kontributor Direktorat Sistem Perbendaharaan
Penyunting : Novri &ndash Media Center Ditjen Perbendaharaan








Dalam pembukaan acara, Kepala Bagian Umum Setditjen Perbendaharaan, Heru Pudyo Nugroho, selaku ketua panitia, melaporkan beberapa materi yang akan di sampaikan selama FGD Barang/Jasa antara lain: pertama, current issue pengadaan barang/jasa pemerintah, kedua tata cara penyusunan HPS dan pembuatan kontrak untuk pekerjaan jasa konstruksi, ketiga, identifikasi dan mitigasi risiko dalam pengadan barang/jasa, keempat, standar prosedur pembangunan gedung dan bangunan negara, kelima, teknis pengendalian pelaksanaan pekerjaan konstruksi serta keenam, monev RUP lingkup Ditjen Perbendaharaan. Sedangkan untuk pendalaman materi dan masukan-masukan yang mungkin ada dari peserta diagendakan pada kegiatan diskusi kelompok dengan topik-topik strategis dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
Haryana menyadari bahwa tugas dan tanggungjawab sebagai PPK tidak mudah, karena sering dihadapkan dengan kompleksitas permasalahan dilapangan dan adanya risiko kerugian negara sampai dengan ancaman fisik, namun ada keoptimisan bahwa pelaksaan tugas-tugas tersebut dapat diselesaikan dengan baik asalkan sesuai dengan kententuan dan prosedur yang berlaku.
Lebih lanjut, Marwanto mengingatkan agenda lain yang harus menjadi perhatian serius adalah tugas baru Kanwil Ditjen Perbendaharaan untuk bisamerepresentasikan tugas-tugas Kementerian Keuangan di daerah. Marwanto mengharapkan kesungguhan Kanwil Ditjen Perbendaharaan untuk melaksanakan tugas-tugas BKF yang telah diserahkan mengingat pekerjaan tersebut bukan nature Ditjen Perbendaharaan .
&ldquoSaya kira ini merupakan momen yang bagus karena ini baru pertama dimana kanwil-kanwil satu pulau berkumpul melakukan rapat koordinasi, sehingga dapat melakukan sharing pengalaman diantara Kantor Wilayah dan KPPN yang berada disatu kepulauan. Karena dengan kantor yang sama, isu-isu yang dibahas merupakan isu-isu yang hampir seragam sehingga solusi yang dilakukan disalah satu kantor bisa diterapkan dengan baik dikantor daerah&rdquo pungkas ayah tiga anak ini.
Dalam arahan tersebut, disampaikan juga bahwa di bidang pelayanan, Ditjen Perbendaharaan meraih indeks kepuasan pengguna layanan di tahun 2013 sebesar 4,09 yang terus meningkat sejak tahun 2011 dan selalu berada di atas rata-rata Kementerian Keuangan. Untuk tahun 2013 yang lalu, Makassar dan Surabaya memberikan kontribusi skor kepuasan pengguna layanan tertinggi, yaitu sebesar 4,23 dari skala 5.
Selain itu, Marwanto mengingatkan bahwa hasil yang telah dicapai di tahun 2013 agar terus dipertahankan dan ditingkatkan, mengingat bahwa beberapa program tersebut masih berlanjut di tahun 2014, yaitu: pertama, penilaian Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) pada KPPN Semarang II dan KPPN Bangko kedua, pelaksanaan survei kepuasan pengguna layanan di semester II tahun 2014 yang akan berkoordinasi dengan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan < em>ketiga, penilaian tingkat kematangan manajemen risiko oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan pada sampel yaitu Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan serta Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DI Yogyakarta keempat, penilaian tingkat penerapan pengendalian intern oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan pada sampel yaitu Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Senada dengan tujuan dari rakortek tersebut, Rudi Widodo dalam arahannya menyampaikan pesan kepada peserta untuk selalu melakukan koordinasi teknis, menyamakan persepsi serta menyatukan pandang terkait beberapa hal diantaranya yaitu, pertama, terkait dengan penatausahaan Penerimaan Negara melalui MPN-G2, kedua, lebih meningkatkan pemahaman terhadap PMK No. 162/PMK.05/2013 tentang Kedudukan Dan Tanggung Jawab Bendahara Pada Satuan Kerja Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta pemahaman terhadap Perdirjen No. 3/PB/2014.
&ldquoTerkait dengan tugas-tugas pokok yang sekiranya memerlukan pemecahan bersama, harap selalu berkoordinasi dengan kanwil dan kantor pusat dan terus dimonitoring.&rdquo Pesan pejabat yang lahir di Yogyakarta 55 tahun yang silam.
&ldquoIni akan menambah peran Ditjen Perbendaharaan terhadap realisasi anggaran pemerintah daerah, dan untuk mewujudkan terlaksananya kegiatan tersebut, diperlukan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah.&rdquo Imbuhnya.
Tepat pukul 8.00 WIB Dirjen Perbendaharaan yang didampingi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara, R. Wiwin Istanti, serta Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setditjen Perbendaharaan, Syafriadi, tiba di KPPN Padang dan langsung disambut oleh Kepala KPPN Padang, Subur Bahariyanto, beserta para pegawai.
&ldquoGedung yang direnovasi tidak ada artinya apabila kita tidak turut merenovasi diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik. Ke depannya, renovasi ini diharapkan akan menjadikan pelayanan kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat!&rdquo tegasnya. 
Memenuhi agenda berikutnya, Dirjen Perbendaharaan beserta rombongan bertolak ke KPPN Solok yang ditempuh melalui perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam dari Padang. Rombongan tiba pukul 15.00 WIB. Setelah melakukan peninjauan ruang &ldquopelayanan darurat&rdquo sehubungan gedung KPPN Solok tengah dalam renovasi, acara dilanjutkan dengan pengarahan dan tanya jawab yang dihadiri oleh seluruh pegawai KPPN Solok. Sebelum meninggalkan KPPN Solok, Dirjen Perbendaharaan berpesan kepada seluruh pegawai KPPN Solok agar senantiasa meningkatkan pelayanan kepada 
Dalam kunjungan kerja ini Direktur Jenderal Perbendaharaan juga berkenan menghadiri acara syukuran atas selesainya renovasi gedung dan penataan 
(Oleh: Kontributor: Totok Suyanto, Rizki Dian Bareta)

