- Nasional
- Dilihat: 3354
Dirjen Perbendaharaan Berpesan Untuk Lebih Meningkatkan Koordinasi Antara KPPN Dengan Kanwil Dan Kantor Pusat.
Liputan Kunjungan Kerja Dirjen Perbendaharaan ke KPPN Wonosari.
Wonosari, Perbendaharaan.go.id,- Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono, pada saat memberikan pengarahan kepada para pegawai KPPN Wonosari pada saat kunjungannya ke KPPN Wonosari, Jumat (30/5).
Kehadiran Dirjen Perbendaharaan yang didampingi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaraan Prov. DI. Yogyakarta, Alfiah, Kepala Bagian Adm. Kepegawaian Setditjen Perbendaharaan, Teguh Dwi Nugroho, serta Kepala Bagian Umum Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. DIY. Estu Wahudi disambut langsung oleh Kepala KPPN Wonosari, Jumiarsih.
Kunjungan kali ini merupakan kegiatan lanjutan Dirjen Perbendaharaan yang sebelumnya mengikuti acara FGD terkait PTN Badan Hukum yang diselengarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kampus UGM pada pagi harinya.
&ldquoTerkait dengan tugas-tugas pokok yang sekiranya memerlukan pemecahan bersama, harap selalu berkoordinasi dengan kanwil dan kantor pusat dan terus dimonitoring.&rdquo Pesan pejabat yang lahir di Yogyakarta 55 tahun yang silam.
Pada kesempatan tersebut, Marwanto menyampaikan juga terkait tugas-tugas baru Ditjen Perbendaharaan (KFR, Spending Review, GFS, dan implementasi SPAN-red) menjadi tanggungjawab bersama oleh setiap pegawai.
Selanjutnya, terkait dengan dana transfer ke daerah, dijelaskan, bahwa Ditjen Perbendaharaan mendapatkan amanah untuk memonitoring dan mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai dari dana transfer ke daerah.
&ldquoKita harus memonitoring dan mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh dana transfer ke daerah, hal ini merupakan tugas kita dalam rangka me-review pelaksanaan anggaran di daerah." Jelas pejabat nomor 1 di Ditjen Perbendaharaan itu.
&ldquoIni akan menambah peran Ditjen Perbendaharaan terhadap realisasi anggaran pemerintah daerah, dan untuk mewujudkan terlaksananya kegiatan tersebut, diperlukan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah.&rdquo Imbuhnya.
Tidak lupa pula pada kesempatan tersebut, Marwanto memberikan apresiasi terhadap kinerja para pegawai yang ikhlas mengabdikan diri kepada organisasi dengan berbagai tantangan yang menyertainya.
Diakhir arahannya, Marwanto berpesan bahwa SPAN menjadi perhatian seluruh pengelola anggaran di Indonesia, dan para pegawai diharapkan untuk bekerja sedikit lebih keras serta lebih sabar lagi dalam menghadapi berbagai tantangan yang menyertainya.
Tepatnya setelah Sholat Magrib, rombongan Dirjen Perbendaharaan menuju ke Yogyakarta untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta.
Oleh: Sugeng Wistriono











Tepat pukul 8.00 WIB Dirjen Perbendaharaan yang didampingi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara, R. Wiwin Istanti, serta Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setditjen Perbendaharaan, Syafriadi, tiba di KPPN Padang dan langsung disambut oleh Kepala KPPN Padang, Subur Bahariyanto, beserta para pegawai.
&ldquoGedung yang direnovasi tidak ada artinya apabila kita tidak turut merenovasi diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik. Ke depannya, renovasi ini diharapkan akan menjadikan pelayanan kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat!&rdquo tegasnya. 
Memenuhi agenda berikutnya, Dirjen Perbendaharaan beserta rombongan bertolak ke KPPN Solok yang ditempuh melalui perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam dari Padang. Rombongan tiba pukul 15.00 WIB. Setelah melakukan peninjauan ruang &ldquopelayanan darurat&rdquo sehubungan gedung KPPN Solok tengah dalam renovasi, acara dilanjutkan dengan pengarahan dan tanya jawab yang dihadiri oleh seluruh pegawai KPPN Solok. Sebelum meninggalkan KPPN Solok, Dirjen Perbendaharaan berpesan kepada seluruh pegawai KPPN Solok agar senantiasa meningkatkan pelayanan kepada 
Dalam kunjungan kerja ini Direktur Jenderal Perbendaharaan juga berkenan menghadiri acara syukuran atas selesainya renovasi gedung dan penataan 
(Oleh: Kontributor: Totok Suyanto, Rizki Dian Bareta)
Selanjutnya dalam arahannya diungkapkan pula bahwa Ditjen Perbendaharaan telah memiliki standar gedung pelayanan yang sama, dan ini sekaligus menjadi identitas pelayanan Ditjen Perbendaharaan di daerah, hal ini dapat disimpulkan dari beberapa kunjungannya di KPPN atau Kanwil Ditjen Perbendaharaan beberapa waktu sebelumnya.
Selanjutnya mengenai implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang merupakan best practice international, Ia memberikan arahan bahwa pengalaman selama piloting dan masa transisi ke SPAN memerlukan beberapa penyesuaian.
Pada pembukaan kegiatan Diklat Penyuluh Perbendaharaan pada hari senin tanggal 5 Mei 2014, Direktur Sistem Perbendaharaan dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada jajaran Subdit Pengembangan Profesi dan Program Pensiun dan unit-unit terkait yang sejak awal memprakarsai pembentukan Penyuluh Perbendaharaan hingga akhirnya Direktorat SP dapat melaksanakan kesinambungan program pembentukan tenaga Penyuluh Perbendaharaan melalui mekanisme Diklat sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Penyuluh Perbendaharaan.
Kepala KPPN Tanjungpinang, Setijo Budi Pramono, pada awal acara melaporkan bahwa kegiatan rapat koordinasi ini bertujuan untuk membangun sinergi yang baik dan berkelanjutan antar Unit Kementerian Keuangan khususnya yang ada di Tanjungpinang dengan bank/pos persepsi mitra kerja KPPN Tanjungpinang terkait pengelolaan penerimaan negara.
Direktur Pengelolaan Kas Negara, Rudi Widodo, dalam paparan selanjutnya, menyampaikan materi sistem penerimaan negara secara elektronik (MPN G2) yang merupakan penyempurnaan sistem MPN dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan akuntabilitas data transaksi penerimaan negara. Dengan sistem yang baru ini akan diperoleh manfaat antara lain akuntabilitas, fleksibilitas, kecepatan penguasaan kas, ketersediaan layanan tanpa tergantung waktu dan tempat, dan kepercayaan publik (WTP). Beliau juga menyampaikan bahwa MPN G2 rencananya akan di launching secara resmi pada bulan Juli 2014 dan diharapkan pada akhir tahun ini dapat diikuti oleh seluruh bank/pos persepsi. Pemaparan ini diakhiri dengan demo MPN G2 oleh Tim Teknis MPN G2 dari Subdit PN Direktorat PKN dan BRI. 

