- Nasional
- Dilihat: 2710
Kinerja Ditjen Perbendaharaan Menjadi Contoh Dan Acuan Pemerintah Daerah Sulawesi Barat
Mamuju, perbendaharaan.go,id &ndash Dirjen Perbendaharaan meresmikan operasionalisasi Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sekaligus melakukan kunjungan kerja untuk bertemu dengan semua pegawai di KPPN Mamuju dan Kantor Wilayah DJPBN Prov. Sulbar (08/10).
Layanan Ditjen Perbendaharaan di Provinsi Sulbar telah berjalan sejak dua tahun setelah dibentuknya provinsi Sulbar yaitu tepatnya tahun 2006. Pelayanan itu dilaksanakan oleh KPPN Mamuju. Hadirnya Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sulbar sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada pemangku kepentingan.
Beroperasinya layanan yang diselenggarakan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulbar telah membawa percepatan terhadap pembangunan. &ldquoPercepatan yang berkaitan dengan keuangan telah mendorong mekanisme pengelolaan pemerintahan dan pengelolaan pembangunan menjadi lebih baik &ldquo kata Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh dalam sebuah testimoninya. Disisi teknis operasional, Kanwil Prov. Sulbar dan KPPN Mamuju mendapatkan apresiasi yang tinggi oleh pemerintah daerah provinsi Sulawesi barat. &ldquoBentuk pelayanan yang dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan dapat menjadi contoh dan acuan satuan kerja pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah yang lain termasuk di Sulawesi Sulawesi barat&rdquo kata Sekda Sulawesi Barat Nur Alam Tahir.
Spending review dan Kajian Fiskal Regional merupakan tugas baru Ditjen Perbendaharaan yang membutuhkan koordinasi internal dan dengan pihak external. Peran Kanwil Ditjen Perbendaharaan menjadi lebih strategis dengan melakukan analisis terhadap aktifitas fiscal yang dilakukan di daerah. Hasil analisis tersebut dapat digunakan oleh pemerintah daerah sebagai salah satu alat untuk melihat lebih dalam terhadap pengelolaan keuangan daerahnya. Hubungan mutualisme inilah yang diharapkan tetap terjalin harmonis mendukung pelaksanaan tugas masing-masing
Dikesempatan selanjutnya Dirjen Perbendaharaan menemui langsung para pegawai dilingkungan Kanwil Ditjen Perbendaraan Prov. Sulbar. Berbincang langsung dengan beberapa petugas dari satuan kerja yang sedang mengantar SPM dan Rekonsiliasi tak luput dari perhatiannya. &ldquosebuah kebahagiaan bagi kami semua pegawai, Bapak Dirjen berkenan berkunjung&rdquo kata Catur Ariyanto Widodo, PLT Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. SulBar.
Implementasi SPAN membawa situasi baru pada pelaksanaan penyerapan anggaran. Kendala di lapangan terkait dengan pelaksanaan SPAN harus disikapi dengan tepat. &ldquoSPAN dilakukan oleh mesin, jadi pada saat implementasi dibutuhkan pendampingan yang bagus dari KPPN kepada Satker&rdquo kata Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono. Tentunya Ditjen Perbendaharaan telah menyiapkan peningkatan kompetensi SDM untuk melaksanakan SPAN. Dalam pengembangan SDM, Ditjen Perbendaharaan secara konsisten membangun sistem dengan prinsip-prinsip yang telah disepakati dalam pola mutasi di lingkungan Ditjen Perbendaharaan.
Oleh : Tim Media Center Ditjen Perbendaharaan








Sementara itu, Dirjen Perbendaharaan menyampaikan bahwa KPPN Khusus Penerimaan sebagai unit baru dihadapkan pada tantangan peningkatan penerimaan Negara dan peningkatan kualitas, akurasi dan validitas data penerimaan. Dirjen Perbendaharaan menambahkan, sebagai unit yang baru lahir, jajaran KPPN Khusus Penerimaan memegang kendali navigasi awal. &ldquoSaat ini jajaran KPPN Khusus Penerimaan ibarat akan memanah, pergeseran setiap derajatnya akan berpengaruh terhadap tercapai atau tidaknya target yang ditentukan nantinya,&rdquo ujar Marwanto.
"Acara penilaian Kantor Pelayanan Percontohan Kementerian merupakan "the truth moment" untuk mengetahui tingkat kepuasan atas pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan" ungkap Charmeida Tjokrosuwarno selaku ketua tim.
Selanjutnya, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, Haryana membuka acara pada kegiatan tersebut, sekaligus memberikan ceramah umum. &ldquoSungguh saya merasa sangat senang hadir di tengah-tengah Bapak/ Ibu Pejabat Eselon IV kegiatan pembekalan, calon pemimpin masa depan yang merupakan sebagai strategic partner dalam pengejawantahan visi, misi, strategi kebijakan Ditjen Perbendaharaan pada masing-masing unit Eselon II Ditjen Perbendaharaan.&rdquo Ungkap Sesditjen Perbendaharaan, Haryana.
Pada kesempatan ini, Sulaimansyah melaporkan perkembangan keuangan dan perekonomian daerah di Maluku Utara serta strategi-strategi apa yang telah dan akan diambil oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan pada khususnya untuk dapat lebih berperan meningkatkan perekonomian daerah sebagai perwujudan peran kanwil sebagai representasi Kementerian Keuangan di daerah. Selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan di Provinisi Maluku Utara, Sulaimansyah juga menyampaikan profil Kementerian Keuangan di Provinisi Maluku Utara dimana terdapat 257 pegawai Kementerian Keuangan tersebar di 11 Kantor Vertikal Kementerian Keuangan.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari capacity building bagi peserta rapat koordinasi, narasumber yang dihadirkan untuk menyampaikan materi adalah narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya yaitu dari Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan dan Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.
Menurutnya, kebijakan baru ini dilatarbelakangi masih terdapatnya berbagai permasalahan yang disebabkan belum tertibnya wajib setor dalam memberikan informasi yang dibutuhkan saat melakukan penyetoran langsung ke RKUN sehingga dampaknya adalah belum memadainya akuntabilitas dan kewajaran penerimaan negara. Oleh karena itu kebijakan baru ini bertujuan untuk meningkatkan validitas dan akuntabilitas penerimaan negara sekaligus optimalisasi pemanfaatan MPN G-2 dan MPN Valas.
Pada sesi demo MPN G-2 dan MPN Valas, dipraktekkan secara real time pembuatan id billing pada aplikasi Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) oleh Direktorat Jenderal Anggaran selaku biller PNBP yang dilanjukan dengan praktek penyetoran PNBP melalui chanel MPN G2 dan MPN Valas yaitu e-banking, teller dan EDC oleh PT Bank BRI (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) dan PT Bank BNI (Persero). 
Workshop tersebut diisi dengan kegiatan sosialisasi kebijakan baru pengelolaan RKUN oleh Direktur PKN, presentasi tentang mekanisme penyetoran penerimaan negara melalui MPN khususnya MPN G-2 dan MPN Valas oleh Kasubdit Rekening Kas Negara (RKN) Direktorat PKN, diskusi terkait pelaksanaan penyetoran penerimaan negara secara langsung melalui RKUN serta demo secara real time pembayaran penerimaan negara melalui MPN G-2 dan MPN Valas. 

