- Nasional
- Dilihat: 3662
Sesditjen Perbendaharaan : Pengelolaan Kinerja Harus Kritis Dan Selalu Memberikan Masukan Yang Konstruktif.
Liputan Rapat Koordinasi Pengelolaan Kinerja Ditjen Perbendaharaan di Jakarta.
Jakarta, perbendaharaan.go.id, - Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, Haryana, menghimbau kepada peserta Rapat Koordinasi Pengelolaan Kinerja Ditjen Perbendaharaan untuk memberikan perhatian penuh kepada setiap permasalahan yang terjadi di lapangan. Hal itu disampaikan pada saat membuka acara Rapat Koordinasi Pengelolaan Kinerja Ditjen Perbendaharaan di Jakarta, Senin (15/09).
Haryana juga mengingatkan agar tugas pengelolaan kinerja dapat dijalankan dengan strategi yang riil, terarah, serta memberikan hasil yang positif untuk mencapai target kinerja Ditjen Perbendaharaan dan Kementerian Keuangan pada umumnya.
&ldquoMaka dari itu yang diperlukan adalah mengkritisi dan memberikan masukan yang konstruktif agar tugas pengelolaan kinerja dapat dijalankan dengan strategi yang riil, terarah, serta memberikan hasil yang positif untuk mencapai target kinerja Ditjen Perbendaharaan dan Kementerian Keuangan pada umumnya .&rdquo Imbuhnya.
Rapat koordinasi yang diselenggarakan selama tiga hari yakni mulai tanggal 15-17 September 2014 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola kinerja di lingkungan Kantor Vertikal Ditjen Perbendaharaan serta dapat dijadikan sebagai media komunikasi dan konsolidasi strategi dan current issues pengelolaan kinerja Ditjen Perbendaharaan tahun 2014.
Sedangkan peserta rapat koordinasi adalah sebanyak 112 peserta yang terdiri dari Kepala Subbagian Penilaian Kinerja Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan Administrator Pengelolaan Kinerja sebanyak 66 peserta, serta dari Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan sebanyak 46 pegawai.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari capacity building bagi peserta rapat koordinasi, narasumber yang dihadirkan untuk menyampaikan materi adalah narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya yaitu dari Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan dan Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.
Sedangkan materi yang diberikan selama rakor tersebut adalah, Pertama, Mekanisme Penilaian Perilaku dan Kuesioner Perilaku dalam Kerangka Pengelolaan Kinerja Pegawai, yang dilanjutkan dengan Arah Kebijakan Pengembangan Aplikasi dengan narasumber dari Biro SDM KEmenterian Keuangan.
Kedua, Pengelolaan Kinerja berbasis Balanced Scorecard (BSc) meliputi, Sistem manajemen kinerja berbasis BSc, Peta Strategi, Indikator Kinerja Utama dengan Indikator Kinerja Utama Inisiatif Strategis, Cascading dan Alignment, Manual IKU, Kontrak Kinerja. penilaian Kinerja, serta dilanjutkan dengan simulasi yang disampaikan oleh Pushaka Setjen Kemenkeu. Sedangkan yang ketiga, Next Step Pengelolaan Kinerja Ditjen Perbendaharaan disampaikan oleh Kepala Bagian OTL, Setditjen Perbendaharaan.
Oleh: Sugeng











Menurutnya, kebijakan baru ini dilatarbelakangi masih terdapatnya berbagai permasalahan yang disebabkan belum tertibnya wajib setor dalam memberikan informasi yang dibutuhkan saat melakukan penyetoran langsung ke RKUN sehingga dampaknya adalah belum memadainya akuntabilitas dan kewajaran penerimaan negara. Oleh karena itu kebijakan baru ini bertujuan untuk meningkatkan validitas dan akuntabilitas penerimaan negara sekaligus optimalisasi pemanfaatan MPN G-2 dan MPN Valas.
Pada sesi demo MPN G-2 dan MPN Valas, dipraktekkan secara real time pembuatan id billing pada aplikasi Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) oleh Direktorat Jenderal Anggaran selaku biller PNBP yang dilanjukan dengan praktek penyetoran PNBP melalui chanel MPN G2 dan MPN Valas yaitu e-banking, teller dan EDC oleh PT Bank BRI (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) dan PT Bank BNI (Persero). 
Workshop tersebut diisi dengan kegiatan sosialisasi kebijakan baru pengelolaan RKUN oleh Direktur PKN, presentasi tentang mekanisme penyetoran penerimaan negara melalui MPN khususnya MPN G-2 dan MPN Valas oleh Kasubdit Rekening Kas Negara (RKN) Direktorat PKN, diskusi terkait pelaksanaan penyetoran penerimaan negara secara langsung melalui RKUN serta demo secara real time pembayaran penerimaan negara melalui MPN G-2 dan MPN Valas. 
Acara inti seminar kali ini merupakan panel diskusi dengan menghadirkan tiga narasumber yaitu Dr. Ferry Irawan (Kepala Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF), Adhi Wiriana (Kepala BPS Provinsi Lampung), dan Adijanto (Direktur Evaluasi Pendanaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan).
Narasumber kedua, Adhi Wiriana menyajikan makalah dengan tema Perkembangan Ekonomi Lampung Terkini. Beliau menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi lampung periode 2009-2013 mencapai rata-rata 6,0%. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata per tahun nasional pada periode yang sama sebesar 5,9%. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak disertai dengan pemerataan ke segenap lapisan masyarakat. Hal ini ditandai dengan nilai Gini rasio yang cenderung meningkat selama kurun waktu lima tahun tersebut. Kontribusi sektor penyumbang terbesar terhadap PDRB Lampung tahun 2013 adalah sektor pertanian yaitu sebesar 35,54% da diikuti sektor Perdagangan, Restauran dan Hotel (PRH) sebesar 15,94%. Pada tahun 2013 inflasi Bandar Lampung meningkat menjadi 7,56%. Meski demikian angka inflasi ini lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 8,38 persen.
Sesi terakhir dari panel diskusi diisi dengan tanya jawab dengan moderator Marselina Djayasinga selaku Regional Economist Kementerian Keuangan di Provinsi Lampung. Sesi diskusi ini berlangsung cukup hangat dan segar dengan besarnya antusias pertanyaan dari peserta seminar. Beberapa pertanyaan bahkan tidak mendapat jawaban yang memadai karena keterbatasan jadwal waktu seminar. Sebelum seminar dituitup, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, Sahat M.T. Panggabean juga menyampaikan pentingnya sinergi antara Kementerian Keuangan dengan Pemerintah Daerah dalam peningkatan kualitas fiskal yang mandiri. Acara seminar ditutup secara resmi pada pukul 13.30 dan dilanjutkan dengan makan siang bersama.
Sebagai langkah awal pelaksanaan KSP 2014, pada tanggal 18-21 Agustus 2014 bertempat di Jakarta telah dilaksanakan demand identification, dimana dalam kegiatan tersebut beberapa Korea Expert yang merupakan Profesor dari beberapa Universitas ternama di Korea maupun ahli di masing-masing bidang berkunjung ke Indonesia untuk melaksanakan diskusi dengan beberapa pejabat/ahli dari pihak Indonesia dan pengumpulan data dan informasi sesuai masing-masing topik joint research.
Dalam sambutannya Direktur Jenderal Perbendaharaan menegaskan bahwa kegiatan rapat regional Kanwil Ditjen Perbendaharaan se-Sumatera sangat diperlukan bagi jajaran Ditjen Perbendaharaan terutama menuju visi misi baru Ditjen Perbendaharaan &ldquoto be a world-class state treasury manager&rdquo. Dalam kesempatan ini pula Dirjen Perbendaharaan merasa bangga karena Ditjen Perbendaharaan menjadi bagian organisasi yang konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi melaksanakan reformasi birokrasi diantaranya seluruh KPPN telah menerapkan standar KPPN Percontohan, penyaluran dana APBN dapat dilayani dengan cepat, tepat, bersih, professional dan akuntabel, sehingga berbagai penghargaan telah diterima diantaranya dari Presiden, MenPAN-RB, KPK, akademisi UI dan IPB serta hasil survei Pengelolaan Kinerja dan Implementasi Strategi Focused Organization (SFO) tahun 2013 Ditjen Perbendaharan mencapai nilai tertinggi. Namun demikian terdapat beberapa program strategis yang menuntut perhatian dan kerja keras seperti pelaksanaan piloting dan roll out SPAN dan SAKTI, MPN G2 dan persiapan akuntansi berbasis akrual. Disamping itu Dirjen Perbendaharan juga menyinggung kedisiplinan dan kode etik dari setiap pejabat/ pegawai.
Acara Rakor selanjutnya diisi dengan sharing session Kebijakan Perbendaharaan oleh narasumber Direktur Pelaksanaan Anggaran yang memaparkan tentang langkah-langkah strategis dalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan anggaran, Direktur Sistem Perbendaharaan memaparkan tentang pengalihan pengelolaan administrasi TNI/POLRI, Jaminan dari Perusahaan Asuransi (Surety Bond) dalam rangka pembayaran atas beban APBN, dan Layanan Data Perbendaharaan, serta Direktur Tranformasi Perbendaharaan memaparkan perkembangan SPAN, dan Kepala Bagian Keuangan menyinggung soal sarpras dan pengembangan SDM. 
Pada pleno Sesi ke II, pemaparan dilakukan oleh Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri dengan moderator Direktur Pelaksanaan Anggaran. Pada pleno tersebut dipaparkan pentingnya penerapan akuntansi berbasis akrual pada tahun 2015 dalam rangka menciptakan keseragaman penyusunan konsolidasi fiskal dan statistiK keuangan pemerintah, dan perlunya komitmen pejabat termasuk didalamnya dukungan politik dari Kepala Daerah dan DPRD dalam upaya peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Keesokan harinya, acara dilanjutkan dengan Value Gathering, dimulai dengan penampilan performance dari Kanwil Aceh maupun KPPN Banda Aceh, hingga materi Ceramah Umum Kegiatan Value Gathering yang disampaikan oleh Dirjen Perbendaharaan. Dalam ceramah umum tersebut, Dirjen Perbendaharaan berpesan kepada peserta agar menginternalisasikan Nilai &ndash Nilai Kementerian Keuangan ke dalam diri setiap pegawai, &ldquoAgar Nilai &ndash Nilai tersebut dapat terus terjaga secara kontinyu ke dalam diri setiap pegawai, maka kita perlu meng-internalisasikan nilai &ndash nilai yang menjadi identitas kita, misalnya melalui slogan yang mudah diingat dan dikerjakan, STOP-START-CONTINUE yaitu Pertama, menghentikan perilaku yang tidak sesuai dengan Nilai &ndash Nilai Kementerian Keuangan (STOP) , misalnya STOP (berhenti) merokok di ruangan kerja. Kedua, Memulai perilaku yang mencerminkan Nilai &ndash Nilai Kementerian Keuangan dan memulai sinergi (START), misalnya START (mulai) datang tepat waktu pada saat rapat. Ketiga, Melanjutkan prestasi serta perilaku-perilaku baik yang selama ini sudah mencerminkan Nilai Kementerian Keuangan, misalnya CONTINUE (lanjutkan) melayani stakeholders dengan hati dan ikhlas.&rdquo Ungkap marwanto memberi ilustrasi kepada peserta.
Dalam akhir ceramahnya, Marwanto kembali berpesan kepada peserta agar benar-benar mengejawantahkan Nilai &ndash Nilai Kementerian Keuangan dalam kehidupan sehari-hari, &ldquoSemoga dengan diadakannya acara ini akan mampu mengejawantahkan nilai &ndash nilai Kementerian Keuangan ke dalam kehidupan sehari &ndash hari sehingga mampu mewujudkan KINERJA BERNILAI, PRESTASI KELAS DUNIA guna mendukung visi baru Ditjen Perbendaharaan yaitu sebagai pengelola perbendaharaan yang unggul di tingkat dunia.&rdquo Imbuh marwanto, yang langsung disambut antusias oleh peserta Value gathering yang hadir. 

