- Nasional
- Dilihat: 5530
Dirjen Perbendaharaan: “Promosi Merupakan Reward Atas Prestasi Dan Bentuk Kepercayaan Pimpinan”
Liputan pelantikan pejabat di Kantor Pusat DJPBN
Jakarta, perbendaharaan.go.id &ndash  Pembinaan dan penyegaran SDM menjadi sebuah kebutuhan dalam organisasi. Kedua hal tersebut diyakini akan menjadikan gerak organisasi lebih dinamis dan produktif, seperti halnya Ditjen Perbendaharaan.
&ldquoMutasi adalah hal yang biasa dan telah menjadi sebuah kebutuhan organisasi, dalam kaitannya untuk pengisian jabatan yang kosong dan pembinaan karir SDM. Di Ditjen Perbendaharaan, kita mengenal dua hal yang mendasari mutasi, yaitu promosi dan penyegaran,&rdquo kata Herry Purnomo, Direktur Jenderal Perbendaharaan saat memberikan pengarahan usai melantik 81 pejabat di Kantor Pusat DJPBN, 9 orang pejabat eselon III dan 72 orang pejabat eselon IV. &rdquoUntuk yang promosi, tentu saja ini merupakan sebuah penghargaan atas prestasi,&rdquo lanjut beliau.
Herry Purnomo juga menyampaikan bahwa bagi seorang pegawai yang mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru yang lebih tinggi artinya mendapatkan sebuah kepercayaan dari pimpinan atas kinerjanya selama ini. &ldquo
Promosi ini merupakan kepercayaan dari organisasi. Kepercayaan dari pimpinan. Kalau nggak percaya tentu nggak akan kami promosikan,&rdquo tambah beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa mutasi atau pergeseran jabatan dari satu tempat ke tempat yang lain merupakan sarana organisasi untuk mengasah kemampuan pegawai, disamping untuk memperkaya pengalaman. &ldquoBagi yang mutasi, ini adalah sarana untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkaya pengalaman,&rdquo tegas Dirjen Perbendaharaan.
Hal lain yang menjadi perhatian beliau adalah variasi pekerjaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang beragam dan menantang sehingga diperlukan peningkatan kemampuan dan pengalaman yang berkesinambungan. &ldquoSaya harap Saudara-saudara sekalian dapat cepat belajar dan memahami pekerjaan di tempat penugasan yang baru. Jangan pernah berhenti belajar,&rdquo pesan Herry Purnomo di hadapan para pejabat eselon III dan IV yang baru saja dilantik.
Dalam kesempatan tersebut, Herry Purnomo juga menyampaikan pesan bagi para pegawai di Kanwil Ditjen Perbendaharaan, antara lain mengenai penerapan layanan unggulan di Kanwil Ditjen Perbendaharaan. &ldquoBanyak harapan yang dibebankan kepada kawan-kawan di Kanwil. Kanwil harus melakukan implementasi peraturan dan juga harus terus melakukan inovasi. Khusus untuk pembinaan, Kanwil harus berani keluar dari tupoksi, yang penting sesuai dengan akuntabilitas dan dasar hukum yang sudah ada,&rdquo lanjut beliau.
Kasus mengenai dokumen palsu mirip DIPA yang sempat mencuat beberapa hari yang lalu, juga tidak luput dari perhatian Dirjen Perbendaharaan. &ldquoKanwil juga perlu mewaspadai adanya kejahatan terutama menyangkut tupoksi kita. Jangan sampai terjadi lagi kasus DIPA palsu. Berbicaralah ke satker di daerah, jelaskan mengenai bentuk dokumen, alur dan sistem DIPA yang sebenarnya. Pelayanan di KPPN sudah cepat, jadi tidak perlu menerima tawaran dari calo anggaran,&rdquo pesannya kepada para pejabat yang baru saja diangkat sumpahnya itu. Beliau menambahkan, &ldquowalaupun kasus tersebut belum sampai membobol negara, kita harus memmperhatikan kualitas keamanan dan tetap melaksanakan SOP yang sudah ditentukan.&rdquo
Mengenai reformasi birokrasi yang telah menunjukkan hasil yang sangat baik, Herry Purnomo menegaskan agar terus dijaga. &ldquoPelayanan prima sebagai tuntutan reformasi memang sulit dilaksanakan. Tetapi tetap harus dilakukan. Reformasi di lingkungan kita sudah sangat baik, berbagai pungutan sudah tidak ada lagi. Ini harus dijaga. Harus tetap konsisten terhadap perubahan kea rah yang lebih baik,&rdquo lanjut Dirjen Perbendaharaan. &ldquoBagi yang baru promosi, cepat belajar dan ciptakan sesuatu yang baru,&rdquo pesannya lagi menutup arahannya.
Oleh  : Bambang Kismanto dan Firman Imam Santoso &ndash Media Center Perbendaharaan
 








Dalam kategori lagu pop wanita, Ditjen Perbendaharaan yang diwakili oleh Endang Mulyani berhasil merebut gelar juara dua. Endang adalah pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarata. Dalam Kategori ini, juara pertama diraih oleh Ditjen Pajak.
Laiknya ajang lomba bernyanyi di televisi, ajang tersebut berlangsung cukup meriah. Masing-masing direktorat lingkup Kemenkeu membawa suporter yang meramaikan jalannya lomba. Tidak lupa mereka membawa poster dan spanduk untuk mendukung jagoannya.
Sebaliknya, Agah Sugana merupakan satu-satunya pejabat eselon II yang kembali ke &ldquopangkuan&rdquo Ditjen Perbendaharaan. Digantikan oleh Pak BIG, panggilan akrab Bambang Isnaeni Gunarto, sebagai Kepala Biro Umum, Setjen Kemenkeu, Agah mendapatkan penugasan baru sebagai Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB.
&ldquoKita bekerja tidak hanya pandai dengan keilmuan kita, tetapi juga harus disertai dengan etika, karakter, dan juga kepribadian yang baik. Hal ini pun masih harus didukung dengan semangat untuk menjalankan dengan rasa patriotisme yang tinggi. Karena hal ini yang menjadi kebanggan kita, bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai pegawai negeri sipil, yaitu betu-betul bekerja yang terbaik, mengabdi untuk Negara, bagi masyarakat Indonesia secara luas. &rdquo Pesan Agus Martowardojo.
Direktur Sistem Perbendaharaan yang baru, Abdul Rahman Ritonga mengaku kaget dengan terpilihnya beliau dengan jabatan baru tersebut. &ldquoSebenarnya saya tahu persis (menjadi Dirketur Sistem Perbendaharaan, red) setelah tanda tangan absen. Jadi cukup kaget. Saya termasuk ikhlas menerima pekerjaan. Apa yang diberikan pimpinan saya terima dengan niat ikhlas.&rdquo Ujar Abdul Rahman Ritonga
&ldquoKegiatan ini sebagai perwujudan komitmen kita bersama untuk menuju laporan keuangan pemerintah agar mencapai opini yang terbaik, baik dalam LKKL maupun LKPP sehingga pada tahun 2011 dapat mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian seperti yang telah direncanakan sebelumnya,&rdquo kata Syaiful, Kepala Seksi Sistem Akuntansi Pusat dalam laporannya di hadapan para peserta.
Acara sosialisasi ini merupakan upaya untuk menjawab temuan BPK terkait penyempurnaan sistem dan berbagai prosedur dalam bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Peraturan yang mengatur proses dan perlakuan dalam bidang akuntansi dan pelaporan keuangan yang akan disosialisasikan antara lain adalah PMK No. 08/PMK.05/2010 tentang Laporan Konsolidasian BUN, PMK No. 28/PMK.05/2010 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penerusan Pinjaman, PMK No. 63/PMK.05/2010 tentang Mekanisme Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban atas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah, PMK No. 102/PMK.05/2009 Tentang Tata Cara Rekonsiliasi Barang Milik Negara dalam Rangka Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat, serta Perdirjen Kekayaan Negara Nomor Per-07/KN/2009 tentang Tata Cara Rekonsiliasi Data Barang Milik Negara Dalam Rangka Penyusunan LBMN dan LKPP.
&ldquoKick Off Change Management And Communication ini menjadi tepat karena manusia adalah aset yang sangat berharga dari suatu organisasi,&rdquo kata Herry Purnomo. &ldquoSebaik apapun system dan IT-nya tidak akan member arti apa-apa jika organisasi dan SDM-nya tidak siap merubah mindset, perilaku dan etos kerja,&rdquo tambah Direktur Jenderal Perbendaharaan ini saat membuka acara mewakili Menteri Keuangan.  
Acara Kick Off CMC tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Country Director Worldbank, Delegasi Federal Treasury of Russia, perwakilan Negara donor, tim Reformasi Penganggaran dan Perbendaharaan Negara (RPPN) serta beberapa pejabat eselon II dan III Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan.
&ldquoChange management and communication yang saat ini dilakukan kick off-nya sangat perlu dilakukan untuk mempersiapkan organisasi dan sumber daya manusia agar sanggu dan mampu menjalankan seluruh inisiatif perubahan ini, yang bermuara pada peningkatan kinerja pengelolaan keuangan Negara,&rdquo jelas Dirjen Perbendaharaan.
Rangkaian lokakarya merupakan langkah  yang terstruktur dan sistematis, sebagai bentuk persiapan yang matang dalam rangka migrasi dari SAP berbasis Kas Menuju Akrual (Cash Towards Accrual) yang saat ini berlaku ke SAP yang berbasis Akrual (Full Accrual).
Implementasi akuntansi aset non keuangan perlu disesuaikan dengan karakteristik negara Indonesia. Maka, menjadi salah satu pokok pembahasan yang penting paparan konsep dan praktek-praktek implementasi akuntansi aset non keuangan yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia. Begitu pula, kendala yang akan dihadapi dalam penerapan akuntansi Non Financial Assets dalam penerapan akuntansi berbasis akrual di Indonesia menjadi salah satu pokok pembahasan.
&ldquoDulu kita (Direktorat Jenderal Perbendaharaan, red) melakukan kunjungan ke Rusia untuk belajar tentang perbendaharaan. Kini giliran mereka yang belajar kepada kita mengenai reformasi yang sudah kita lakukan,&rdquo kata Herry Purnomo, Direktur Jenderal Perbendaharaan di Jakarta, pada saat sambutan pembukaan Pembekalan Pejabat Eselon III Baru Angkatan II Tahun 2010 kemarin, setelah acara penyambutan delegasi Rusia. &ldquoKita perlu membuka hubungan dengan negara lain, agar kita tidak seperti katak dalam tempurung. Merasa puas dengan pencapaian kita sendiri,&rdquo lanjut beliau.

