Liputan FGD dan Indepth Interview Program Pengelolaan Perbendaharaan Negara di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I Yogyakarta
Yogyakarta, perbendaharaan.go.id- Bappenas melalukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan bidang keuangan negara di Yogyakarta. Tim yang dipimpin oleh Deputi Ekonomi DR. Prasetijono Widjojo MJ, M.A. melakukan pertemuan dengan jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. D.I. Yogyakarta, Jumat (28/9). Pertemuan dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Indepth Interview. Turut serta dalam acara tersebut Direktur Keuangan Negara Bappenas, Ir. Sidqy LP Suyitno, M.A. dan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Setjen Kemenkeu, Sumiyati, Ak., M.F.M.
Kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan bidang keuangan negara tersebut merupakan kegiatan pamungkas dari 12 kegiatan serupa di kota lain. Hal tersebut dilakukan Bappenas sebagai amanat UU Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. D.I. Yogyakarta, Hendro Baskoro memaparkan bagaimana reformasi yang dilaksanakan oleh Ditjen Perbendaharaan, yang meliputi 3 pilar yaitu Penataan organisasi , Penyempurnaan Proses Bisnis serta Pengembangan SDM.
Selanjutnya Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Setjen Kemenkeu, Sumiyati, Ak., M.F.M. menambahkan, &ldquoKegiatan ini merupakan sinergi antara Kementerian Keuangan dengan Bappenas, utamanya terkait Reformasi Birokrasi Keuangan (RBK) di bidang layanan perbendaharaan yang terus dipantau secara berkala dan dilakukan evaluasi agar tetap searah dengan maksud UU Nomor 17 Tahun 2003.&rdquo
Sementara itu dalam sambutannya, Deputi Ekonomi Bappenas menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan yang dilakukan, yaitu untuk mengetahui sejauh mana pencapaian pelaksanaan RKP Bidang Keuangan Negara Tahun 2011 dan pencapaian progres kegiatan tahun 2012 terkait program pengelolaan Perbendaharaan Negara, khususnya treasury reform yang terintegrasi
&ldquoUntuk Tahun 2012, Bappenas fokus pada Reformasi Perbendaharaan Negara, dimana pemantauan dan evaluasi diarahkan pada program modernisasi KPPN Percontohan&rdquo demikian diungkapkannya.
Pada kesempatan tersebut Tim Bappenas juga memaparkan hasil survey langsung kepada 12 SKPD di lingkungan Provinsi D.I. Yogyakarta terhadap pelayanan yang diberikan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN Yogyakarta dalam rangka pelaksanaan treasury reform. Secara umum SKPD menyatakan puas dan memberikan apresiasi terhadap reformasi yang dijalankan oleh Ditjen Perbendaharaan, meskipun ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain terkait dengan ketentuan Bagan Akun Standar (BAS).
Acara selanjutnya diisi dengan diskusi terkait dengan permasalahan keuangan negara khususnya penyerapan anggaran yang masih rendah dan belum sesuai dengan yang target yang ditetapkan.
Kanwil Ditjen Perbendaharaan berharap dengan kegiatan ini dapat diperoleh gambaran yang utuh terkait dengan pelaksanaan pelayanan perbendaharaan negara, rekomendasi yang tepat kepada pembuat kebijakan serta dapat digunakan sebagai bahan penyempurnaan perencanaan program reformasi keuangan negara selanjutnya.
Oleh : Arief R - Kontributor Kanwil Yogyakarta
edited by novri








Narasumber kegiatan kali ini berasal dari Tim Direktorat Sistem Perbendaharaan. Materi yang diberikan terkait dengan infrastruktur SPAN, mulai dari jaringan, router, modem, switch hingga komputer dan printer yang dipakai untuk SPAN. Selain itu, para supervisor juga diberikan materi security awareness dan setting aplikasi SPAN. 
Tata Suntara menjelaskan bahwa workshop kali ini bukan bertujuan untuk menakut-nakuti jabatan PPK atau Panitia Pengadaan Barang dan Jasa, dia berpesan &ldquoTetaplah menjalankan tugas sebagai panitia pengadaan Barang dan Jasa dengan sebaik-baiknya sesuai dengan koridor hukum dan peraturan yang berlaku, dan pergunakan sistem yang ada seperti Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan, dan kemudian jangan pernah untuk berhenti mempelajari Perpres 54/2010 dan perubahannya dalam Perpres No. 70/2012 karena sering juga kerugian Negara yang diakibatkan dari pengadaan Barang dan Jasa ini bukan disengaja, melainkan karena ketidakpahamannya mengenai Peraturan Presiden ini.&rdquo 
erlangsung di Jakarta (4/10), sedangkan tahap II akan diselenggarakan di Aula Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur pada hari Senin, (8/10).
Soft Launching KPPN Percontohan di KPPN Malang merupakan peresmian simbolis terhadap seluruh KPPN di wilayah Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur. Berlokasi di halaman KPPN Malang, acara ini dihadiri oleh seluruh Kepala KPPN dalam wilayah Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Kepala Satuan Kerja lingkup KPPN Malang, para pimpinan Muspida Kota Malang dan Kabupaten Malang, perwakilan Satuan Kerja mitra KPPN Malang, Kepala Cabang Bank dan Pos mitra KPPN Malang, serta Kepala Cabang PT. Taspen dan PT. Askes.
rkualitas dan handal serta nyaman di seluruh Indonesia telah terwujud, meskipun masih terdapat beberapa hal yang memerlukan penyempurnaan. KPPN Percontohan ini merupakan persembahan bagi perbaikan layanan kepada seluruh stakeholder kami,&rdquo ujar Tata Suntara, mengawali sambutannya sebelum meresmikan KPPN Malang menjadi KPPN Percontohan.
ataan Organisasi, dan Manajemen SDM - red), Ditjen Perbendaharaan memperoleh berbagai prestasi tingkat nasional, yaitu pertama Survey Kepuasan Stakeholder yang diselenggarakan UI dan IPB menempatkan Ditjen Perbendaharaan dengan angka tertinggi selama empat tahun berturut-turut yaitu mulai tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011, kedua Ditjen Perbendaharaan mendapatkan Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden pada tahun 2008 dan 2010, keempat peringkat pertama pada Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK) yang diselenggarakan oleh KPK pada tahun 2010, kelima Survey Integritas Layanan pada tahun 2010 dan 2011 oleh KPK dengan nilai tertinggi, dan keenam adalah KPPN Semarang II sebagai Kantor Pelayanan Terbaik tingkat Kementerian Keuangan di tahun 2011, sedangkan ditahun 2012 ini mewakili Kementerian Keuangan untuk memperebutkan Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden.
un 2007 kami melaksanakan implementasi KPPN Percontohan Tahap I melalui 18 KPPN di beberapa ibukota propinsi. Pada saat itu, Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani Indrawati berkenan meresmikan KPPN Jakarta II dan secara simbolis meresmikan 17 KPPN lainnya menjadi KPPN Percontohan,&rdquo Tata Suntara Menjelaskan.
n pegawai KPPN Malang telah memenuhi standar kompetensi jabatan pegawai yang diseleksi melalui test assessment yang diselenggarakan oleh kantor pusat Ditjen Perbendaharaan&rdquo. 












Untuk mendapat informasi terkini mengenai perkembangan organisasi Ditjen Perbendaharaan dan mempersiapkan SDM lulusan program beasiswa Ditjen Perbendaharaan kembali ke dunia kerja, Ditjen Perbendaharaan memberikan pembekalan kepada para pegawai lulusan beasiswa internal Ditjen Perbendaharaan, sejak 17 s.d 19 September 2012 di Treasury Learning Center (TLC).
Sementara itu, Plt. Kepala bagian Pengembangan Pegawai Ludiro menyampaikan, para pegawai lulusan tugas belajar seyogyanya mempunyai komitmen untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan dalam dunia kerja, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap penyelesaian permasalahan yang ada di dalam organisasi Ditjen Perbendaharaan. Ia menambahkan, bahwa tentu saja hal itu bisa terlaksana jika para pegawai mempunyai komitmen dan integritas yang tinggi terhadap Ditjen Perbendaharaan.
Menghadapi penilaiaan KPPN Sidoarjo telah mempersiapan berbagai macam inovasi antara lain Forum Kerjasama Kemitraan (FKK), Kartu Konfirmasi Kebenaran Setoran Penerimaan Negara (K3SPN). &ldquoJuga dalam kesehariannya para pegawai menerapkan formula pelayanan 7s, Senyum, salam, sapa, sigap, sopan, santun dan sukses&rdquo kata kepala KPPN Sidoarjo Sidrojul Munir dalam presentasinya. 





Proses penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tata Cara Pelaksanaan APBN yang telah berlangsung sejak tahun 2005,kini telah memasuki tahap akhir dan diharapkan peraturan itu dapat diundangkan menjadi peraturan pemerintah pada akhir tahun ini.
Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo Rina Robiati menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini bertujuan untuk memberikan reward atas keberhasilan dan usaha yang telah dijalankan oleh masing-masing instansi pemerintah baik Instansi Vertikal maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBN. &ldquoKami berharap penyelenggaraan Treasury Awards Tahun 2012 ini dapat memperbaharui semangat dan komitmen para penyelenggara keuangan Negara di semua satker Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk terus melakukan usaha peningkatan transparansi dan akuntabilitas di bidang pengelolaan keuangan negara melalui akuntansi dan pelaporan keuangan,&rdquo ungkapnya.
Salah satu kategori khusus yang baru diberikan di tahun ini adalah penyerapan anggaran Semester I Tahun Anggaran 2012. Penghargaan untuk kategori ini diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan semangat satker dalam mengelola APBN sehingga anggaran yang dikelolanya dapat terserap dengan baik dan dapat dengan cepat dirasakan multiplier effect-nya oleh masyarakat.
Bolango, Djadid Al Katiri dalam sambutannya, &ldquoSaya sangat yakin metode penilaian yang dilakukan tim penilai benar-benar obyektif dan akurat&rdquo. &ldquoIni terbukti, selain mendapat Treasury Award Tahun 2012 sebagai terbaik pertama kategori pelaporan keuangan Semester I TA 2012 dan terbaik kedua kategori pelaporan keuangan TA 2011 untuk UAPPA-W instansi vertikal, BP DAS Bone Bolango juga meraih peringkat pertama Laporan Keuangan Terbaik se-Kementerian Kehutanan&rdquo, tegas beliau. Pernyataan Kepala BP DAS Bone Bolango tersebut semakin meningkatkan kepercayaan para undangan yang hadir terhadap metode penilaian tim penilai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo.
hun 2012 secara sukses mampu menghadirkan konsep baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, sehingga menginspirasi para anggota panitia lainnya untuk mengusulkan berbagai ide dan gagasan yang patut dipertimbangkan mengenai gambaran konsep acara untuk tahun-tahun berikutnya. 


