- Nasional
- Dilihat: 6508
Selamat... Ditjen Perbendaharaan Tunaikan Kontrak Kinerja Tahun 2013 Dengan Prestasi Gemilang
Liputan Penandatangan Kontrak Kinerja Kemenkeu Two hingga Five Tahun 2014
Jakarta, Perbendaharaan.go.id &ndash Ditjen Perbendaharaan kembali menorehkan prestasi kinerjanya di tahun 2013. Hal tersebut disampaikan Plt. Sekretaris Ditjen Perbendaharaan Haryana dalam acara penandatangan Kontrak Kinerja Kemenkeu Two, Three, Four dan Five di Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan, Kamis (30/1).
Terdapat dua capaian terbaik yang diperoleh Ditjen Perbendaharaan dalam pelaksanaan Kontrak Kinerja Kemenkeu-One Ditjen Perbendaharaan Tahun 2013. Kedua capaian kinerja tersebut adalah: pertama, indeks kepuasan pengguna layanan Ditjen Perbendaharaan lebih tinggi daripada indeks rata-rata Kementerian Keuangan. Kedua, nilai reformasi birokrasi Ditjen Perbendaharaan menempati peringkat pertama di antara unit eselon I Kemenkeu yang memiliki unit vertikal, dan lebih tinggi dari nilai rata-rata kementerian keuangan.
Sedangkan untuk Nilai Kinerja Organisasi (NKO) Ditjen Perbendaharaan mencapai 105,22 %, nilai tersebut masuk kedalam kategori tinggi. 
Sementara itu, berdasarkan hasil Survei Strategy Focused Organization (SFO) Tahun 2013 yang diselenggarakan oleh Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, Ditjen Perbendaharaan menempati nilai tertinggi di antara unit eselon I Kementerian Keuangan, yaitu sebesar 4.89 (skala indeks 1 s.d 6) atau pada level &rdquoWe are best practice at this&rdquo.
Atas dasar berbagai perolehan prestasi tersebut, Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono, dalam arahannya memberikan apresiasi yang positif.
&ldquoSaya mengapresiasi prestasi dan kerja keras di bidang pelayanan, pelaksanaan reformasi birokrasi dan proses pengelolaan kinerja pada Ditjen Perbendaharaan,&rdquo ungkap Marwanto. 
&rdquoDi bidang pelayanan, kita meraih indeks kepuasan pengguna layanan di tahun 2014 sebesar 4,09 yang terus meningkat sejak tahun 2011 dan selalu berada di atas rata-rata Kementerian Keuangan,&rdquo imbuhnya.
Kemudian Marwanto melanjutkan penjelasan bahwa target Kemenkeu-One Ditjen Ditjen Perbendaharaan tahun 2014 terdiri dari 10 Sasaran Strategis dengan 20 Indikator Kinerja Utama (IKU). Jumlah ini menurun dibandingkan Kontrak Kinerja Kemenkeu-One tahun 2013 Ditjen Perbendaharaan yang memiliki 18 Sasaran Strategis dengan 34 IKU. Namun demikian, menurut Marwanto hal tersebut bukan berarti ada pengurangan fungsi maupun kewenangan Ditjen Perbendaharaan, melainkan adanya refinement dan penyederhanaan beberapa IKU sehingga Kontrak Kinerja menampilkan IKU yang lebih strategis dan berbasis output/outcome, bukan activity. 
Oleh: Sugeng dan Novri &ndash Media Center Ditjen Perbendaharaan
 








Terkait Treasury Dealing Room (TDR) di Kementerian Keuangan yang belum terbentuk, Dr. Kang Kyeong-Hoon berpendapat bahwa teori portofolio adalah teori keuangan yang merupakan teori seleksi dengan tingkat optimal expected return dengan tingkat resiko tertentu berdasarkan efficient frontier . TDR dalam menentukan portfolio harus mempertimbangkan dan mengeleborasi efek dari setiap transaksinya terhadap &lsquomoney market&rsquo . TDR harus mempertimbangkan short term dan medium term dari portfolio. Risk management dari TDR, portofolio pemerintah, memiliki beberapa resiko: liquidity risk, foreign exchange risk dan sebagainya. Beberapa rekomendasi yang menurutnya perlu diperhatikan dalam proses pembentukan TDR, koordinasi antara institusi terkait. Koordinasi ini akan disampaikan lebih detail oleh pembicara berikutnya. Rekomendasi berikutnya adalah percepatan komputerisasi, sebagaimana pemerintah Indonesia telah berhasil dalam pelaksanaannya. Untuk jangka pendek dan menengah perlu dipertimbangkan in house TDR, namun pada Long run term, harus dipertimbangkan outsourcing pengelolaan dari TDR.
Dalam hal Peningkatan koordinasi antara Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Pengelolaan Utang, Dr. Bae Young-Soo menyampaikan hasil penelitiannya, bahwa Pemisahan antara Ditjen Perbendaharaan dengan Ditjen Pengelolaan Utang berakibat lemahnya koordinasi antara kedua direktorat dimaksud dalam mengambil suatu kebijakan terhadap kebijakan-kebijakan yang menyangkut pada Asset dan Liability Management . Ia menyampaikan rekomendasi untuk jangka pendek (short term policy ), komite yang menangani pengelolaan Asset dan Utang diharapkan lebih aktif dalam menjalin kerjasama. Untuk jangka menengah (medium term policy ), perlunya restrukturisasi organisasi antara Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Pengelolaan Utang. Untuk jangka panjang, supervisi atas pengelolaan utang harus ada pada tingkat nasional, artinya harus ada supervisi bersama antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
Mengenai SPAN, Marwanto menegaskan kembali komitmen jajarannya. Dengan dimulainya Piloting SPAN pada tanggal 2 Januari 2014 yang lalu, maka menurutnya tidak akan ada kata kembali ke produk legacy, &ldquono point of return,&rdquo ujarnya dihadapan para peserta Rapimtas. Oleh karena itu, ia meminta seluruh komponen Ditjen Perbendaharaan wajib mendukung keberhasilan implementasi SPAN di setiap fase pelaksanaannya. Komunikasi dan edukasi kepada seluruh stakeholder harus sesegera mungkin dilakukan dan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.
Marwanto melanjutkan, bahwa dalam waktu dekat Ditjen Perbendaharaan akan melakukan Piloting SPAN dan SAKTI. Ia meminta semua pihak untuk memberikan dukungan penuhnya dalam menunjang kesuksesan piloting tersebut. Selain itu, Secara parallel pula accrual accounting akan dimulai pada semester II tahun 2014.
Saat ini tengah dilakukan persiapan Piloting SPAN yang rencananya akan dilakukan secara bertahap mulai dari Kantor Pusat, Kanwil dan KPPN Wilayah Jawa, hingga akhirnya sampai ke Kanwil dan KPPN luar Jawa. Pada semester I tahun 2014 ini juga dilakukan penyempurnaan SAKTI agar siap di deploy ke seluruh Kementerian/Lembaga dan Satuan Kerja pada Semester II tahun 2014. Secara parallel pula accrual accounting akan dimulai pada semester II tahun 2014.
&ldquoKami berharap kegiatan ini akan semakin meningkatkan koordinasi dan konsolidasi serta kesamaan langkah antara Ditjen Perbendaharaan dengan para Regional Economist,&rdquo harap Marwanto.
Dalam sambutannya para pejabat eselon II, Menteri Keuangan Chatib Basri menyampaikan beberapa pesan penting menghadapi tahun 2014. Ia menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan baru agar dilakukan dengan semangat yang tinggi dan harus senantiasa dipupuk bersama, sehingga apa yang telah direncanakan dan ditargetkan ditahun 2014 dapat tercapai dengan baik.
&ldquoKita perlu melakukan refleksi dan evaluasi terhadap kinerja kita serta menyusun rencana pelaksanaan tugas yang lebih baik lagi dibandingkan yang sudah dilakukan pada tahun 2013,&rdquo imbuhnya. 

