Jakarta, Perbendaharaan.go.id - Perkembangan kinerja layanan dan keuangan Badan Layanan Umum yang semakin meningkat perlu didukung dengan fasilitas teknologi informasi untuk mendorong BLU menjadi lebih transparan, akuntabel, dan modern. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Direktorat Pembinaan Pengelolaan Badan Layanan Umum (PPK BLU) tertantang untuk mengembangkan suatu sistem yang terintegrasi. Sistem tersebut adalan BLU Integrated Online System atau BIOS. Pembangunan BIOS dilakukan melalui sinergi antara Direktorat Pembinaan Pengelolaan Badan Layanan Umum, Direktorat Sistem Perbendaharaan, dan Pusintek Kemenkeu.
BIOS merupakan aplikasi sistem informasi terintegrasi berbasis web yang berisi beberapa modul antara lain modul profil, modul laporan keuangan, modul laporan pembinaan dan pengawasan, modul tarif, modul remunerasi, dan modul penilaian kinerja/key performance indicator. Sebagai tahap awal, modul profil sudah selesai dikembangkan dan secara resmi diluncurkan. Modul profil sendiri berisi informasi umum, informasi khusus, data pegawai, data keuangan, data layanan, monitoring pembinaan, dan monitoring pencapaian KPI dari masing-masing BLU.
Output dari BIOS dimanfaatkan oleh para stakeholders BLU diantaranya Kementerian Keuangan terutama Direktorat PPK BLU dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan, kementerian teknis, dan pihak internal BLU sendiri. Informasi BIOS digunakan sebagai dashboard kinerja layanan dan keuangan sehingga bermanfaat untuk pengambilan keputusan oleh pihak manajemen.
Memanfaatkan momentum hari Sumpah Pemuda, maka pada hari Selasa dan Rabu tanggal 28 dan 29 Oktober 2014 dilakukan launching dan edukasi/bimbingan teknis perdana aplikasi BIOS kepada 140 BLU dari seluruh nusantara di gedung Treasury Learning Center, Jalan K.H. Wahid Hasyim Jakarta Pusat. Mengingat kapasitas gedung dan jumlah jaringan komputer yang terbatas maka peserta dibagi dalam dua hari pelaksanaan dengan peserta 70 BLU per hari. Semua peserta yang hadir sangat antusias terlihat dari setiap BLU mengirimkan dua orang pegawainya dan mengikuti keseluruhan acara dari pukul 08.00 pagi sampai dengan pukul 16.15 di sore hari.
&ldquoKita perbaiki cara kita men-submit informasi. Ini adalah salah satu cara kita untuk bisa menjual apa yang sudah Bapak/Ibu semua kerjakan di BLU kepada semua stakeholders,&rdquo kata Djoko Hendratto, Direkur PPK BLU di hadapan peserta dalam arahan pembukaan bimtek.
Setelah pembukaan, acara diawali dengan pre test untuk menguji pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan BLU secara umum, dilanjutkan dengan pemaparan overview BLU oleh para kasubdit dari Direktorat PPK BLU antara lain M. Syaibani, Muhammad Rusna, Muhammad Yusuf, dan Bayu A.P. Setelah sesi overview BLU, acara dilanjutkan dengan overview BIOS dan post test untuk mengetahui pemahaman peserta atas materi yang sudah diberikan. Sesi setelah istirahat siang didedikasikan khusus untuk praktek input data ke aplikasi BIOS menggunakan data yang sudah dibawa oleh masing-masing peserta sehingga diharapkan setelah mengikuti bimtek ini, setiap BLU sudah dapat mengisi data secara online.
&ldquoMelalui sistem informasi yang sedang kita bangun ini, BLU diajak untuk dikelola layaknya sebuah bisnis dengan tetap mengutamakan pelayanan yang terbaik,&rdquo pesan Direktur PPK BLU menyudahi arahan.
Oleh : Kontributor Direktorat PPK BLU








Dalam sambutannya Marwanto menegaskan bahwa Change Agent diharapkan menjadi agen perubahan ke arah yang lebih baik di Instansi masing-masing, &ldquoSampai dengan saat ini berarti Direktorat Jenderal Perbendaharaan memiliki tambahan Change Agent baru sebanyak 62 Orang, dimana nantinya Change Agent baru tersebut diharapkan akan menjadi pionir sekaligus penggerak perubahan yang dimulai dengan mind-shifting terhadap pola kerja dan peng-implementasian Nilai-Nilai Kementerian Keuangan di lingkungan Ditjen Perbendaharaan,&rdquo ucap Marwanto.
Kerjasama pertukaran data antara Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Prov. Sulawesi Selatan (sulsel) dan BI Sulsel merupakan mempunyai posisi strategis. Kanwil Ditjen Perbendaharaan saat ini mempunyai amanah sebagai representasi Kementerian Keuangan di daerah. Sebagai treasury manager semua data dan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran negara masuk dalam database Ditjen Perbendaharaan. Data dan Informasi ini perlu diolah dan diperkaya dengan data-data external seperti dari Bank Indonesia dan BPS sehingga menghasilkan informasi yang lebih akurat. &ldquopertukaran data ini dapat meningkatkan kapasitas SDM kedua belah pihak dibidang statistic, bidang ekonomi dan treasury &rdquo tambah Kakanwil Sulsel Alfiker Siringoringo.
lain itu akan datang&rdquo kata Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono. Sinergi diantara pegawai dan saling bantu membantu melaksanakan tugas dapat mempermudah pekerjaan sehari-hari.
Spending review dan Kajian Fiskal Regional merupakan tugas baru Ditjen Perbendaharaan yang membutuhkan koordinasi internal dan dengan pihak external. Peran Kanwil Ditjen Perbendaharaan menjadi lebih strategis dengan melakukan analisis terhadap aktifitas fiscal yang dilakukan di daerah. Hasil analisis tersebut dapat digunakan oleh pemerintah daerah sebagai salah satu alat untuk melihat lebih dalam terhadap pengelolaan keuangan daerahnya. Hubungan mutualisme inilah yang diharapkan tetap terjalin harmonis mendukung pelaksanaan tugas masing-masing
Sementara itu, Dirjen Perbendaharaan menyampaikan bahwa KPPN Khusus Penerimaan sebagai unit baru dihadapkan pada tantangan peningkatan penerimaan Negara dan peningkatan kualitas, akurasi dan validitas data penerimaan. Dirjen Perbendaharaan menambahkan, sebagai unit yang baru lahir, jajaran KPPN Khusus Penerimaan memegang kendali navigasi awal. &ldquoSaat ini jajaran KPPN Khusus Penerimaan ibarat akan memanah, pergeseran setiap derajatnya akan berpengaruh terhadap tercapai atau tidaknya target yang ditentukan nantinya,&rdquo ujar Marwanto. 

