Hari Minggu (1/12/2013) lalu, seluruh pegawai KPPN Banda Aceh mengikuti kegiatan Family Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013 yang berlokasi di Mata Ie Hillside Adventure & Waterpark, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan family gathering memang sengaja diadakan pada momen akhir tahun dengan maksud untuk memberikan penyegaran kepada para pegawai yang telah jenuh menghadapi pekerjaan yang menjadi rutinitas sehari-hari di kantor, sehingga pikiran mereka menjadi lebih jernih dan segar dalam menghadapi sisa pekerjaan yang justru bebannya semakin meningkat menjelang akhir tahun anggaran (ini adalah masalah klasik yang selalu terjadi berulang-ulang di setiap jelang akhir tahun oleh para satuan kerja/stakeholders pengguna dana APBN).
Rombongan berangkat menggunakan dua bus medium milik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) -yang juga merupakan mitra kerja KPPN Banda Aceh- pukul 08.30 WIB. Perjalanan ditempuh selama sekitar 45 menit dengan melewati jalur tanjakan Bukit Barisan di kawasan Mata Ie.
Pertama-tama tim diminta untuk membentuk sebuah lingkaran dan memperkenalkan diri satu-persatu, disusul dengan melakukan peregangan (stretching) bersama-sama, dan dilanjutkan dengan rangkaian permainan yang menuntut kekompakan, kerjasama tim, serta ketangkasan individu. Permainan pertama diberi nama Polisi dan Pencuri, dimana para peserta dililitkan sebuah hoola hoop yang melambangkan polisi dan kain sarung yang melambangkan pencuri. Hoola hoop dan kain sarung harus digulirkan dari satu peserta ke peserta lainnya yang saling bergandengan tangan; hoola hoop dan kain sarung tak boleh bertemu atau posisinya berada di orang yang sama atau memegang keduanya, jika itu yang terjadi maka peserta dimaksud akan menerima sebuah hukuman, seperti berjoget, push-up atau menyanyi. Permainan dianalogikan sebagai sebuah bentuk permasalahan maupun solusi terhadap masalah yang terjadi di kantor menyangkut pekerjaan sehari-hari, harus menuntut kekompakan sesama rekan-kerja dan inovasi. Meskipun demikian, di permainan berikutnya yang diberi nama Jabat Tangan, peserta berhasil mengalahkan instruktur. Dalam permainan ini, peserta diminta untuk membentuk lingkaran sambil bergandengan tangan menghadap ke dalam, kemudian peserta harus bisa menghadap ke luar tanpa melepaskan gandengan tangan. Meskipun berbagai posisi telah diujicobakan, namun tetap saja peserta berhasil menemukan solusi dan jalan keluar, kali ini para instruktur harus mengakui kecerdasan dan ketangkasan para pegawai KPPN Banda Aceh.
Permainan selanjutnya adalah halang-rintang ala militer. Disini peserta yang telah dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing beranggotakan sembilan orang, diberikan beberapa balon kecil yang diikatkan ke tangan, selanjutnya mereka harus melalui berbagai macam halang-rintang untuk mencapai garis finish tanpa memecahkan satu balon-pun. Bentuk halang-rintang antara lain melompati kolam dengan seutas tali, merayap di bawah kawat, melompati balok rintangan, melewati ban, melewati kolam dengan berjalan di atas balok kayu, dan melompati tembok.
Beberapa jenis permainan lain masih terus berlanjut sebelum penyerahan doorprize dan kemudian diakhiri dengan masing-masing anggota kelompok menulis sebuah kata secara bergantian yang akhirnya tersusun dan terangkai menjadi sebuah kalimat berupa puisi, pesan, atau kesan. Semua rangkaian kegiatan dan permainan outboundmenganalogikan situasi dan kondisi yang dihadapi dalam pekerjaan sehari-hari yang membutuhkan sinergi, strategi, kesabaran, kreativitas, dan inovasi untuk menemukan solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dan beban kerja dengan tepat waktu, tepat sasaran, efektif, dan efisien.
Tengah hari, rangkaian acara outbound pun diakhiri, peserta segera beristirahat sambil menikmati jamuan makan siang dan pesta durian, beberapa pegawai dan keluarga memacu adrenalin dengan bermain wahana flying fox -meluncur dari atas ketinggian sekitar 20 meter, melewati kabel yang terbentang sepanjang 120 meter. Setelahnya hingga menjelang sore hari, rangkaian acara bebas yang banyak diisi dengan bermain air di kolam renang atau bernyanyi diiringi musik dari keyboard oleh musisi dan para pengisi hiburan.
Rombongan meninggalkan lokasi saat jarum jam menunjuk pukul 15.00 WIB. Capek dan letih kami rasakan selepas acara, namun semoga rangkaian kegiatan Family Gathering KPPN Banda Aceh Tahun 2013 berhasil memberikan sedikit penyegaran kembali bagi para pegawai, sehingga tetap bersemangat menyambut momen akhir tahun yang identik dengan beban pekerjaan yang menumpuk.