Ya, BLU dapat menerima hibah, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 76 tahun 2025 tentang perubahan kedua atas PMK 129/PMK.05/2020 bahwa hibah BLU adalah setiap penerimaan dalam bentuk uang, barang, jasa dan atau surat berharga yang diterima dari entitas di luar pemerintah pusat (dalam negeri maupun luar negeri), tanpa kewajiban untuk menyerahkan uang/barang/jasa Kembali kepada pemberi hibah dan dilaksanakan tanpa melalui mekanisme perencanaan.
Adapun hibah BLU dapat diklasifikasin sebagai pendapatan BLU dengan ketentuan:
Adapun pengelolaan hibah yang diterima oleh BLU diawali dengan konsultasi dan/atau koordinasi dengan pihak berwenang, serta dilaksanakan dengan mekanisme yang berbeda sesuai dengan bentuk hibah. Hibah dalam bentuk uang dikelola melalui tahapan registrasi, pembukaan dan pengelolaan rekening hibah pada KPPN, pelaksanaan revisi DIPA apabila diperlukan, serta pengesahan melalui SP3B BLU. Sementara itu, hibah dalam bentuk barang dilaksanakan melalui tahapan registrasi yang sama, yang selanjutnya diikuti dengan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan sistem dan ketentuan yang berlaku. Diagram berikut menggambarkan mekanisme pengelolaan hibah pada BLU.
Administrasi pengelolaan hibah diharapkan dapat menjadi acuan operasional bagi BLU dalam mengelola hibah secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga mendukung optimalisasi pendapatan BLU untuk peningkatan layanan publik.
Info Sertifikasi Bendahara, PPK dan PPSPM
Link Simaspaten : https://simaspaten.kemenkeu.go.id/
Info e-learning : bit.ly/SWIPe-AP
Info Simaspaten : bit.ly/Jafung-Perbendaharaan.info
Oleh : Ade Pratiwi, Pegawai Ditjen Perbendaharaan
WARNA
Sahabat,
Maukah kau kuberitahu sebuah negeri yang indah lagi memesona hati?
Maukah kutunjukan sebuah potongan keindahan surga yang ada di bumi?
Maukah kau kukisahkan tentang negeri yang gemah ripah loh jinawi?
Baik, Sahabat,
Akan kukisahkan padamu.
Ialah Indonesia, negeri dengan gugusan pulau gagah yang membelah khatulistiwa.
Ialah Indonesia, karya indah Sang Pencipta dengan ragam kisah dan warna.
Ialah Indoneisa, dengan bhineka tunggal ika di dalam jiwa.
Sahabat,
Bukankah kita tak pernah meminta di belahan dunia mana kita dilahirkan?
Kita tak pernah tahu akan lahir dari orang tua yang seperti apa.
Tetapi Tuhan telah merencanakan segalanya.
Dan Tuhan menakdirkan kita berada di sini, di negeri ini.
Bukankah kita percaya segala rencana Tuhan adalah hal terbaik lagi luar biasa?
Lantas mengapa kita masih saling mengotakan diri?
Mengapa kita masih saling mencaci?
Bukankah sejatinya perbedaan perbedaan mengajarkan kita untuk saling mengasihi?
Bukankah hakikat perbedaan ialah saling menerima dan melengkapi?
Lantas mengapa kita masih menebar benci?
Apa yang sejatinya kita cari?
Dengarlah, Sahabat,
Dunia tanpa perbedaan bagai hidup tanpa udara.
Karena suka, duka, tawa dan luka akan ada di dalam perbedaan.
Sebuah proses pembelajaran akan hadir di dalam perbedaan.
Layaknya pelangi, bukankah ia indah karena warnanya yang berbeda?
Begitu pula kita. Kita membawa keindahan warna dengan perbedaan yang kita miliki.
Jika seluruh kehidupan di dunia sama, maka tidak ada keindahan dalam kehidupan itu.
Dengan perbedaan kita dapat saling bermanfaat satu sama lain.
Dengan perbedaan kita bisa saling melengkapi.
Dari warna yang berbeda, menjadi kesatuan warna yang indah.
Benar, Sahabat,
Aku, kamu, kita akan selalu merangkul dalam perbedaan ini.
Kita takkan saling melepas.
Mari kita berjuang bersama.
Karena aku dan kamu adalah satu.
Ya, kita adalah satu kesatuan, kesatuan Indonesia.
![]() |
